Idiocracy

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Idiocracy
Promotional poster for Idiocracy
SutradaraMike Judge
ProduserMike Judge
Elysa Koplovitz
Michael Nelson
Ditulis olehMike Judge
Etan Cohen
PemeranLuke Wilson
Maya Rudolph
Dax Shepard
NaratorEarl Mann
Penata musikTheodore Shapiro
SinematograferTim Suhrstedt
PenyuntingDavid Rennie
Distributor20th Century Fox
Tanggal rilis
3 September 2006
Durasi84 menit
NegaraAmerika Serikat
BahasaBahasa Inggris
Anggaran$25-35 juta
Pendapatan
kotor
$444,000
IMDbInformasi di IMDb
AMGProfil All Movie Guide

Idiocracy adalah film Amerika Serikat tahun 2006 yang disutradarai oleh Mike Judge, dan dibintangi oleh Luke Wilson dan Maya Rudolph. Film ini dirilis pada tanggal 3 September 2006 dengan durasi 84 menit. Film ini menggambarkan keadaan 500 tahun mendatang di saat kebodohan, syahwat, dan konsumerisme merajalela.

Alur[sunting | sunting sumber]

Orang cerdas di dunia mulai mementingkan diri sendiri, tidak melanjutkan generasi, dan hanya meneliti yang tak penting. Hasilnya, pada tahun 2505, orang cerdas menjadi barang langka di tengah penduduk yang bodoh dan banal.

Dalam dunia yang kaotis tersebut, bangkit dari hibernasinya, prajurit Joe, dan seorang pelacur bernama Rita. Mereka merupakan dua kelinci percobaan Pentagon yang terlupakan, akibat proyek membekukan manusia itu ditutup saat kepala proyeknya terlibat bisnis prostitusi. Anehnya, Joe dan Rita dipilih untuk dibekukan karena kemampuan intelektulitas mereka yang sedang. Nah, di masa depan yang konyol tersebut, Joe yang tertangkap polisi karena tidak memilikibarcode, diharuskan mengikuti tes IQ. Bisa dibayangkan, ia menjadi orang terpandai di seluruh dunia. Kejadian konyol pun berlanjut kemudian, hingga presiden Amerika Chamaco, mengangkatnya menjadi menteri dalam negeri untuk menyelesaikan problem negara yang bertumpuk.

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Tema[sunting | sunting sumber]

Cerita ini bertemakan tentang kritik sosial di mana akibat pesatnya komersialisme dan teknologi, manusia cenderung mengabaikan etika, tidak mementingkan intelejensi, dan semakin konsumtif

Pranala luar[sunting | sunting sumber]