Frans Nadjira

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Frans Nadjira (lahir di Makassar, Pendudukan Jepang Bendera Jepang, 3 September 1942; umur 77 tahun) adalah seniman berkebangsaan Indonesia. Namanya dikenal melalui karya-karyanya berupa lukisan dan puisi yang dipublikasikan ke berbagai media massa, baik dalam negeri maupun luar negeri. Frans Nadjira merupakan salah satu penerima Grant dari Pemerintah Amerika Serikat untuk mengikuti program penulisan kreatif International Writing Program di University of Iowa, Iowa, USA (1979).[1][2]

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Frans Nadjira lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 3 September 1942. Sejak usia muda sudah mengakrabi dunia seni, utamanya senirupa. Waktu itu, secara diam-diam, ia mengambil kartu pos bergambar Rembrant dan Vincent van Gogh dari kotak surat seorang Belanda, ia juga menemukan reproduksi lukisan Wassily Kandinsky di tong sampah. Karya-karya maestro dunia itu, secara tanpa sadar telah membawa Frans mencintai seni lukis dan mendorongnya bersekolah di Akademi Seni Lukis Indonesia (ASLI) Makassar selama setahun. Kemudian ia merantau ke Kalimantan Utara dan Filipina sebagai buruh dan pelaut, serta mendalami seni lukis dan sastra. Pada dasawarsa 1960-an, Frans bergiat pada kalangan sastra Jakarta. Pada tahun 1974 ia pindah ke Denpasar, Bali menjalani profesi sebagai pelukis dan memilih metode seni lukis otomatis (psikografi) yang ditekuni hingga sekarang, sekaligus melakukan berbagai kegiatan pengembangan sastra di Bali.[3][4]

Irama, gerak, komposisi, dan warna menjadi ruh dalam karya-karyanya. Ia merumuskan laku berkeseniannya dengan otomatisme yang dipengaruhi oleh Kadinsky. Bedanya, ia percaya dengan otomatisme pada tangan, yang menyapukan kuas, digerakan oleh kekuatan kosmik karena lukisan lahir dari kekuatan kosmik lewat tangan pelukis. Pandangan itu membuat lukisannya seperti bergerak, saling membelit, menciptakan asosiasi-asosiasi berbagai bentuk yang tercipta dari naluri purba yang berasal dari kedalaman jiwa. Ia juga dikenal antigaleri. Sikapnya itu hanya menolak galeri yang mengeruk habis-habisan seorang pelukis semata-mata demi tujuan komersial, dan setelah pelukis itu tidak berkarya dicampakkan begitu saja.

Selain dikenal sebagai seniman lukis, ia juga dikenal sebagai seorang sastrawan. Pada tahun 1979, ia mendapat grant dari Pemerintah Amerika Serikat untuk mengikuti program penulisan kreatif International Writing Program di University of Iowa, Iowa City, Amerika Serikat. Tulisan-tulisan Frans Nadjira pernah dimuat di berbagai media luar maupun di dalam negeri. Selain itu, sejumlah karya puisi dan cerpen Frans Nadjira juga telah dimuat dalam buku antologi bersama seperti: Terminal, Laut Biru Langit Biru, Puisi Asean, The Spirit That Moves US (USA), Tonggak, On Foreign Shores, Ketika Kata Ketika Warna, Teh Ginseng, A Bonsai’s Morning, Horizon Sastra Indonesia dan beberapa buku apresiasi sastra Indonesia.

Karya[sunting | sunting sumber]

  • Jendela (1980)
  • Bercakap-Cakap Di Bawah Guguran Daun-Daun (1981)
  • Springs Of Fire Springs Of Tears (1998)
  • Curriculum Vitae (2007)

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

  • Grant dari Pemerintah Amerika Serikat untuk mengikuti program penulisan kreatif International Writing Program di University of Iowa, Iowa, USA (1979)

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]