Industri makanan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Komponen dalam industri makanan[sunting | sunting sumber]

Industri makanan secara keseluruhan bukanlah satu industri tetapi kumpulan beberapa jenis industri yang menghasilkan beragam produk makanan. Industri makanan mencakup pertanian, produksi pangan, pengolahan makanan, pelestarian, pengemasan, distribusi, ritel, dan katering. Industri makanan terdiri dari komponen-komponen berikut[1]:

  1. Agrikultur. Agrikultur adalah proses memproduksi makanan, pakan, serat, dan produk yang diinginkan lainnya. Agrikultur juga termasuk  pertanian tanaman, peternakan, dan budidaya ikan. Pembuatan peralatan pertanian, pupuk, mesin pertanian dan benih hibrida untuk memfasilitasi produksi pertanian juga merupakan bagian agrikultur.
  2. Pengolahan makanan. Sebagian besar produk pertanian bersifat musiman dan mudah rusak. Pengolahan makanan digunakan untuk mengubah bahan baku menjadi produk makanan yang dapat dipasarkan. Pengolahan makanan dapat membuat beberapa makanan tersedia sepanjang tahun. Kemasan melindungi makanan dari sekitarnya, memperpanjang umur simpan makanan, dan meningkatkan kualitas makanan.
  3. Distribusi makanan. Pengangkutan, penyimpanan, dan pemasaran produk makanan kepada konsumen termasuk ke dalam distribusi makanan. Industri makanan membutuhkan jaringan transportasi untuk menghubungkan banyak bagiannya. Seorang pedagang grosir akan membeli produk lokal dan mendistribusikannya ke berbagai pelanggan dan klien.
  4. Regulasi. Terdapat regulasi atau peraturan tentang produksi dan distribusi pangan untuk memastikan kualitas dan keamanan. Regulasi merupakan pembatasan yang diberlakukan oleh otoritas pemerintah. Ada beberapa regulasi atau peraturan yang harus dipenuhi oleh bisnis makanan untuk beroperasi. Badan pemeriksa makanan di negara terkait bertanggung jawab untuk menegakkan hukum dan peraturan untuk mengatur makanan.
  5. Layanan keuangan. Asuransi dan kredit untuk memfasilitasi produksi dan distribusi makanan termasuk ke dalam layanan keuangan. Polis asuransi mengatisipasi gangguan yang mungkin terjadi dalam bisnis yang biasa terjadi di industri. Profesional akuntan makanan bekerja sama dengan semua aspek industri makanan untuk mengevaluasi ide dan peluang.
  6. Penelitian dan pengembangan. Penelitian tentang setiap aspek industri makanan menghasilkan informasi yang relevan tentang sektor terkait. Sektor penyajian makanan memiliki potensi penelitian dan pengembangan terbesar. Refleksi penelitian mungkin pada faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen, pilihan pembelian pelanggan, pembentukan sikap, dan pendapat. Perusahaan harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang bagaimana konsumen berperilaku.
  7. Pemasaran. Pemasaran adalah kendaraan utama untuk mempromosikan informasi tentang makanan. Pemasaran makanan menggambarkan segala bentuk iklan yang digunakan untuk mempromosikan pembelian dan/atau konsumsi makanan atau minuman. Hal ini dapat memengaruhi perilaku makanan dengan memoderasi unsur-unsur sosiokultural lingkungan pangan.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Sadiku, Matthew N. O.; Musa, Sarhan M.; Ashaolu, Tolulope J.; Roy G. Perry College of Engineering, Prairie View AandM University, Prairie View, Texas, United States (2019-06-30). "Food Industry: An Introduction". International Journal of Trend in Scientific Research and Development. Volume-3 (Issue-4): 128–130. doi:10.31142/ijtsrd23638. ISSN 2456-6470.