Kadia, Kendari
Kadia | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Sulawesi Tenggara | ||||
| Kota | Kendari | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Rudi Hartono | ||||
| Populasi | |||||
| • Total | 36,783 jiwa | ||||
| Kode Kemendagri | 74.71.08 | ||||
| Kode BPS | 7471013 | ||||
| Luas | 7,61 km² | ||||
| Kepadatan | 5.496 jiwa/km² | ||||
| Desa/kelurahan | 5 | ||||
| |||||
Kadia adalah sebuah kecamatan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, Kadia tercatat sebagai kecamatan dengan kepadatan penduduk tertinggi di Kota Kendari, yaitu 5.496 jiwa per kilometer persegi. Kecamatan ini didominasi oleh penduduk perempuan, dengan jumlah 18.152 jiwa,[1] sementara penduduk laki-laki berjumlah 17.850 jiwa.
Kepadatan penduduk yang tinggi di Kadia menjadikannya wilayah yang dinamis dan berkembang pesat. Keberadaan Kadia sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi dan sosial di Kota Kendari menjadikannya wilayah yang penting dalam konteks pembangunan daerah.
Kelurahan
[sunting | sunting sumber]Struktur kependudukan
[sunting | sunting sumber]2024
[sunting | sunting sumber]Kecamatan Kadia, mencatatkan jumlah penduduk sebanyak 36.783 jiwa yang tersebar di 11.525 Kepala Keluarga (KK) pada 31 Desember 2024.[2] Kecamatan ini terdiri dari lima kelurahan. Sepanjang tahun 2024, terjadi 181 kasus perpindahan penduduk dan 127 kematian, menghasilkan perubahan data kependudukan sebanyak 33.941. Dari total penduduk, 25.763 jiwa wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan seluruhnya telah melakukan perekaman KTP. Mayoritas penduduk memeluk agama Islam (32.827 jiwa), diikuti Kristen (2.605 jiwa), Katolik (955 jiwa), Hindu (315 jiwa), Buddha (78 jiwa), dan Konghucu (3 jiwa). Komposisi jenis kelamin menunjukkan 18.253 laki-laki dan 18.530 perempuan. Status perkawinan mencakup 18.911 belum kawin, 15.804 kawin, 801 cerai hidup, dan 1.267 cerai mati. Distribusi kelompok usia menunjukkan variasi dari 2.822 jiwa usia 0-4 tahun hingga 394 jiwa usia 75 tahun ke atas. Pertumbuhan penduduk menunjukkan fluktuasi, dengan tingkat pertumbuhan 2% pada tahun 2020-2022 dan 1% pada tahun 2023-2024. Tingkat pendidikan bervariasi dari 7.536 jiwa tidak/belum sekolah hingga 79 jiwa berpendidikan S3, dengan mayoritas lulusan SLTA (11.657 jiwa). Usia pendidikan menunjukkan distribusi dari 1.360 jiwa usia 3-4 tahun hingga 2.957 jiwa usia 18-22 tahun. Golongan darah mayoritas adalah O (8.255 jiwa) dan A (5.268 jiwa), dengan 18.398 jiwa tidak diketahui golongan darahnya. Pekerjaan penduduk meliputi 9.661 jiwa belum/tidak bekerja, 7.938 jiwa pelajar/mahasiswa, 4.657 jiwa mengurus rumah tangga, dan 6.220 jiwa wiraswasta, serta berbagai pekerjaan lainnya. Data ini memberikan gambaran komprehensif tentang demografi dan kondisi sosial ekonomi Kecamatan Kadia pada akhir tahun 2024.
Pemerintahan
[sunting | sunting sumber]Rudi Hartono menjabat sebagai Camat Kadia, Sebagai pimpinan wilayah, ia memimpin persiapan dan partisipasi Kecamatan Kadia dalam berbagai ajang kompetisi, termasuk Seleksi Tilawatil Quran dan Hadis (STQH) tingkat Kota Kendari.[3] Di bawah kepemimpinannya, Kecamatan Kadia berupaya mempertahankan gelar juara umum dengan mengandalkan kekompakan warga dan pembinaan kehidupan beragama.
Sebagai pusat perbelanjaan regional Sulawesi Tenggara
[sunting | sunting sumber]Kecamatan Kadia, memiliki peran strategis sebagai pusat perbelanjaan regional di wilayah tersebut. Keberadaan pusat perbelanjaan modern seperti The Park Kendari, yang berlokasi di Kelurahan Bende, menjadi daya tarik utama bagi masyarakat tidak hanya dari Kota Kendari, tetapi juga dari daerah-daerah lain di Sulawesi Tenggara.[4]
The Park Kendari, meskipun sempat mengalami insiden kebakaran yang menghanguskan dua toko pada 11 Februari 2025, tetap menjadi salah satu destinasi perbelanjaan utama di wilayah ini. Pusat perbelanjaan ini menawarkan berbagai macam produk dan layanan, mulai dari fashion, kuliner, hingga hiburan, yang memenuhi kebutuhan masyarakat Sulawesi Tenggara.
Peran Kecamatan Kadia sebagai pusat perbelanjaan regional didukung oleh:
- Lokasi Strategis:
- Kecamatan Kadia mudah diakses dari berbagai wilayah di Sulawesi Tenggara, baik melalui jalur darat maupun laut.
- Fasilitas Modern:
- Keberadaan pusat perbelanjaan modern seperti The Park Kendari menyediakan fasilitas yang nyaman dan lengkap bagi pengunjung.
- Variasi Produk dan Layanan:
- Pusat perbelanjaan di Kadia menawarkan berbagai macam produk dan layanan yang memenuhi kebutuhan masyarakat dari berbagai kalangan.
Meskipun insiden kebakaran sempat mengganggu operasional The Park Kendari, hal ini tidak mengurangi peran Kecamatan Kadia sebagai pusat perbelanjaan penting bagi Sulawesi Tenggara. Pemerintah Kota Kendari juga berkomitmen untuk mengevaluasi sistem keamanan gedung, guna memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "5 Kecamatan Penduduk Paling Padat di Kota Kendari Sultra 2024, Kadia Teratas Didominasi Perempuan". Tribunnewssultra.com. Diakses tanggal 2025-03-09.
- ↑ Kendari, Badan Pusat Statistik Kota. "Pembagian Wilayah Administratif Pemerintahan Kecamatan Kadia, 2020 - Tabel Statistik". kendarikota.bps.go.id. Diakses tanggal 2025-03-09.
- ↑ Redaksi (2025-02-03). "Kecamatan Kadia Siap Pertahankan Gelar Juara Umum STQH 2025 - MNC Trijaya Kendari" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-09.
- ↑ "Kebakaran Hanguskan 2 "Outlet", Mal The Park Kendari Ditutup".
