Distrik Satui

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Distrik Satui adalah bekas distrik (kedemangan) yang merupakan bagian dari wilayah administratif Onderafdeeling Tanah Laoet pada zaman kolonial Hindia Belanda dahulu.[1]

Distrik Satui tercatat mulai muncul tahun 1863.

Tahun Districtshoofd Panghoeloe
1863 Achmad[2] -
1868  ????[3] -
1870  ????[4] -
1871 Pembakal Idis[5] -


Sekarang ini wilayah distrik ini termasuk dalam wilayah Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Suku bangsa[sunting | sunting sumber]

Suku Banjar yang mendiami wilayah bekas distrik ini disebut Orang Satui (Puak Satui) yang merupakan cikal bakal masyarakat Banjar yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu, sedangkan suku Dayaknya biasa disebut Dayak Sebamban, bagian dari Suku Dayak Meratus.

Satui dalam Hikayat Banjar dan Kotawaringin[sunting | sunting sumber]

Satui turut serta mengirim prajurit membantu Pangeran Samudera berperang melawan pamannya Pangeran Tumenggung (Raja Negara Daha terakhir).
Hikayat Banjar dan Kotawaringin menyebutkan :

Hikayat Banjar dan Kotawaringin menyebutkan :

Daerah-daerah yang takluk pada masa Sultan Suryanullah - Sultan Banjarmasin ke-1 disebutkan dalam Hikayat Banjar.[7]

Hikayat Banjar dan Kotawaringin menyebutkan :

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Saleh, Idwar; SEJARAH DAERAH TEMATIS Zaman Kebangkitan Nasional (1900-1942) di Kalimantan Selatan, Depdikbud, Jakarta, 1986.
  2. ^ (Belanda) Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia) (1863). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar 37. Lands Drukkery. hlm. 146. 
  3. ^ (Belanda) Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia) (1868). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar 41. Lands Drukkery. hlm. 139. 
  4. ^ (Belanda) Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia) (1870). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar 43. Lands Drukkery. hlm. 179. 
  5. ^ (Belanda) Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar 44. Lands Drukkery. 1871. hlm. 195. 
  6. ^ a b c (Melayu)Ras, Johannes Jacobus (1990). Hikayat Banjar diterjemahkan oleh Siti Hawa Salleh. Malaysia: Percetakan Dewan Bahasa dan Pustaka. ISBN 9789836212405. ISBN 983-62-1240-X
  7. ^ (Indonesia) Poesponegoro, Marwati Djoened; Nugroho Notosusanto (1992). Sejarah nasional Indonesia: Jaman pertumbuhan dan perkembangan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia. PT Balai Pustaka. hlm. 86. ISBN 9794074098.  ISBN 978-979-407-409-1