Iguana Hijau

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Iguana hijau

Iguana Hijau adalah reptil yang memiliki nama latin Iguana Iguana dengan ordo Squamata, sering ditemukan di hutan hujan Meksiko Utara, Amerika Tengah, Kepulauan Karibia, dan Brasil Selatan, tepatnya di daerah tropis dan sub-tropis.[1] Menurut makanannya, iguana hijau adalah hewan herbivora. Iguana hijau memiliki warna yang menyesuaikan dengan lingkungan hidup yang dimilikinya. Pada umumnya, iguana hijau lebih suka hidup di daerah yang lembab dan hangat. Suhu rata-rata lingkungan yang disukai iguana hijau adalah 300C -350C.[2] Iguana hijau sering dijadikan hewan peliharaan karena keeksotisannya. Namun, iguna hijau merupakan hewan peliharaan yang membutuhkan banyak perhatian dan kebutuhan.

Ciri-Ciri Iguana Hijau[sunting | sunting sumber]

Iguana hijau pada umumnya memiliki tubuh panjang yang ditutupi sisik kasar berwarna hijau. Hewan ini memiliki kaki yang pendek dengan lima jari kaki dan cakar yang tajam untuk memanjat. Bukan hanya itu saja, iguana hijau memiliki gigi yang cukup tajam. Tubuh iguana hijau juga ditumbuhi duri yang memanjang dari kepala hingga ekor. Panjang ekor iguana hijau mencapai lebih dari setengah panjang tubuhnya dan digunakan untuk mengusir predator.[1] Iguana hijau memiliki ciri yang mirip dengan hewan cecak. Iguna hijau akan melepaskan ekornya apabila merasa terancam oleh predator dan akan menumbuhkan ekor baru dalam jangka waktu tertentu.Pertumbuhan ekor iguana hijau sangat bergantung pada kondisi lingkungan, usia, kondisi kesehatan, dan batas ekor yang terpotong. Regenerasi ekor pun tidak akan persis seperti ekor sebelumnya. Biasanya warna regenerasi ekor akan cenderung lebih gelap dan lebih pendek dari sebelumnya.  Iguana hijau berusia muda memiliki potensi pertumbuhan ekor yang lebih besar. Sedangkan iguana hijau dewasa cenderung tidak akan menumbuhkan ekor kembali. Namun, iguana hijau dewasa akan menyimpan energi untuk pertumbuhan tubuh.[3] Iguana hijau yang terdapat di Amerika Tengah memiliki ciri khusus, yaitu adanya tanduk di hidung. Tanduk tersebut akan bertumbuh dari benjolan kecil hingga menjadi tanduk fleksibel yang cukup besar, yaitu sepanjang 1,27 cm. Panjang tubuh iguana hijau dapat mencapai 180 cm hingga 215 cm. Meski demikian, panjang tubuh iguana hijau jantan mengalami pertumbuhan lebih cepat dan lebih panjang dari tubuh iguana betina. Berat tubuh iguana hijau dewasa dapat mencapai 9 kg sampai 10 kg.[4]

Reproduksi Iguana Hijau[sunting | sunting sumber]

Iguana hijau merupakan hewan ovipar atau hewan bertelur. Setelah melakukan persilangan, iguana betina akan mencari tempat untuk membuat sarang untuk meletakkan telur. daerah yang paling disukai iguana hijau betina adalah lingkungan dengan suhu panas dan terhindar dari predator. Dalam sekali pembuahan, iguana hijau betina dapat menghasilkan telur dengan jumlah 20 hingga 70 telur. Apabila suhu di sekitar sarang tergolong panas, telur iguana hijau hanya membutuhkan waktu inkubasi selama 10 hingga 15 minggu.[5] Setelah menetas, iguana hijau muda langsung mencari makan secara mandiri dan menyesuaikan kondisi tubuh dengan lingkungan sekitar. Akibatnya, tingkat kematian iguana hijau muda tergolong cukup tinggi. Meskipun demikian, jumlah iguana hijau di alam liar tergolong stabil.

Permasalahan Iguana Hijau[sunting | sunting sumber]

Pada Oktober 1996, iguana hijau di indikasi sebagai pembawa bakteri Salmonella Thypi atau yang lebih dikenal dengan bakteri penyebab penyakit Tifus. Penetapan tersebut dikarenakan kasus bayi 3 minggu yang meninggal di Indiana, USA.[6] Pada Juli 2019, Komisi Konservasi dan Satwa Liar Florida menjadikan iguana hijau sebagai sasaran untuk diburu. Keputusan tersebut dikarenakan iguana hijau dinilai sebagai perusak trotoar dan tanaman. Data menunjukkan, pada tahun 2019 iguana hijau dinyatakan dapat diburu secara bebas di 22 lahan publik di Florida Selatan.[7]

  1. ^ a b "Animal Information: Green Iguana". www.anywhere.com. Diakses tanggal 2019-11-25. 
  2. ^ "Grønn leguan". no.unistica.com. Diakses tanggal 2019-11-25. 
  3. ^ "Tail Loss". www.greenigsociety.org. Diakses tanggal 2019-11-25. 
  4. ^ "Green Iguana Care Sheet". www.reptilesmagazine.com. Diakses tanggal 2019-11-25. 
  5. ^ "Iguana Verde » LAGARTOPEDIA" (dalam bahasa Spanyol). Diakses tanggal 2019-11-25. 
  6. ^ "Iguana pembawa penyakit tifus". Diakses tanggal 2019-11-25. 
  7. ^ Bacon, John. "Nightmare of the iguana: Florida tells homeowners to kill green iguanas 'whenever possible'". USA TODAY (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-11-25.