Filsafat perenial

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Filsafat perenial (Latin: philosophia perennis), [note 1] yang juga disebut Perenialisme, adalah sebuah sudut pandang dalam filsafat agama yang meyakini bahwa setiap agama di dunia memiliki suatu kebenaran yang tunggal dan universal yang merupakan dasar bagi semua pengetahuan dan doktrin religius.

Gagasan perenialisme sudah ada sejak zaman kuno dan dapat ditemui dalam berbagai agama dan filsafat dunia. Istilah philosophia perennis pertama kali digunakan oleh Agostino Steuco (1497–1548),[1] yang mendasarkannya dari tradisi filosofis yang sebelumnya sudah ada, yaitu dari Marsilio Ficino (1433–1499) dan Giovanni Pico della Mirandola (1463–94).

Pada akhir abad ke-19, gagasan ini dipopulerkan oleh pemimpin Masyarakat Teosofis seperti H. P. Blavatsky dan Annie Besant dengan nama "Kebijaksanaan-Agama" atau "Kebijaksanaan Kuno".[2] Pada abad ke-20, gagasan ini dipopulerkan di negara-negara berbahasa Inggris oleh Aldous Huxley dengan bukunya The Perennial Philosophy, dan juga tulisan dari sekelompok pemikir yang kini dikenal dengan nama Mazhab Tradisionalis.

Sudut pandang ini bertentangan dengan saintisme dalam masyarakat sekuler modern. Salah satu penafsiran populer tentang perenialisme juga mendukung universalisme, gagasan bahwa semua agama, di bawah perbedaan yang tampak, sebenarnya menunjuk pada Kebenaran yang sama. Pada awal abad ke-19, kaum Transendentalis menyebarkan gagasan tentang kebenaran metafisik dan universalisme, mengilhami kaum Unitarian yang berdakwah di kalangan elit India. Menjelang akhir abad ke-19, Perhimpunan Teosofi semakin mempopulerkan universalisme, tidak hanya di dunia barat, tetapi juga di koloni barat. Pada abad ke-20, universalisme dipopulerkan lebih lanjut melalui Aliran Tradisionalis yang diilhami Advaita Vedanta, yang mendukung asal muasal agama-agama ortodoks yang metafisik, dan oleh Aldous Huxley dan bukunya The Perennial Philosophy, yang diilhami oleh neo-Vedanta dan aliran Tradisionalis.

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ lebih lengkapnya, philosophia perennis et universalis; yang kadang disingkat menjadi sophia perennis atau religio perennis

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Charles Schmitt, Perennial Philosophy: From Agostino Steuco to Leibniz, Journal of the History of Ideas. P. 507, Vol. 27, No. 1, (Oct. – Dec. 1966)
  2. ^ Helena Petrovna Blavatsky, The Key to Theosophy (Mumbay, India: Theosophy Company, 1997), 7.

Sumber-sumber lain[sunting | sunting sumber]

Sumber media cetak[sunting | sunting sumber]

  • Soares de Azevedo, Mateus (2005), Ye Shall Know the Truth: Christianity and the Perennial Philosophy, World Wisdom, ISBN 0-941532-69-0 
  • Blavatsky, Helena Petrovna (1997), The Key to Theosophy, Mumbai, India: Theosophy Company 
  • James S. Cutsinger, The Fullness of God: Frithjof Schuon on Christianity, Bloomington, Indiana: World Wisdom, 2004
  • Drury, Nevill (2004), The New Age: Searching for the Spiritual Self, London, England, UK: Thames and Hudson, ISBN 0-500-28516-0 
  • Durant; Durant (1966), Will Durant, The Story of Civilization. Volume 2: The Life of Greece, Simon and Schuster 
  • Ranjit Fernando (ed.) (1991), The Unanimous Tradition, Essays on the essential unity of all religions. Sri Lanka Institute of Traditional Studies, 1991 ISBN 955-9028-01-4
  • Hori, Victor Sogen (1999), Translating the Zen Phrase Book. In: Nanzan Bulletin 23 (1999) (PDF) 
  • Huxley, Aldous (1945), The perennial philosophy (edisi ke-1st), New York: Harper & Brothers 
  • Huxley, Aldous (1990), The Perennial Philosophy (edisi ke-Harper Perennial 1990), Harper & Row, ISBN 0-06-090191-8 
  • Huxley, Aldous (2004), The Perennial Philosophy (edisi ke-Harper Modern Classics 2004), Harper & Row, ISBN 0-06-057058-X 
  • John Holman (2008), The Return of the Perennial Philosophy: The Supreme Vision of Western Esotericism. Watkins Publishing, ISBN 1-905857-46-2
  • Jacobs, Alan (2004), Advaita and Western Neo-Advaita. In: The Mountain Path Journal, autumn 2004, pages 81-88, Ramanasramam, diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-05-18 
  • Perennial Philosophy, Brenda Jackson, Ronald L McDonald, Penguin Group (USA) ISBN 0-452-00144-7
  • King, Richard (2002), Orientalism and Religion: Post-Colonial Theory, India and "The Mystic East", Routledge 
  • Lings, Martin; Minnaar, Clinton (2007), The Underlying Religion: An Introduction to the Perennial Philosophy, World Wisdom, ISBN 9781933316437 
  • The other perennial philosophy: a metaphysical dialectic, Author Alan M. Laibelman, University Press of America, (2000), ISBN 0-7618-1827-8
  • McMahan, David L. (2008), The Making of Buddhist Modernism, Oxford University Press, ISBN 9780195183276 
  • "The Mystery of the Two Natures", in Barry McDonald (ed.), Every Branch in Me: Essays on the Meaning of Man, Bloomington, Indiana: World Wisdom, 2002
  • McEvilley, Thomas (2002), The Shape of Ancient Thought 
  • Frithjof Schuon and the Perennial Philosophy, Authors Harry Oldmeadow and William Stoddart, Contributor William Stoddart, Publisher World Wisdom, Inc, (2010) ISBN 1-935493-09-4
  • Parsons, William B. (2011), Teaching Mysticism, Oxford University Press 
  • Whitall N. Perry, A Treasury of Traditional Wisdom, Louisville, Kentucky: Fons Vitae, 2001
  • Prothero, Stephen (2010), God is Not One: The Eight Rival Religions That Run the World--and Why Their Differences MatterPerlu mendaftar (gratis), HarperOne, ISBN 978-0-06-157127-5 
  • Roy, Sumita (2003), Aldous Huxley And Indian Thought, Sterling Publishers Pvt. Ltd 
  • Schmitt, Charles (1966), "Perennial Philosophy: From Agostino Steuco to Leibniz", Journal of the History of Ideas, 27 (1): 505–532), doi:10.2307/2708338, JSTOR 2708338 
  • Sharf, Robert H. (2000), "The Rhetoric of Experience and the Study of Religion" (PDF), Journal of Consciousness Studies, 7 (11–12): 267–87, diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2013-05-13, diakses tanggal 2013-05-04 
  • Shear, Jonathan (1994), "On Mystical Experiences as Support for the Perennial Philosophy", Journal of the American Academy of Religion, 62 (2): 319–342, doi:10.1093/jaarel/LXII.2.319, JSTOR 1465269 
  • Sherrard, Philip (1998), "Christianity and Other Sacred Traditions", Christianity: Lineaments of a Sacred Tradition, Brookline, Massachusetts: Holy Cross Orthodox Press 
  • Shipley, Morgan (2015), Psychedelic Mysticism: Transforming Consciousness, Religious Experiences, and Voluntary Peasants in Postwar America, Lexington Books 
  • Slavenburg; Glaudemans (1994), Nag Hammadi Geschriften I, Ankh-Hermes 
  • Smith, Huston (1987), "Is There a Perennial Philosophy?", Journal of the American Academy of Religion, 55 (3): 553–566, doi:10.1093/jaarel/LV.3.553, JSTOR 1464070 

Bacaan lebih lanjut[sunting | sunting sumber]

Aliran Tradisonalis

  • Martin Lings, The Underlying Religion: An Introduction to the Perennial Philosophy, ISBN 1933316438
  • William W. Quinn, junior. The Only Tradition, in S.U.N.Y. Series in Western Esoteric Traditions. Albany, N.Y.: State University of New York Press, 1997. xix, 384 p. ISBN 0-7914-3214-9 pbk
  • Samuel Bendeck Sotillos, Psychology and the Perennial Philosophy: Studies in Comparative Religion (Bloomington, IN: World Wisdom, 2013). ISBN 978-1-936597-20-8

Aldous Huxley

  • Huxley, Aldous (2004), The Perennial Philosophy (edisi ke-Harper Modern Classics 2004), Harper & Row, ISBN 0-06-057058-X 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]