Haris Sudarno

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Kurnia Dewantara
Informasi pribadi
Lahir 17 Desember 1941 (umur 76)
Bendera Indonesia Pati, Jawa Tengah
Alma mater AMN 1965
Dinas militer
Pihak  Indonesia
Dinas/cabang Lambang TNI AD.png TNI Angkatan Darat
Pangkat Pdu mayjendtni komando.png Mayor Jenderal TNI
Satuan Infanteri

Mayor Jenderal TNI (Purn.) Haris Sudarno (lahir di Pati, Jawa Tengah, 17 Desember 1941; umur 76 tahun) adalah perwira tinggi TNI.[1] dengan jabatan terahkir sebagai Panglima Kodam V/Brawijaya.[2]

Haris Sudarno, lulusan AMN 1965 ini berpengalaman dalam bidang Infanteri.

Karier Militer[sunting | sunting sumber]

Haris telah cukup akrab dengan Jawa Timur. Jenderal lulusan AMN Magelang 1965 ini, pada 1988 pernah menjabat sebagai Komandan Korem (Danrem) 084/Bhaskara Jaya. Ini satu-satunya Korem di lingkungan Kodam V/Brawijaya yang memiliki wilayah pulau terjauh dari pulau Jawa. Membawahi 9 Kodim. Tiga Kodim di Surabaya (Kodim 0830/Surabaya Utara, Kodim 0831/Surabaya Timur, Kodim 0832/Surabaya Selatan), Satu di Sidoarjo (Kodim 0816/Sidoarjo), dan satu di Gresik (Kodim 0817/Gresik). 4 Kodim lain di Madura (Kodim 0826/Pamekasan, Kodim 0827/Sumenep, Kodim 0828/Sampang, Kodim 0829/Bangkalan).

Salah satu Kodim di Madura, Kodim 0827/Sumenep, memiliki wilayah setara Koramil di pulau-pulau kecil, yang berjauhan letaknya. Antara lain dii pulau Pegerungan, yang malah lebih dekat dengan Lombok. Begitu juga pulau-pulau kecil yang jumlahnya hampir ratusan, beberapa di antaranya justru lebih dekat dengan kepulauan Maluku.

Saat menjabat Danrem 084/Bhaskara Jaya itu, Haris yang hobi sepak bola, juga menjabat ketua harian Persebaya. Bahkan ketika itu, nama Haris lebih dikenal sebagai bos Persebaya ketimbang sebagai Danrem.

Setelah 15 bulan menjabat Danrem 084/Bhaskara Jaya, Haris dipercaya pimpinan Angkatan darat, pada 1989 sebagai Kepala Staf Devisi Infanteri 2/ Kostrad, di Singosari, Malang. Pada Agustus 1990, Pimpinan TNI AD mempercayakan tugas lebih tinggi, menjadi Kepala Staf Kodam Jaya. Di sini pangkatnya naik, memperoleh bintang satu, Brigadir Jenderal. Di sini pula Haris menghadapi peristiwa besar di bidang sosial politik, Pemilu 1992 dan Sidang Umum MPR 1993.

Memasuki 1993, namanya disebut-sebut yang mungkin bakal menggantikan Mayjen TNI R. Hartono, sebagai Panglima Kodam V/Brawijaya. Masyarakat Jawa Timur pun seolah sudah menyampaikan selamat datang, marhaban bikhudlurikum. Itu karena Haris memang bukan orang baru di Jatim. Ternyata benar, pada 30 Maret 1993, Haris harus hijrah ke Jawa Timur, sebagai Panglima Kodam V/Brawijaya.[3]

Karier Militer[sunting | sunting sumber]

  • Komandan Brigade Infanteri I Jakarta
  • Komandan Rindam di Kodam VII/Wirabuana
  • Komandan Korem 084/Baskara Jaya
  • Kepala Staf Divisi Infanteri 2/Kostrad
  • Kepala Staf Kodam Jaya
  • Panglima Daerah Militer V/Brawijaya

Referensi[sunting | sunting sumber]

Jabatan militer
Didahului oleh:
Mayjen TNI R. Hartono
Panglima Kodam V/Brawijaya
1993 - 1995
Diteruskan oleh:
Mayjen TNI Imam Utomo Soeparno