Gondor

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Blason Gondor.svg

Gondor adalah salah satu kerajaan di Bumi tengah sebelah selatan yang hanya terdapat dalam kisah fiksi fantasi The Lord of the Rings karya J.R.R. Tolkien. Gondor merupakan kerajaan Dúnedain yang didirikan oleh Isildur dan Anárion, putera Elendil, setelah runtuhnya Númenor. Gondor terletak di sebelah barat Mordor. Kata “Gondor” berarti “Negeri Batu”, dari bahasa Sindarin, gond (batu) + dor (negeri).

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sejarah awal[sunting | sunting sumber]

Pada mulanya daratan Gondor didiami oleh koloni Númenór, sebelum ditemukan oleh putera-putera Elendil. Gondor merupakan wilayah yang lebih sederhana daripada Arnor di sebelah utara dan penduduknya lebih banyak daripada di Eriador. Putera-putera Elendil datang ke wilayah ini dan membuat Gondor menjadi daerah kolonial mereka. Setelah Númenór musnah, didirikanlah sebuah kota di pesisir sungai Anduin bernama Pelargir. Penduduk di sebelah utara Anduin menerima Elendil sebagai Raja mereka.

Exiles membangun beberapa kota dan benteng, dan masing-masing memiliki palantír. Elendil dan putranya mendirikan kota di sana, bernama Minas Anor di sebelah barat Anduin untuk Anárion, dan Minas Ithil di sebelah timur Anduin untuk Isildur. Minas Ithil berada dekat dengan batas Gondor. Antara Minas Anor dan Minas Ithil, terdapat kota Osgiliath yang merupakan ibukota Gondor. Di sana terdapat palantír yang utama daripada palantír lainnya.


Pada akhir zaman kedua, Gondor diserbu pasukan Sauron dari Mordor. Minas Ithil jatuh ke tangan Sauron namun Isildur dan keluarganya berhasil menyelamatkan diri ke Arnor. Sementara itu Anárion berusaha melindungi Gondor dan membuat persekutuan antara Manusia dengan Elf dan bangsa lainnya untuk mengalahkan Sauron. Sauron berhasil dikalahkan.

Setelah Sauron dikalahkan, Gondor bertanggung jawab untuk mengawasi Mordor. Di antara Para Pemimpin Gondor, hanya Isildur yang selamat sedangkan ayah dan saudaranya gugur. Isildur berhak menjadi pewaris tahta dan memimpin Gondor. Namun ia dibunuh oleh Orc di dekat Gladden Fields. Valandil, putera bungsu Isildur, tidak pernah menggantikan posisi ayahnya pada pemerintahan Gondor. Hal ini berlanjut sehingga membuat politik Gondor tidak stabil dan Arnor menjadi tidak aman.

Pada tahun 492 zaman ketiga, Gondor mendapat serbuan pertama dari Easterlings. Pertempuran ini berhasil dimenangkan Gondor karena pertahanan kuat dan juga berhasil merebut beberapa wilayah di sebelah timur Anduin.

Masa Kejayaan[sunting | sunting sumber]

Masa Kejayaan Gondor, dimulai pada masa Raja Tarranon yang dijuluki "Falastur" atas jasanya menguasai Gondor Selatan, dan pembangunan kapal-kapal perang yang terjadi di masanya. Anaknya, Raja Earnil I melanjutkan jejak ayahnya, dan merebut Umbar, sebuah pelabuhan kuno milik kaum Numenor dahulu kala. Dari masa Earnil I, dimulailah masa Raja-Raja Kapal dari Gondor, yang membawa Gondor pada puncak Kejayaannya, yaitu masa Hyarmendacil I, dan masa Atanatar II "Alcarin Agung".

Raja Ciryaher, memerintah tahun 1149 sampai tahun 1226, Kerajaan Harad di selatan ditaklukkan. Maka Ia diberi panggilan "Hyarmendacil" yang berarti Penakluk Selatan. Pangeran-pangeran Harad dibawa ke Gondor, dan dipenjara di dalam Istana Osgiliath. Maka jatuhlah Harad ke bawah kekuasaan Gondor, dan dimulailah masa Kejayaan tertinggi dari Gondor. Masa pemerintahan Hyarmendacil I jauh lebih lama dari pendahulunya yaitu sekitar 134 tahun.

Pemberontakan[sunting | sunting sumber]

Pada abad ke-15, perang sipil bernama Kin-strife terjadi. Raja pada masa itu, Raja Eldacar, merupakan keturunan Northmen. Castamir hendak menggulingkan pemerintahannya, namun Eldacar melarikan diri sedangkan putera sulungnya dibunuh.

Castamir memerintah dengan kejam dan ia terlalu memperhatikan wilayah pesisir sedangkan provinsi dalam negeri diabaikan. Eldacar kembali dengan membawa pasukan dari Northmen, yaitu pasukan Rhovanion, dan bergabung dengan pasukan Gondor dari provinsi Anórien untuk menggulingkan kekuasaannya. Eldacar membunuh Castamir dan merebut tahtanya kembali. Osgiliath mengalami kerusakan parah saat konflik itu terjadi. Jembatan besarnya rusak, dan Kubah Bintang terjatuh ke sungai, bersama palantír yang disimpan di sana.

Wabah besar[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1636 zaman ketiga, wabah besar terjadi dan menyapu sebagian besar wilayah Bumi-Tengah. Pohon Putih Gondor mati bersama dengan Raja Telemnar dan putera-putranya. Wabah mencapai wilayah Arnor dan The Shire.

Raja Tarondor yang mewarisi tahta menyelamatkan bibit Pohon Putih Gondor dan memindahkan ibukota ke Minas Anor. Sebagian penduduk Gondor meninggal. Hal ini membuat pertahanan Gondor melonggar, sehingga memungkinkan musuh dari Haradrim atau Easterling menyerang Gondor. Namun penyerangan tidak terjadi.

Perang Cincin[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 3019 zaman ketiga, terjadi pertempuran besar di lapangan Pelennor, depan Minas Tirith, ibukota Gondor. Pertempuran ini merupakan pertempuran kedua sekaligus terakhir melawan Sauron. Pertempuran ini dipimpin oleh Aragorn sebagai ahli waris Isildur, putera mahkota Gondor. Pertempuran ini dimenangkan oleh Gondor dengan aliansi dari Rohan. Setelah kemenangan, tahta Gondor diberikan pada Aragorn dan para Raja bersatu.

Tempat-tempat terkemuka di kerajaan Gondor[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]