Gagasan Megali

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Salah satu konsep "Yunani Raya" yang diajukan selama Konferensi Perdamaian Paris 1919.

Gagasan Megali (bahasa Yunani: Μεγάλη Ιδέα, Megáli Idéa, "Gagasan Besar")[1] adalah konsep iredentisme yang ingin mendirikan negara Yunani yang mencakup semua wilayah yang dihuni oleh orang-orang Yunani, termasuk populasi Yunani yang masih berada di bawah kekuasaan Utsmaniyah seusai Perang Kemerdekaan Yunani (1830) dan wilayah-wilayah yang sebelumnya pernah dikuasai oleh Yunani (seperti Balkan Selatan, Anatolia dan Siprus).[2]

Istilah ini muncul untuk pertama kalinya selama perdebatan antara Perdana Menteri Ioannis Kolettis dengan Raja Otto sebelum penetapan Konstitusi 1844.[3] Gagasan ini merupakan aspirasi nasionalis yang mendominasi politik dalam negeri dan hubungan luar negeri Yunani dari awal gagasan ini dicetuskan hingga awal abad ke-20. Di dalam gagasan ini juga terbesit keinginan untuk memulihkan Kekaisaran Romawi Timur dengan mendirikan negara Yunani yang mencakup seluruh bekas wilayah Romawi Timur dari Laut Ionia di barat hingga Asia Kecil dan Laut Hitam di timur, serta dari Trakia, Makedonia dan Epirus di utara hingga Kreta dan Siprus di selatan. Ibukota baru negara ini adalah Konstantinopel, dan Yunani diimpikan menjadi negara "dua benua dan lima lautan" (Eropa dan Asia serta Laut Ionia, Aegea, Marmara, Hitam dan Libya).

Keinginan untuk mewujudkan gagasan ini mulai pupus setelah kekalahan Yunani dalam perang melawan Turki pada tahun 1919-1922 dan peristiwa Kebakaran Besar Smyrna pada tahun 1922. Yunani dan Turki kemudian melakukan pertukaran penduduk pada tahun 1923. Walaupun mimpi Megali telah berakhir pada tahun 1922, negara Yunani mengalami perluasan sebanyak lima kali dalam sejarahnya, baik itu lewat perang maupun diplomasi (seringkali dengan dukungan dari Britania). Sejarah mencatat bahwa Yunani telah memperoleh wilayah Kepulauan Ionia pada tahun 1864, Thessalia pada tahun 1881, Makedonia, Kreta, Epirus Selatan dan Kepulauan Aegea Timur pada tahun 1913, Trakia Barat pada tahun 1920 dan Kepulauan Dodecanese pada tahun 1947.

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]