Evidensialitas

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Dalam ilmu bahasa, evidensialitas merupakan indikasi sifat suatu bukti di dalam suatu pernyataan; dalam kata lain, evidentialitas menunjukkan apakah terdapat bukti untuk suatu pernyataan, dan jika ada bukti macam apa. Sementara itu, evidensial (juga disebut verifikasional atau validasional) merupakan unsur tata bahasa khusus (afiks, klitik, atau partikel) yang menunjukkan evidensialitas.

Semua bahasa memiliki cara tertentu untuk menunjukkan sumber suatu informasi. Bahasa-bahasa Eropa (seperti bahasa-bahasa jermanik dan Roman) seringkali menunjukkan jenis bukti lewat kata kerja modal (bahasa Spanyol: deber de, bahasa Belanda: zouden, bahasa Denmark: skulle, bahasa Jerman: sollen), penggunaan kata lain (kata sifat) (bahasa Inggris: reportedly), atau frase (bahasa Inggris: it seems to me). Dalam bahasa Indonesia, evidensialitas ditunjukkan dengan kata "sebaiknya", "dilaporkan", "terbukti", atau "tampaknya".

Beberapa bahasa memiliki kategori gramatikal khusus untuk evidensialitas yang harus selalu digunakan. Dalam bahasa-bahasa Indo-Eropa dan bahasa Indonesia, sumber informasi tidak harus diberikan. Alexandra Aikhenvald (2004) melaporkan bahwa sekitar seperempat bahasa-bahasa di dunia memiliki sejenis evidensialitas gramatikal.

Evidensialitas gramatikal dapat ditunjukkan dengan berbagai cara (tergantung bahasanya), seperti dengan menambahkan afiks, klitik, atau partikel. Contohnya, bahasa Pomo Timur memiliki empat sufiks evidensial yang ditambahkan pada kata kerja, yaitu -ink’e (indera bukan penglihatan), -ine (kesimpulan atau tebakan dari informasi yang ada), -·le (kabar burung), dan -ya (mengetahui secara langsung).

Evidensial pada bahasa Pomo Timur (McLendon 2003)
Jenis evidensial Contoh kata kerja Arti
Indera bukan penglihatan pʰa·békʰ-ink’e "terbakar"
[yang berbicara merasakannya langsung]
Kesimpulan atau tebakan dari informasi yang ada pʰa·bék-ine "seharusnya telah terbakar"
[yang berbicara melihat bukti-bukti tidak langsung]
Kabar burung pʰa·békʰ-·le "terbakar, katanya"
[yang berbicara melaporkan apa yang didengar]
Mengetahui secara langsung pʰa·bék-a "terbakar"
[yang berbicara memiliki bukti langsung, kemungkinan melihat sendiri]

Contoh lain adalah dalam bahasa Quechua. Di dalam bahasa ini, akhiran "-mi" menunjukkan "bukti langsung", "-chá" menunjukkan "kesimpulan atau tebakan sendiri", dan "-shi" menunjukkan "kabar burung". Maka dari itu, jika seseorang ingin mengatakan "sedang hujan", bukti yang memperkuat pernyataan ini harus ditunjukkan dengan akhiran di belakang kata kerja:

  • "Paramushanmi" berarti "sedang hujan (saya tahu karena saya melihatnya langsung)"
  • "Paramushanchá" berarti "sedang hujan (saya menebak/menyimpulkan bahwa sedang hujan")
  • "Paramushansi" berarti "sedang hujan (orang-orang bilang sedang hujan)"

Jenis evidensialitas menurut Aikhenvald[sunting | sunting sumber]

Menurut tipologi Aikhenvald (2004, 2006), terdapat dua kategori evidensialitas:

  1. Penanda indirektivitas ("tipe I")
  2. Penanda evidensial ("tipe II")

Tipe pertama ("indirektivitas") menunjukkan apakah terdapat bukti untuk suatu pernyataan, tetapi tidak menjelaskan bukti macam apa. Tipe kedua merincikan jenis bukti yang digunakan, baik itu melihat langsung, mendengar dari orang lain, atau menyimpulkan sendiri.

Bacaan lanjut[sunting | sunting sumber]

  • Aikhenvald, Alexandra Y. (2003). Evidentiality in typological perspective. In A. Y. Aikhenvald & R. M. W. Dixon (Eds.) (pp. 33–62).
  • Aikhenvald, Alexandra Y. (2004). Evidentiality. Oxford: Oxford University Press. ISBN 0-19-926388-4.
  • Aikhenvald, Alexandra Y.; & Dixon, R. M. W. (1998). Evidentials and areal typology: A case-study from Amazonia. Language Sciences, 20, 241-257.
  • Aikhenvald, Alexandra Y.; & Dixon, R. M. W. (Eds.). (2003). Studies in evidentiality. Typological studies in language (Vol. 54). Amsterdam: John Benjamins Publishing Company. ISBN 90-272-2962-7; ISBN 1-58811-344-2.
  • Aikhenvald, Alexandra Y.; & Dixon, R. M. W. (Eds.). (2014) The Grammar of Knowledge: A Cross-Linguistic Typology. Oxford University Press. ISBN 978-0-19-870131-6
  • Blakemore, D. (1994). Evidence and modality. In R. E. Asher (Ed.), The Encyclopedia of language and linguistics (pp. 1183–1186). Oxford: Pergamon Press. ISBN 0-08-035943-4.
  • Chafe, Wallace L.; & Nichols, Johanna. (Eds.). (1986). Evidentiality: The linguistic encoding of epistemology. Norwood, NJ: Ablex.
  • Comrie, Bernard. (2000). Evidentials: Semantics and history. In L. Johanson & B. Utas (Eds.).
  • De Haan, Ferdinand. (1999). Evidentiality and epistemic modality: Setting boundaries. Southwest Journal of Linguistics, 18, 83-101. (Online: www.u.arizona.edu/~fdehaan/papers/SWJL99.pdf).
  • De Haan, Ferdinand. (2001). The relation between modality and evidentiality. In R. Müller & M. Reis (Eds.), Modalität und Modalverben im Deutschen. Linguistische Berichte, Sonderheft 9. Hamburg: H. Buske. ISBN 3-87548-254-9. (Online: www.u.arizona.edu/~fdehaan/papers/lb01.pdf).
  • De Haan, Ferdinand. (2005). Encoding speaker perspective: Evidentials. In Z. Frajzyngier & D. Rood (Eds.), Linguistic diversity and language theories. Amsterdam: Benjamins. ISBN 90-272-3082-X, ISBN 1-58811-577-1. (Online: www.u.arizona.edu/~fdehaan/papers/boulder.pdf).
  • Faust, Norma. (1973). Lecciones para el aprendizaje del idioma shipibo-conibo [Lessons for learning the Shipibo-Conibo language]. Lima: Summer Institute of Linguistics.
  • Guentchéva, Zlatka. (1996a). Introduction. In Z. Guentchéva (Ed.) (pp. 11–18).
  • Guentchéva, Zlatka (Ed.). (1996b). L’Énonciation médiatisée. Bibliothèque de l’information grammaticale. Louvain: Éditions Peeters. ISBN 90-6831-861-6; ISBN 2-87723-244-1.
  • Johanson, Lars. (2000). Turkic indirectives. In L. Johanson & B. Utas (Eds.) (pp. 61–87).
  • Jacobsen, W. H., Jr. (1986). The heterogeneity of evidentials in Makah. In W. L. Chafe & J. Nichols (Eds.) (pp. 3–28).
  • Jakobson, Roman. (1990). Shifters and verbal categories. In On language (pp. 386–392). Cambridge, MA: Harvard University Press. (Original work published 1957).
  • Johanson, Lars. (2003). Evidentiality in Turkic. In A. Y. Aikhenvald & R. M. W. Dixon (Eds.) (pp. 273–290).
  • Johanson, Lars; & Utas, Bo (Eds.). (2000). Evidentials: Turkic, Iranian and neighboring languages. Berlin: Mouton de Gruyter. ISBN 3-11-016158-3.
  • Joseph, Brian D. (2003). Evidentials: Summation, questions, prospects. In A. Y. Aikhenvald & R. M. W. Dixon (Eds.) (pp. 307–327).
  • Kiefer, Ferenc. (1994). Modality. In R. E. Asher (Ed.), The Encyclopedia of language and linguistics (pp. 2515–2520). Oxford: Pergamon Press.
  • LaPolla, Randy J. (2003). Evidentiality in Qiang. In A. Y. Aikhenvald & R. M. W. Dixon (Eds.) (pp. 63–78).
  • Maslova, Elena. (2003). Evidentiality in Yukaghir. In A. Y. Aikhenvald & R. M. W. Dixon (Eds.) (pp. 237–241).
  • Mazzoni, Laura. (2008). Impersonamento ed evidenzialità in LIS. In L. Bertone (Ed.) La grammatica della lingua dei segni italiana. Atti dell'incontro di studio. Venezia 16-17 maggio 2007. Ed. Ca' Foscarina.
  • McLendon, Sally. (2003). Evidentials in Eastern Pomo with a comparative survey of the category in other Pomoan languages. In A. Y. Aikhenvald & R. M. W. Dixon (Eds.) (pp. 101–129).
  • Noël, Dirk. (2001). The passive matrices of English infinitival complement clauses: Evidentials on the road to auxiliarihood? Studies in Language, 25, 255-296.
  • Palmer, F. R. (1986). Mood and modality. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 0-521-26516-9, ISBN 0-521-31930-7. (2nd ed. published 2001).
  • Palmer, F. R. (1994). Mood and modality. In R. E. Asher (Ed.), The Encyclopedia of language and linguistics (pp. 2535–2540). Oxford: Pergamon Press.
  • Slobin, D. I.; & Aksu, A. A. (1982). Tense, aspect and modality in the use of the Turkish evidential. In P. J. Hopper (Ed.), Tense-aspect: Between semantics & pragmatics. Amsterdam: Benjamins.
  • Speas, Peggy. (2010) 'Evidentials as Generalized Functional Heads.' in A.M. diScuillo, ed. Interface Legibility at the Edge. Oxford University Press.
  • Valenzuela, Pilar M. (2003). Evidentiality in Shipibo-Konibo, with a comparative overview of the category in Panoan. In A. Y. Aikhenvald & R. M. W. Dixon (Eds.) (pp. 33–61).
  • Willet, Thomas L. (1988). A cross-linguistic survey of the grammaticalization of evidentiality. Studies in Language, 12, 51-97.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]