Irwandi Jaswir

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Prof. Dr.
Irwandi Jaswir
M.Sc.
Irwandi Jaswir.jpg
Lahir20 Desember 1970 (umur 48)
Bendera Indonesia Medan, Sumatra Utara
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
Almamater- University of British Columbia, Kanada
- Universitas Pertanian Malaysia
- Institut Pertanian Bogor
PekerjaanIlmuwan
Pengajar
Dikenal atasAhli Bioteknologi Internasional
PenghargaanPenghargaan Internasional Raja Faisal untuk Pelayanan Islam (2018)[1]

Prof. Dr. Irwandi Jaswir, M.Sc. (lahir di Medan, Sumatra Utara, 20 Desember 1970; umur 48 tahun) adalah seorang ilmuwan dan ahli bioteknologi Indonesia. Ia bekerja sebagai koordinator riset di Halal Industry Research Centre, Universitas Islam Internasional Malaysia (IIUM), Kuala Lumpur.[2]

Riwayat[sunting | sunting sumber]

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Irwandi lahir di Medan, Sumatra Utara dari orang tua yang berasal dari Sumatra Barat. Ia menikah dengan Fitri Octavianti yang berkarier sebagai dokter gigi dan telah dikarunia empat orang anak.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Karier[sunting | sunting sumber]

  • Head Department dan Deputy Dean (Student Affairs) Universitas Pertanian Malaysia
  • Assistant Professor di Departemen Bioteknologi, Universitas Islam Internasional Malaysia, Kuala Lumpur (2001)
  • Peneliti tamu di National Food Research Institute (NFRI), Tsukuba, Jepang di bidang Bioteknologi Pangan
  • Koordinator Riset di Halal Industry Research Centre, Universitas Islam Internasional Malaysia (IIUM), Kuala Lumpur.

Prestasi[sunting | sunting sumber]

Irwandi pernah jadi pemenang ke-2 pada ajang "Anugerah Saintis Muda Asia Pasifik 2009" di Bangkok, Thailand yang diprakarsai oleh Scopus (situs basis data pencarian jurnal ilmiah dan indeks kutipan terbesar di dunia) dan melalui penilaian dari tim juri yang terdiri dari profesor dan pakar bertaraf internasional. Dia bersaing dengan puluhan peneliti muda lainnya dari 23 negara Asia Pasifik, diantaranya Jepang, China, Singapura, Australia, Malaysia, India, Taiwan, Hongkong, Thailand dan lain-lain. Sesuai dengan keahliannya, Irwandi berkompetisi di bidang pertanian dan sumber daya alam pada ajang tersebut.[3]

Pada tahun 2010, Irwandi kembali mendapatkan penghargaan yang bergengsi lainnya, yaitu Best Innovation Award pada forum World Halal Research Summit (WHRS) 2010 di Kuala Lumpur, Malaysia dengan karya risetnya yang berjudul Nano-Structural Properties of Alternative Collagen for Halal Industry (Sifat Struktur-Nano Kolagen Alternatif untuk Industri Halal). Ajang tahunan yang terkait dengan industri halal itu diikuti oleh ratusan peneliti dari seluruh dunia dan hanya memilih tiga orang sebagai yang terbaik. Irwandi Jaswir yang telah bergelar profesor sejak tahun 2009 itu juga telah menghasilkan puluhan artikel ilmiah di jurnal dan konferensi internasional serta puluhan artikel ilmiah populer di berbagai media massa dan lima artikel bab buku (book chapter) di buku ilmiah internasional.[4]

Pada tahun 2013, Irwandi mendapatkan penghargaan Anugerah Habibie dalam bidang kedokteran dan bioteknologi. Lima tahun setelahnya, yaitu pada tahun 2018, Irwandi kembali mendapatkan penghargaan International Raja Faisal dalam kategori Pelayanan Islam karena dianggap berjasa dalam mengembangkan halal science yang mempermudah dalam memilih makanan halal yang sesuai syariat islam.[5]

Kegiatan lain[sunting | sunting sumber]

  • Sekjen Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) se-Malaysia
  • Presiden Persatuan Pelajar Indonesia se-Malaysia
  • Penulis di Tabloid Bola

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Sudah puluhan penghargaan keilmuan bertaraf internasional yang berhasil diraihnya, diantaranya:

  • Peneliti Terbaik International Islamic University Malaysia (IIUM). (2004)
  • Medali Perak pada "16th International Invention Innovation Industrial Design & Technology Exhibition" (ITEX 2005) di Kuala Lumpur. (2005)
  • Nominee "Selangor Young Scientist Award" di Malaysia. (2006)
  • Medali Emas pada "The 34th International Exhibition of Inventions, New Techniques and Products of Geneva" dengan riset: Rapid Method for Detection of Non-halal Substances in Food. (2006)
  • Medali Perak pada "The 34th International Exhibition of Inventions, New Techniques and Products of Geneva" dengan riset: Novel Rapid Analytical Techniques for Fats and Oils Industry. (2006)
  • Medali Perak "Anugerah Saintis Muda Asia Pasifik 2009" di Bangkok, Thailand. (2009)
  • Best Innovation Award dalam forum ilmiah "World Halal Research Summit 2010" dengan riset: "Nano-Structural Properties of Alternative Collagen for Halal Industry" di Kuala Lumpur Convention Centre. (2010)
  • Dosen Terbaik di International Islamic University Malaysia (IIUM) (2010)
  • Penghargaan Habibie Award periode XV tahun (2013)[6].
  • Penghargaan Internasional Raja Faisal tahun 2018 untuk "Service to Islam" [7].

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]