Istana Garuda
| Istana Garuda | |
|---|---|
Istana terlihat dari taman Plaza Seremoni | |
![]() | |
| Informasi umum | |
| Gaya arsitektur | Arsitektur Indonesia |
| Lokasi | Kalimantan Timur |
| Kota | Nusantara |
| Negara | Indonesia |
| Koordinat | 0°57′30″S 116°41′48″E / 0.95846°S 116.69657°E |
| Penyewa sekarang | Presiden Republik Indonesia Jendral TNI (Purn.)H. Prabowo Subianto |
| Mulai dibangun | 2022 |
| Selesai dibangun | 2024 |
| Desain dan konstruksi | |
| Arsitek | I Nyoman Nuarta |
Istana Garuda adalah salah satu dari delapan istana kepresidenan di Indonesia, terletak di atas bukit yang menghadap ke barat daya Plaza Seremoni dan Bukit Bendera di Nusantara, calon ibu kota Indonesia.[1] Istana seluas 2,400 m2 (25,83 sq ft) ini dibangun oleh pemerintahan Joko Widodo dan ditempatkan dalam satu kompleks dengan Istana Negara, yang terletak di bawah Istana Garuda, Kantor Sekretariat Presiden, dan empat kementerian koordinator.[2]
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Istana Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN), wilayah Kalimantan Timur merupakan desain burung garuda yang sedang mengepakkan sayap, karya dari pematung terkenal I Nyoman Nuarta dan disetujui oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2022. Desain dengan nama Istana Garuda merupakan bagian dari Istana Kepresidenan Nusantara yang dibangun pada lahan seluas 100 ha dengan luas tapak 334.200 meter persegi.[3]
Sebelumnya, desain Istana IKN yang terpilih adalah Astana Indonesia Raya, yang mengusung konsep kombinasi rumah adat yang ada di Indonesia. Desain tersebut adalah hasil rancangan Nagara Rimba Nusa yang memenangkan Sayembara Desain IKN. Dalam perjalanannya, desain pemenang tidak diimplementasikan dan diganti menjadi Istana Garuda rancangan I Nyoman Nuarta.[4]
Rancangan
[sunting | sunting sumber]Istana Garuda dirancang sebagai gedung negara yang berasosiasi pada lambang burung Garuda. Selain sebagai landmark dari sebuah kawasan, selubung istana berupa burung garuda ini dibuat dengan tinggi 77 m, bentangan sayap sepanjang 177 m, dan disusun dari 4650 bilah tembaga masing-masing seberat 0.3 ton yang merupakan perwujudan pencapaian sinergi antara seni, sains, dan teknologi. Perpaduan ketiganya akan mewarnai keberadaan bangunan-bangunan ikonik di seluruh dunia. Bentuk desain Istana Garuda ini akan benar-benar ditransformasikan dan diwujudkan dalam pola arsitektur dengan mempertimbangkan aspek-aspek estetik, nilai guna, serta manfaat bagi kemajuan dunia pariwisata Tanah Air Indonesia.[5]
Burung Garuda, menurut Nyoman, menjadi hasil desain konkret karena berkaitan erat dengan sejarah bangsa Indonesia yang memiliki berbagai kemajemukan dan perbedaan, serta keragaman adat istiadat atau perilaku, perbedaan bahasa, budaya, kepercayaan dan agama. Garuda merupakan simbol persatuan dan merupakan lambang negara, Bhinneka Tunggal Ika.
Galeri
[sunting | sunting sumber]- Presiden Joko Widodo dan awak media pada akhir Juli 2024.
- Sidang Kabinet perdana di Istana Garuda pada tanggal 12 Agustus 2024.
- Presiden Joko Widodo meninjau proses pembangunan Istana Garuda, Juni 2024
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Penetapan nama Istana Garuda". news.detik.com. 2024. Diarsipkan dari asli tanggal 2024-08-09. Diakses tanggal 29 Juli 2024.
- ↑ Alexander, Hilda (26 February 2024). "Megahnya Garuda Raksasa yang Tegak Berdiri di Ibu Kota Nusantara". Kompas. Diakses tanggal 28 July 2024.
- ↑ "Tentang Istana Garuda". bisnis.tempo.co. 2023. Diarsipkan dari asli tanggal 2024-07-28. Diakses tanggal 28 Juli 2024.
- ↑ Liputan6.com (2021-04-01). "Bappenas Buka-bukaan Soal Desain Burung Garuda Istana Negara di Ibu Kota Baru". liputan6.com. Diakses tanggal 2024-08-02. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ↑ "Desain Istana Garuda". kemenparekraf.go.id. 2024. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-08-17. Diakses tanggal 28 Juli 2024.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- (Indonesia) Situs resmi kemenparekraf.go.id
