Heru Pambudi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Heru Pambudi
Sekretaris Jenderal
Mulai menjabat
12 Maret 2021
PendahuluHadiyanto
Informasi pribadi
Lahir11 Februari 1970 (umur 51)
Bendera Indonesia Bondowoso, Jawa Timur
KebangsaanIndonesia
AlmamaterSekolah Tinggi Akuntansi Negara
ProfesiSekretaris Jenderal Kementerian Keuangan

Heru Pambudi (lahir 11 Februari 1970)[1] adalah seorang pejabat publik Indonesia dan secara resmi mengemban tugas sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan sejak 12 Maret 2021. Pria kelahiran 1970 ini dibesarkan di Bondowoso, sebuah kota di Jawa Timur, Indonesia. Ia mulai berkarier di kementerian sejak September 1991

Kehidupan awal dan pendidikan[sunting | sunting sumber]

Heru lahir dan menjalani pendidikan dasar di Bondowoso, Jawa Timur. Ia alumni dari SMA Negeri 2 Bondowoso tahun 1988, dan melanjutkan pendidikan di Diploma III Keuangan Spesialisasi Bea dan Cukai Angkatan IV, Politeknik Keuangan Negara STAN dan lulus tahun 1991. Kemudian, ia melanjutkan pendidikan di Universitas Indonesia jurusan Ekonomi Manajemen dan lulus tahun 1996. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di University of Newcastle Upon Tyne, Inggris dan lulus tahun 2001 dan meraih gelar Master of Law. Disamping itu, Heru juga mengikuti program pelatihan seperti Executive Leadership Training dari Melbourne Business School dan Negotiations and Leadership in Action Programme dari Oxford.

Karier[sunting | sunting sumber]

Heru mengawali karier menjadi pelaksana di Kementerian Keuangan pada tahun 1992 di Direktorat Verifikasi, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Selain itu, beberapa jabatan yang pernah dia raih, antara lain:

  • Pada tahun 2002 sebagai Kepala Seksi Kepabeanan dan Cukai II
  • Pada tahun 2003 sebagai Kepala Seksi Impor
  • Pada tahun 2007 sebagai Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A4 Tanjung Uban
  • Pada tahun 2007 sebagai Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe A4 Sunda Kelapa
  • Pada tahun 2008 sebagai Kepala Subdirektorat Kerjasama Internasional III
  • Pada tahun 2008 sebagai Kepala Subdirektorat Peraturan dan Bantuan Hukum
  • Pada tahun 2009 sebagai Kepala Subdirektorat Intelijen
  • Pada 26 Maret 2010, ia menjadi Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penerimaan Kepabeanan dan Cukai
  • Pada 21 Juni 2011, ia menjadi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi
  • Pada 25 Oktober 2012, ia menjadi Direktur Fasilitas Kepabeanan
  • Pada 19 Maret 2015, ia menjadi Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai
  • Kemudian Pada 1 Juli 2015 beliau dipercaya menjabat sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan[2]
  • 12 Maret 2021, ia menjadi Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan

Pengalaman Reformasi Organisasi[sunting | sunting sumber]

Heru menginisiasi program reformasi yang mengusung perbaikan tata kelola, proses bisnis, dan pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Ia juga tergabung dalam Tim Reformasi Kepabeanan sejak 1995, dimana DJBC melakukan transformasi secara signifikan. Proses ini diawali dengan komputerisasi proses bisnis, pertukaran data antarpemangku kepentingan, perubahan undang-undang kepabeanan dan cukai, perbaikan tata kelola dan proses bisnis, serta penegakan disiplin dalam institusi. Heru kemudian melanjutkan dedikasinya dalam Tim Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai. Keberhasilan tim ini antara lain terwujud dalam penguatan integritas, perbaikan organisasi, optimasi penerimaan, perbaikan fasilitas kepabeanan, serta peningkatan layanan di tahun 2017. Modernisasi institusi ia kejar melalui optimalisasi penggunaan data analitik baik untuk kepentingan layanan, maupun untuk kepentingan tata kelola internal.

Kebijakan Strategis[sunting | sunting sumber]

Selama bertugas sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru meluncurkan berbagai program terkait fasilitas perdangangan dan reformasi struktural seperti program anti korupsi; pembangunan Pusat Komando dan Kendali; penyelenggaraan Operasi Gempur untuk memberantas penyelundupan tembakau; pembentukan Pusat Logistik Berikat (PLB); penyediaan Layanan Pembayaran Elektronik dan Terpusat,     e-warehouse, e-certificate of origin, dan Operator Ekonomi Bersertifikat; penyesuaian fasilitas kepabeanan selama pandemi Covid-19, dan yang terkini adalah pembangunan NLE (National Logistic Ecosystem) yang menghubungkan semua pemangku kepentingan dalam sebuah platform dengan tujuan menyelaraskan arus barang dan dokumen internasional.

Pengalaman Internasional dan Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Heru berperan aktif pada berbagai forum internasional, baik dalam wilayah ASEAN maupun dengan negara-negara lainnya dalam perhimpunan bilateral dan multilateral. Ia juga turut berpartisipasi pada sejumlah diskusi terkait perdagangan internasional, penindakan kepabeanan dan cukai, tindak pidana pencucian uang, kejahatan lintas negara, perdagangan ilegal, anti terorsime, penyelundupan narkoba, dan perdagangan manusia. Pada tahun 2020 Heru dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua World Customs Organization (WCO) untuk Asia-Pacific, salah satu wilayah yang paling luas cakupan dan ragamnya. Dalam setiap pertemuan WCO Asia-Pacific, Heru selalu menekankan bahwa komunikasi, kepercayaan, dan saling pengertian adalah nilai-nilai yang harus senantiasa dijunjung tinggi.

Pada tahun 2017 Heru memperoleh penghargaan Bung Hatta Anti-Corruption Award (BHACA) atas kerja kerasnya menginternalisasi nilai-nilai integritas ke dalam organisasi. Debut dan kepemimpinannya juga diakui dunia internasional lewat penganugrahan Pingat Tauladan Terbilang dari Departemen Kepabeanan Kerajaan Malaysia pada tahun 2018. Di dalam negeri, ia menerima penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Joko Widodo atas kontribusinya kepada negara dalam mencegah masuknya barang ilegal dan berbahaya ke wilayah NKRI melalui sistem analisa data penumpang (Passanger Risk Management).

Referensi[sunting | sunting sumber]

https://setjen.kemenkeu.go.id/in/post/sekretaris-jenderal,-heru-pambudi https://setjen.kemenkeu.go.id/in/post/heru-pambudi-menghadiri-acara-pisah-sambut-direktorat-jenderal-bea-dan-cukai https://www.cnbcindonesia.com/news/20210312081954-4-229583/sri-mulyani-ganti-heru-pambudi-tak-lagi-jadi-bos-bea-cukai

  1. ^ Sutianto, Feby Dwi (1 Juli 2015). "Ini Profil Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi". detikfinance. Diakses tanggal 16 Juli 2018. 
  2. ^ "Menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif di abad ke-21". www.kemenkeu.go.id. Diakses tanggal 2017-12-15.