Hürrem Sultan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Hürrem Sultan
Tizian 123.jpg
Hürrem Sultan (Roxelana)
Haseki Sultan
Berkuasa19 Maret 1534 – 15 April 1558
Lahir1502–04
Bendera Polandia Rohatyn, Kerajaan Polandia (sekarang Bendera Ukraina Ukraina)
Wafat15 April 1558 (umur 53–56)
Fictitious Ottoman flag 2.svg Istana Topkapi, Konstantinopel, Kesultanan Utsmaniyah
Pemakaman
AyahHavrylo Lisowski[3][4]
IbuLeksandra Lisowski
PasanganSuleiman I
AnakŞehzade Mehmed
Mihrimah Sultan
Şehzade Abdullah
Sultan Selim II
Şehzade Bayezid
Şehzade Cihangir
AgamaKristen Orthodox kemudian menjadi Islam

Haseki Hürrem Sultan (pelafalan Turki [haseˈci hyrˈrem sulˈtaːn]), (Turki Utsmaniyah: خرم سلطان, atau disebut "Khurramor" ( yang ceria ), terkadang juga disebut "Kharima" ( yang mulia ), lahir 1506; meninggal di Istana Topkapi, 15 April 1558) (disebut juga Roxelana yang merupakan julukannya dalam bahasa-bahasa Barat yang merupakan nama lahirnya) adalah istri Sultan Suleiman I dari Kesultanan Utsmaniyah.[5]

Ia lahir di kota Rohatyn, yang saat itu dikuasai oleh Kerajaan Polandia. Pada tahun 1520-an, ia ditangkap oleh bangsa Tatar Krimea dan diperbudak ke Kaffa, lalu ke Konstantinopel. Kemudian, ia dipilih untuk masuk ke harem Suleiman. Segera Hurrem menarik perhatian Suleiman, dan membuat perempuan-perempuan harem lainnya cemburu. Suatu hari, selir favorit Suleiman, Mahidevran, bertengkar dengan Hurrem dan memukulinya. Suleiman membuang Mahidevran ke Manisa bersama dengan anaknya yang merupakan calon pewaris takhta, Sehzade Mustafa. Pembuangan ini secara resmi disebut "pelatihan putra mahkota." Beberapa tahun kemudian, karena takut akan memicu pemberontakan, Suleiman memerintahkan agar Mustafa dibunuh dengan dicekik.

Pengaruh Hurrem kepada sultan kemudian terus menguat. Ia melahirkan enam anak, yaitu Putri Mihrimah, Selim II, Sehzade Bayezid,Sehzade Cihangir ,Sehzade Mehmed, dan Abdullah. Suleiman juga menikahi Hurrem, dan ini merupakan pelanggaran tradisi panjang Utsmaniyah. Akibatnya, posisi Hurrem menjadi semakin kuat, dan pada akhirnya Selim II -lah yang menjadi penerus.

Dalam kehidupan sehari-hari di istana, Hurrem menjadi penasihat, dan mempengaruhi jalannya urusan luar negeri. Dua suratnya ke raja Polandia Sigismund II Augustus adalah contohnya. Beberapa sejarawan juga meyakini bahwa Hurrem mempengaruhi suaminya agar mengontrol penjarahan bangsa Tatar Krimea di tanah kelahirannya.

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ The Encyclopædia Britannica, Vol.7, Edited by Hugh Chisholm, (1911), 3; Constantinople, the capital of the Turkish Empire...
  2. ^ Britannica, Istanbul:When the Republic of Turkey was founded in 1923, the capital was moved to Ankara, and Constantinople was officially renamed Istanbul in 1930.
  3. ^ Dr Galina I Yermolenko (2013). Roxolana in European Literature, History and Culturea. Ashgate Publishing, Ltd. hlm. 275. ISBN 978-1-409-47611-5. 
  4. ^ Ukrainian Orthodox priest, Havrylo Lisowsky, father of Roxelana
  5. ^ The Imperial House of Osman GENEALOGY

Pranala luar[sunting | sunting sumber]