Hak-hak buruh

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Hak buruh)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Hak-hak buruh adalah sejumlah peraturan perundangan dan hak asasi manusia yang terkait dengan hubungan antara buruh dengan majikan. Hak ini biasanya diperoleh melalui undang-undang ketenagakerjaan. Secara umum, wacana tentang hak-hak pekerja terkait dengan negosiasi gaji, tunjangan, dan kondisi kerja yang aman. Salah satu isu terpenting adalah hak untuk membentuk asosiasi. Asosiasi memungkinkan karyawan untuk bernegosiasi dalam kelompok atau secara kolektif dengan majikan untuk meminta upah dan kondisi kerja yang lebih baik. Hak buruh juga memberikan buruh hak untuk turut serta dalam pengambilan keputusan dan kebijakan.

Pengkritik hak-hak buruh mengklaim bahwa peraturan yang diadvokasi oleh aktivis hak-hak buruh dapat membatasi kesempatan untuk bekerja. Di Amerika Serikat, para kritikus keberatan dengan serikat buruh yang meminta majikan untuk hanya mempekerjakan anggota serikat buruh. Undang-Undang Taft-Hartley di Amerika Serikat melarang tindakan seperti itu, tetapi tidak memberikan persyaratan yang ketat. Undang-Undang Taft-Hartley juga memungkinkan negara bagian untuk menyetujui undang-undang hak untuk bekerja yang tidak mewajibkan perekrutan anggota serikat buruh. Para buruh menanggapi bahwa kebijakan ini menyebabkan permasalahan penumpang gratis; dalam kata lain, buruh-buruh yang tidak tergabung dalam serikat buruh dapat menikmati hak-hak yang telah diperjuangkan oleh serikat buruh.

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Sepanjang sejarah, para buruh telah menuntut hak dengan memperjuangkan kepentingan mereka. Selama Abad Pertengahan, Pemberontakan Petani di Inggris secara terbuka menuntut upah dan kondisi kerja yang lebih baik. Salah satu pemimpin pemberontak yang bernama John Ball berpendapat bahwa setiap orang dilahirkan setara. Ia juga berkata berkata: "saat Adam bertani dan Hawa menenun, bukankah kita semua sama?" Pekerja sering menuntut hak-hak tradisional, seperti petani Inggris yang menentang pembatasan lahan karena tindakan tersebut biasanya mengambil tanah tradisional dan menjadikannya hak pribadi orang-orang tertentu.

Di Inggris pada tahun 1833, telah ditetapkan sebuah undang-undang yang menyatakan bahwa anak-anak di bawah umur 9 tahun tidak boleh bekerja, anak-anak berusia 9-13 hanya boleh bekerja 8 jam sehari, dan anak-anak berusia 14-18 hanya boleh bekerja 12 jam sehari.

Hak buruh adalah tambahan yang agak baru dalam perbendaharaan kata modern hak asasi manusia. Konsep modern hak-hak buruh bermula sejak abad ke-19 selepas proses industrialisasi dan pendirian serikat buruh. Karl Marx adalah salah satu pendukung hak-hak buruh yang paling terkenal. Teori filsafat dan ekonominya berfokus pada masalah ketenagakerjaan dan mendukung sistem ekonomi sosialisme yang dijalankan oleh buruh. Banyak gerakan sosial untuk hak-hak buruh yang terkait dengan kelompok-kelompok yang dipengaruhi Marx seperti kaum sosialis dan komunis. Kelompok sosialis demokratik dan demokrat sosial yang lebih moderat juga mendukung kepentingan buruh.

Organisasi Buruh Internasional (ILO) didirikan pada tahun 1919 sebagai organ Liga Bangsa-Bangsa yang melindungi hak-hak buruh. ILO kemudian menjadi organ Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hak-hak buruh saat ini dilindungi oleh Pasal 6-8 Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya yang berbunyi, termasuk "hak setiap orang untuk menikmati kondisi kerja yang adil dan menguntungkan."[1] Hak-hak buruh secara khusus dilindungi oleh Konvensi Internasional Tentang Perlindungan Seluruh Hak Buruh Migran dan Para Anggota Keluarga Mereka, tetapi sejauh ini hanya 28 negara yang meratifikasi perjanjian tersebut.

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]