Lompat ke isi

F.X. Mudji Sutrisno

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Fransiskus Xaverius Mudji Sutrisno

GerejaGereja Katolik Roma
Keuskupan agung
Jakarta
Imamat
Tahbisan imam
30 Desember 1982
(42 tahun, 363 hari)
Informasi pribadi
Nama lahirMudji Sutrisno
Lahir(1954-08-12)12 Agustus 1954
Surakarta, Jawa Tengah
Meninggal28 Desember 2025(2025-12-28) (umur 71)
Jakarta
MakamKompleks Pemakaman Girisonta
KewarganegaraanIndonesia
DenominasiKatolik Roma

Fransiskus Xaverius Mudji Sutrisno, S.J. (12 Agustus 1954  28 Desember 2025)[1] adalah seorang budayawan Indonesia sekaligus rohaniawan Katolik,[2][3][4] penyair, dan pelukis.

Romo Mudji Sutrisno meninggal dunia pada 28 Desember 2025 di Rumah Sakit Sint Carolus, Jakarta, karena sakit.[5]

  1. Sunyi Yang Berbisik (2020)
  2. Oase (2020)
  3. Rekah Puisi (2019)
  4. Tu(l)ah Kata (2018)
  5. Esai-Esai Untuk Negeri (2015)
  6. Membaca Rupa Kebudayaan (2014)
  7. Krisis Peradaban (2013)
  8. Pedulikah kita Pada Hidup? (2012)
  9. Ranah-Ranah Estetika (2011)
  10. Rumah Filsafat & Kunci Kebudayaan (2010)
  11. Malam Tak Jadi Purnama (2010)
  12. Ranah Filsafat dan Kunci Kebudayaan (2010)
  13. Ranah-ranah Kebudayaan (Dalam Esai) (2009)
  14. Cultural Studies (2007)
  15. Rekah Lembah (2007)
  16. Driyarkara: Filsuf yang Mengubah Indonesia (2006).
  17. Oase Estetis, Estetika dalam Kata dan Sketza (2006)
  18. Teks-teks Kunci Estetika (2005)
  19. Sejarah Filsafat Nusantara: Alam Pikiran Indonesia (2005)
  20. Teori-teori Kebudayaan (2005)
  21. Hermeneutika Pascakolonian, Soal Identitas (2005)
  22. Sunya (2005)
  23. Ziarah Anggur (2004)
  24. Ide-ide Pencerahan (2004).
  25. Zen Buddhis: Ketimuran dan Paradoks Spiritual (2002)
  26. Humanisme, Krisis, Humanisasi, (2001).
  27. Demokrasi, Semudah Ucapankah? (2000)
  28. Kebenaran dan Keindahan dalam Perjuangan la Makna (2000)
  29. Driyarkara, Dialog Panjang bersama Penulis (2000)
  30. Kisi-kisi Estetika (1999)
  31. Sari-sari Pencerahan (1997)
  32. Agama Wajah Cerah dan Wajah Pecah (1996)
  33. Pendidikan Pemerdekaan (1995)
  34. Filsafat, Sastra, dan Budaya (1995)
  35. Ziarah Peradaban (1995)
  36. Langkah-langkah Peradaban (1994)
  37. Getar-Getar Peradaban (1994)
  38. Budhisme, Pengaruhnya Dalam Abad Modern (1993)
  39. Nuansa-nuansa Peradaban (1993)
  40. Para Filsuf Penentu Gerak Zaman (1993)
  41. Estetika; Filsafat dan Keindahan (1993)
  42. Manusia Dalam Pijar-Pijar Kekayaan Dimensinya (1993)
  43. Kata Jadi Sapa (1990)
  44. Zen dan Fransiskus (1983)
  45. Estetika: Ditemani Catatan-Catatan Budaya (Kanisius, 2022)
  46. Meniti Jejak-Jejak Estetika-editor 2023
  47. Semai Kata (Kanisius, 2024)
  48. Semai Gagasan (Kanisius, 2025)
  49. Penanda Kata (Kanisius, 2025)
  50. Laku Membaca-editor (Kanisius, 2026)

Pameran lukisan

[sunting | sunting sumber]

Mudji Sutrisno turut terlibat atau menyelenggarakan sejumlah pameran lukisan.

Pameran Bersama Hitam-Putih dengan I Gusti Nurata dan Sam Bimbo di Bentara Budaya Bali.
Garis-Garis Sketsa, Pameran Tunggal, Jakarta.
Dari Stupa ke Stupa, Pameran Tunggal di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Stupa, Stupa, Stupa, Indonesia Contemporary Art Network (iCAN) Yogyakarta.
Paskah Gabah: via Crucis, Cemara 6 Galeri-Museum, Jakarta.
Pameran Sketsa Arupadhatu di Manohara, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Kumandang ing Sepi, Pameran Tunggal di Cemara 6 Galeri-Museum, Jakarta
Kumandang ing Sepi, Galeri Cipta 3 Taman Ismail Marzuki Jakarta pada 30 Oktober–2 November 2017.
Kumandang ing Sepi, Pameran Tunggal. Bentara-Budaya Balai Soedjatmoko, Solo, 27 Juli–3 Agustus 2018.
Pameran Bersama Sketsa: [Re]Kreasi Garis di Galeri Nasional, Jakarta. 4–16 September 2018 di Gedung B dan C Galeri Nasional Indonesia.
Pameran Tunggal Sketsa, Ziarah Gambar. Galeri St. Mathias Rasul. Jakarta, 7—15 Maret 2020.
Pameran Bersama Pameran Seni Rupa dari Kelompok InterCov-19 bertema Creative Freedom to The Heal the Nation (Artists Respond To Pandemic di Perpustakaan Nasional RI, 15 - 20 Oktober 2020.

2021 Pameran Bersama. Sapa Kristiani. Grha GKI, Jakarta, 28 Maret 2021.

[sunting | sunting sumber]

2023 Pameran Tunggal, "40 Tahun Meniti Jalan Imamat", Balai Budaya (1 - 9 Desember 2022), Jakarta

[sunting | sunting sumber]

2025 Pameran Tunggal, "Dari Gereja ke Gereja", Balai Budaya, (16-25 September 2025), Jakarta

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Romo F.X. Mudji Sutrisno, SJ Dipanggil Tuhan". Hidup Katolik. Diakses tanggal 2025-12-28.
  2. Di balik pena: Prof. Dr. Mudji Sutrisno, SJ Diarsipkan 2016-03-04 di Wayback Machine. - Kanisius Media. Diakses 27 Januari 2015
  3. Seleb Tempo: Kesunyian Sketsa Romo Mudji Sutrisno[pranala nonaktif permanen] diakses 12 Mei 2019
  4. Sarasvati: Sketsa Perjalanan Spiritualitas Romo Mudji Sutrisno Diarsipkan 2023-03-30 di Wayback Machine. diakses 12 Mei 2019
  5. Juan Prawira, Cornelius (28 Desember 2025). "Romo Mudji Sutrisno Wafat, Sosok Budayawan yang Menyuarakan Iman lewat Seni". Media Indonesia. Diakses tanggal 28 Desember 2025.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]