Energi di Jerman

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Energi di Jerman menghasilkan sekitar 646,9 miliar kWh per tahun dengan penggunaan sebanyak 530,6 juta kWh pada tahun 2014 dan menjangkau seluruh populasi Jerman.[1] Energi di Jerman pada tahun 2014 paling banyak dihasilkan dari batubara (43,6%), energi terbarukan (25,8%), nuklir (15,9%), dan gas bumi (9,6%).[2] Sejak tahun 2003, Jerman sukses menghasilkan surplus energi yang menyebabkan jatuhnya tarif listrik dalam negeri dan meningkatnya ekspor listrik ke negara-negara tetangganya.[3] Karena kesuksesan inilah, Jerman dianggap sebagai negara dengan ekonomi energi terbarukan utama pertama di dunia.[4]

Inisiatif Parlemen dan Pemerintah[sunting | sunting sumber]

Pemerintah Jerman sangat mendukung gerakan konservasi energi dan penggunaan energi terbarukan serta menargetkan untuk mencapai 40% penggunaan sumber tenaga terbarukan pada tahun 2020, dan 100% pada tahun 2050.[5] Jerman juga berkomitmen terhadap isi Protokol Kyoto dan gerakan yang mendukung biodiversitas, standar emisi rendah, daur ulang, dan penggunaan energi berkelanjutan pada skala global.[6] Emisi keseluruhan negara ini telah berkurang namun negara ini tetap menjadi produsen emisi gas rumah kaca terbesar di Eropa pada tahun 2013.[1][7] Pada Oktober 2016, parlemen Jerman, Bundesrat, mengajukan usulan eliminasi total kendaraan berbahan bakar fosil (bensin dan diesel) pada tahun 2030,[8] tetapi pemerintah Jerman masih mendiskusikan hal ini lebih lanjut karena dampak usulan tersebut terhadap puluhan ribu pekerja. Pada bulan Juli 2017, pemerintah bertemu dengan industri otomotif untuk membahas kemungkinan pembaharuan mobil-mobil saat ini agar dapat menggunakan teknologi yang lebih bersahabat pada lingkungan.[9]

Bahan Bakar Fosil[sunting | sunting sumber]

Jerman menggunakan dua jenis batubara –batubara keras dan batubara muda (lignit)– untuk energi, walaupun pemerintah menargetkan untuk benar-benar menghapus penggunaan bahan bakar fosil pada tahun 2050. Pada 30 April 2017, pembangkit listrik tenaga batubara di Jerman hanya beroperasi pada pukul 3-4 sore setiap harinya dan menghasilkan hanya 8 GW energi; kebanyakan pembangkit listrik ini bahkan tidak beroperasi pada hari Minggu.[10]

Tenaga Nuklir[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2011, pemerintah mengumumkan akan ditutupnya semua pembangkit listrik nuklir di Jerman pada tahun 2022 setelah kejadian ledakan reaktor nuklir di Fukushima, Jepang. Per November 2015, sembilan lokasi telah ditutup.[11]

Tenaga Terbarukan[sunting | sunting sumber]

Pemerintah Jerman menargetkan untuk mencapai 40% penggunaan sumber tenaga terbarukan pada tahun 2020, dan 100% pada tahun 2050.[5] Jerman juga berkomitmen terhadap isi Protokol Kyoto dan gerakan yang mendukung biodiversitas, standar emisi rendah, daur ulang, dan penggunaan energi berkelanjutan pada skala global.[6] Kota kecil Jerman, Feldheim, adalah kota utama produsen energi terbarukan di Jerman yang menggunakan kincir angin, panel surya, dan biogas untuk menghasilkan energi. Kota tersebut hanya menggunakan 1% dari energi yang dihasilkan; sisanya disalurkan untuk kebutuhan kota dan desa lainnya.[12]

Tenaga Angin[sunting | sunting sumber]

Tenaga angin di Jerman dengan kapasitas 44.470 MW (tahun 2015) mampu memenuhi 13,3% kebutuhan listrik Jerman.[13] Jerman memiliki 26.772 kincir angin pada tahun 2015 dan pemerintah berencana untuk terus menambah jumlah ini.[14] Pada akhir tahun 2015, Jerman adalah produsen energi angin ketiga terbesar di dunia berdasarkan jumlah kincir angin yang tersedia.[15] Pada tahun 2009, Jerman memasang kincir angin lepas pantai pertamanya di Laut Utara.[16] Kincir angin lepas pantai tersebut dapat menghasilkan setidaknya 5 MW lebih banyak energi daripada kincir angin darat karena kecepatan angin di laut lebih kencang dan konsisten. Pemerintah Jerman menargetkan kapasitas energi sebanyak 7,6 GW pada tahun 2020 dan 26 GW pada tahun 2030 melalui tenaga angin lepas pantai ini.[17]

Tenaga Surya[sunting | sunting sumber]

Tenaga surya di Jerman memenuhi sekitar 5,9% produksi listrik Jerman pada tahun 2016.[18] Hampir semua tenaga surya di Jerman menggunakan fotovoltaik, hasil temuan insinyur Jerman, Dr. Bruno Lange, dan Jerman adalah salah satu negara pemakai fotovoltaik terbanyak di dunia.[19] Ladang surya terbesar Jerman berada di Meuro, Nehardenberg, dan Templin dengan total kapasitas lebih dari 100 MW.

Lihat Juga[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "The World Factbook — Central Intelligence Agency". www.cia.gov (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-11-06. 
  2. ^ "Coal in Germany". Clean Energy Wire (dalam bahasa Inggris). 2014-10-29. Diakses tanggal 2017-11-06. 
  3. ^ "Germany's energy consumption and power mix in charts". Clean Energy Wire (dalam bahasa Inggris). 2015-06-17. Diakses tanggal 2017-11-06. 
  4. ^ "Germany: The World's First Major Renewable Energy Economy". www.renewableenergyworld.com. Diakses tanggal 2017-11-06. 
  5. ^ a b "This page has been removed | News". The Guardian (dalam bahasa Inggris). ISSN 0261-3077. Diakses tanggal 2017-11-06. 
  6. ^ a b http://www.kst.portalu.de/dokumente/Aktuelles/Inventar-Bericht_Treibhausgas_2008.pdf
  7. ^ "The World Factbook — Central Intelligence Agency". www.cia.gov (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-11-06. 
  8. ^ "Germany Wants to Ban Fossil-Fuel-Powered Cars". TakePart (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-11-06. 
  9. ^ "U.K. Joins France, Says Goodbye to Fossil-Fuel Cars by 2040". Bloomberg.com. 2017-07-25. Diakses tanggal 2017-11-06. 
  10. ^ "Germany smashes record as renewables provide 85% of country's total energy". The Independent (dalam bahasa Inggris). 2017-05-05. Diakses tanggal 2017-11-06. 
  11. ^ "Germany Has Some Revolutionary Ideas, and They're Working". 2015-10-15. Diakses tanggal 2017-11-06. 
  12. ^ "Germany's renewable revolution: Can clean energy stand alone in a coal dependent nation?". euronews (dalam bahasa Inggris). 2017-11-03. Diakses tanggal 2017-11-06. 
  13. ^ "Zeitreihen Erneuerbare Energien". www.erneuerbare-energien.de (dalam bahasa Jerman). Diakses tanggal 2017-11-06. 
  14. ^ "Recent Facts about Wind Power in Germany [Energy Graphics]". Stromvergleich (dalam bahasa Jerman). Diakses tanggal 2017-11-06. 
  15. ^ http://www.gwec.net/wp-content/uploads/vip/GWEC-Global-Wind-2015-Report_April-2016_19_04.pdf
  16. ^ "Überblick | alpha ventus". www.alpha-ventus.de (dalam bahasa Jerman). Diakses tanggal 2017-11-06. 
  17. ^ Dohmen, Frank; Jung, Alexander (2011-12-30). "Stress on the High Seas: Germany's Wind Power Revolution in the Doldrums". Spiegel Online. Diakses tanggal 2017-11-06. 
  18. ^ "Germany's energy consumption and power mix in charts". Clean Energy Wire (dalam bahasa Inggris). 2015-06-17. Diakses tanggal 2017-11-06. 
  19. ^ "Recent Facts about Solar Power in Germany [Energy Graphics]". Stromvergleich (dalam bahasa Jerman). Diakses tanggal 2017-11-06.