Dehidrasi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Dehydration
Klasifikasi dan rujukan eksternal
ICD-10 E86
ICD-9 276.5

Dehidrasi adalah gangguan dalam keseimbangan cairan atau air pada tubuh. Hal ini terjadi karena pengeluaran air lebih banyak daripada pemasukan (misalnya minum). Gangguan kehilangan cairan tubuh ini disertai dengan gangguan keseimbangan zat elektrolit tubuh.

Dehidarasi terjadi karena

  • kekurangan zat natrium;
  • kekurangan air;
  • kekurangan natrium dan air.

Dehidrasi terbagi dalam tiga jenis berdasarkan penurunan berat badan, yaitu

Dehidrasi ringan (jika penurunan cairan tubuh 5 persen dari berat badan), dehidrasi sedang (jika penurunan cairan tubuh antara 5-10 persen dari berat badan), dan dehidrasi berat (jika penurunan cairan tubuh lebih dari 10 persen dari berat badan).

Selain mengganggu keseimbangan tubuh, pada tingkat yang sudah sangat berat, dehidrasi bisa pula berujung pada penurunan kesadaran, koma, bahkan bisa saja meninggal dunia. Dan Jangan coba-coba menurunkan berat badan dengan cara dehidrasi karena anda akan menanggung resiko gangguan pada ginjal anda.

Penyebab tersering dehidrasi diantaranya intens, muntah, demam, atau berkeringat yang berlebihan.

Pencegahan[sunting | sunting sumber]

Dehidrasi dihindari dengan meminum cukup air; dewasa membutuhkan 2–3 L cairan per hari (termasuk kandungan air pada makanan).[1] Minum air di bawah kebutuhan tubuh yang sedikit hanya berisiko kecil, karena ginjal hanya mengeluarkan kelebihan air melaui kencing dengan tingkat keamanan yang besar.[butuh rujukan]

Pada kegiatan rutin, haus adalah normal dan menjadi panduan yang cukup untuk mengelola kadar air tubuh. Dengan berolahraga, terkena panas, atau berkurangnya kepekaan akan haus, minum mungkin dibutuhkan. Mengukur cairan selama kegiatan dapat dilakukan dengan menimbang badan sebelum dan sesudah kegiatan tertentu tersebut dilakukan.[2][3][4][5]

Kehilangan cairan melalui pernafasan (sekitar 350ml), melalui penguapan pada kulit (100ml) dan melalui keringat (350ml), atau melalui ginjal dalam bentuk air seni (1000–2000ml, sekitar 900ml mutlak diperlukan untuk membuang partikel-partikel yang tidak diperlukan. Sejumlah air (sekitar 150–200ml, bukan diare) juga hilang melaui BAB.[6] Pada suhu udara yang hangat dan lembab atau melakukan kegiatan yang berat, bagaimanapun kehilangan air dapat mencapai 10 kali lipat atau lebih[butuh rujukan] melalui pernafasan; yang mana semua ini harus segera diganti. Pada kasus yang ekstrim, kehilangan cairan mungkin cukup untuk melampaui kemampuan tubuh untuk menyerap air dari saluran pencernaan; pada kasus ini, minum tidak akan cukup untuk menghindari dehidrasi, satu-satunya cara menghindari dehidrasi adalah pre-hydrate[3] atau mencari cara-cara untuk mengurangi penguapan melalui nafas (istirahat, pindah ke tempat yang lebih sejuk, dsb-nya,)

Jika kehilangan cairan yang banyak melalui pernafasan segera diganti dengan minum yang cukup, masalahnya adalah mengelola keseimbangan elektrolit. Minum cairan hipertonik maupun hipotonik mengundang konsekuensi berbahaya akan (hyponatremia atau hypernatremia) karena jumlah perputaran/sirkulasi cairan yang meningkat.

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Wedro, Benjamin. "Dehydration". MedicineNet. Diakses tanggal 10 June 2014. 
  2. ^ "Water, Water, Everywhere". WebMD. 
  3. ^ a b Sawka MN, Burke LM, Eichner ER, Maughan RJ, Montain SJ, Stachenfeld NS; Sawka; Burke; Eichner; Maughan; Montain; Stachenfeld (February 2007). "American College of Sports Medicine position stand. Exercise and fluid replacement". Med Sci Sports Exerc 39 (2): 377–90. doi:10.1249/mss.0b013e31802ca597. PMID 17277604. 
  4. ^ Nancy Cordes (April 2, 2008). "Busting The 8-Glasses-A-Day Myth". CBS. 
  5. ^ ""Drink at Least 8 Glasses of Water a Day" — Really?". Dartmouth Medical School. 
  6. ^ "Major Minerals". SparkNotes.