Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan: Perbedaan revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
←Membatalkan suntingan oleh 125.166.65.25 (Bicara)
(←Membatalkan suntingan oleh 125.166.65.25 (Bicara))
 
=== Cipulir Tempo Dulu ===
Dahulu, rumah-rumah bergaya Betawi dan Belanda banyak ditemukan di wilayah ini. Namun, sayangnya seiring dengan perjalanan waktu, rumah - rumah tersebut dibongkar karena sudah tergolong rumah tua dan digantikan rumah baru dan modern yang bergaya minimalis dan mediteranian. Namun Kendatipun Demikian, masih banyak rumah-rumah bergaya Betawi dan Belanda yang dapat anda jumpai terutama di kiri dan kanan Jalan Raya Kebayoran Lama (umumnya tertutup oleh rimbunan pepohonan halaman mereka dan terhalang oleh pedagang maupun orang yang membuka usaha di depan rumah mereka), dan sekitar Jalan Makam di belakang Carrefour Kebayoran Lama. Selain itu, tempat untuk melihat rumah-rumah zaman kolonial dahulu terdapat banyak di kiri dan kanan jalan Ciledug Raya.
 
=== Masyarakat ===
Keragaman masyarakat yang hidup di wilayah Cipulir sangatlah tinggi. Di wilayah ini anda dapat menjumpai berbagai etnis yang hidup berbaur di masyarakat mulai dari orang Betawi, orang Jawa, orang Sunda, orang Chinese, orang Padang dan orang Batak serta Ambon. Selain itu, beberapa etnis yang turut mewarnai wilayah ini adalah orang India, beberapa orang Eropa, dan Arab. Meskipun sudah banyak warga pendatang diwiliyah Cipulir penduduk asli warga Betawi masih banyak dijumpai di beberapa wilayah sekitar Jalan Kebon Mangga.
 
Kesejahteraan masyarakat di wilayah ini dapat belum dapat dikatakan tinggi. Masihmasih banyak masyarakat di daerah ini yang hidup dalam daerah yang berdesak-desakan walaupun tidak dapat dikatakan wilayah kumuh, dimana wilayah tersebut banyak dihuni oleh warga pendatang yang memiliki mata pencaharian sebagai pedagang di sekitar Pasar Kebayoran Lama. Wilayah - wilayah yang tergolong wilayah padat antara lain Jalan Kebon Mangga 1 dan 2, Jalan Cipulir 3Tengah, Peninggaran, dan Jalan Samudera belakang Kelurahan Cipulir. Wilayah yang dapat dikatakan sebagai wilayah menengah tersebar mulai dari kompleks PMD, SeskoALSeskoal, Cipulir Permai dan Lemigas serta beberapa wilayah seperti Jalan Kebon Mangga TengahI, Jalan Amsar dan Jalan Kangkung.
 
Profesi umum di wilayah ini adalah pedagang keliling, pekerja toko, buruh bangunan dan sebagainya. Namun terdapat juga beberapa profesi kelas menegah ke atas seperti pekerja perusahaan, karyawan bank, profesional seperti dokter, IT, arsitek, hingga pejabat.
 
== Fasilitas umum ==
=== Sekolah ===
Tercatat terdapat 9 sekolah di wilayah ini, seperti salah satunya adalah SD Negeri Cipulir di beberapa wilayah Kebon Mangga, dan SMP Negeri 48 yang terletak di Jalan Raya Kebayoran Lama, dan SMK Negeri 43 di Jalan Cipulir 1.
 
=== Masjid, Langgar dan Mushala ===
Tercatat terdapat 14 buah masjid, langgar ataupun mushala di kelurahan ini, salah satunya yang terbesar adalah Masjid Jami' An-Nidzom yang terletak di Kebon Mangga I dan Masjid Jami' Muyassyarin yang terletak di Kebayoran Lama dekat rel kereta. Masjid Masjid Jami' Muyassyarin ini merupakan masjid tertua dan menjadi kebanggaan warga Kebayoran Lama. Selain terdapat nilai sejarah yang tinggi, ada salah satu yang unik dari masjid ini yaitu di atas menara masjid terdapat lambang panah dan busur yang merupakan arah kiblat.
 
=== Pompa Bensin ===
 
=== Makam ===
Makam yang terdapat di wilayah Cipulir adalah di wilayah RW 001, di sana terdapat komplek makam yang terletak di sebelah Kali Pesanggrahan dan Jalan Makam.
 
=== Hiburan ===
Hiburan berupa Bioskop dahulu sempat merajai wilayah ini. Sebut saja Cipulir 21 yang dahulu berada di Cipulir Plaza, tempat tenant terbesar waktu itu yakni Matahari yang membuka usahanya di tempat itu. Kejayaan Sinema waktu itu mendapat perhatian dimana-mana. Hal ini juga bisa dilihat dengan dibukanya banyak sekali pusat [[bioskop]] zaman dahulu seperti Bioskop Mahkota, Bioskop Cahaya dan Bioskop Pelangi di tepi Jalan Ciledug Raya. Sayangnya, Mahkota telah terbakar pada kebakaran hebat sekian tahun lampau dan tempat tersebut sekarang menjadi ruko -ruko tempat berjualan elektronik. Cahaya dan Pelangi pun bernasib setali tiga uang. Kedua bioskop yang masih buka in adalah bioskop yang masih mau untuk berjalan tertatih-tatih dan berdarah-darah di tengah gemerlapnya bioskop-bioskop modern karena mereka masih konsisten untuk menyediakan hiburan bagi masyarakat golongan menengah ke bawah. Namun Bisokop Cahaya saat ini tertutup oleh pusat penjualan pakaian dan elektronik sehingga jalan masuknya hanya berupa gang sempit dan Bioskop Pelangi banyak ditumbuhi ilalang sehingga tidak ada yang mengetahui apabila disana terdapat Bioskop kecuali dari papan Poster Bioskop yang masih berdiri di sana, dan bioskop inilah satu - satunya bangunan bioskop yang tersisa dari masa lampau dengan gaya bangunan zaman Belanda.
 
=== Perumahan ===
20.056

suntingan

Menu navigasi