Dehidrasi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Dehidrasi
Klasifikasi dan rujukan luar
ICD-10 E86.
ICD-9-CM 276.51
DiseasesDB 3520
MedlinePlus 000982
eMedicine article/801012
MeSH D003681

Dalam ilmu fisiologi, dehidrasi adalah kondisi di mana terjadi kekurangan kandungan air pada tubuh secara keseluruhan[1], disertai dengan gangguan proses metabolisme tubuh. Dehidrasi juga dapat menyebabkan gangguan keseimbangan zat elektrolit di dalam tubuh, seperti hipernatremia (tingginya kandungan ion natrium di dalam darah).

Dehidrasi muncul ketika air yang keluar dari tubuh jumlahnya melebihi air yang masuk, umumnya karena olahraga atau penyakit, namun juga dapat disebabkan karena cuaca tinggi. Kebanyakan orang dapat mentoleransi 3 s/d 4 persen penurunan kandungan air di dalam tubuh tanpa mengalami gejala gangguan kesehatan. Penurunan 5 s/d 8 persen dapat menyebabkan rasa lelah dan pusing-pusing. Kekurangan lebih dari 10% kandungan air di tubuh dapat menyebabkan penurunan kemampuan fisik dan jiwa, ditambah rasa haus yang sangat tinggi. Kematian dapat muncul pada kondisi tubuh kekurangan antara 15 s/d 25 persen dari kandungan air di tubuh[2].

Dehidrasi ringan umumnya ditandai dengan rasa haus dan kurang enak badan, serta umumnya dapat disembuhkan dengan rehidrasi (minum air).

Pencegahan[sunting | sunting sumber]

Dehidrasi dihindari dengan meminum cukup air; dewasa membutuhkan 2–3 L cairan per hari (termasuk kandungan air pada makanan).[3] Minum air di bawah kebutuhan tubuh yang sedikit hanya berisiko kecil, karena ginjal hanya mengeluarkan kelebihan air melaui kencing dengan tingkat keamanan yang besar.[butuh rujukan]

Pada kegiatan rutin, haus adalah normal dan menjadi panduan yang cukup untuk mengelola kadar air tubuh. Dengan berolahraga, terkena panas, atau berkurangnya kepekaan akan haus, minum mungkin dibutuhkan. Mengukur cairan selama kegiatan dapat dilakukan dengan menimbang badan sebelum dan sesudah kegiatan tertentu tersebut dilakukan.[4][5][6][7]

Kehilangan cairan melalui pernafasan (sekitar 350ml), melalui penguapan pada kulit (100ml) dan melalui keringat (350ml), atau melalui ginjal dalam bentuk air seni (1000–2000ml, sekitar 900ml mutlak diperlukan untuk membuang partikel-partikel yang tidak diperlukan. Sejumlah air (sekitar 150–200ml, bukan diare) juga hilang melalui BAB.[8] Pada suhu udara yang hangat dan lembab atau melakukan kegiatan yang berat, bagaimanapun kehilangan air dapat mencapai 10 kali lipat atau lebih[butuh rujukan] melalui pernafasan; yang mana semua ini harus segera diganti. Pada kasus yang ekstrem, kehilangan cairan mungkin cukup untuk melampaui kemampuan tubuh untuk menyerap air dari saluran pencernaan; pada kasus ini, minum tidak akan cukup untuk menghindari dehidrasi, satu-satunya cara menghindari dehidrasi adalah pre-hydrate[5] atau mencari cara-cara untuk mengurangi penguapan melalui nafas (istirahat, pindah ke tempat yang lebih sejuk, dsb-nya,)

Jika kehilangan cairan yang banyak melalui pernafasan segera diganti dengan minum yang cukup, masalahnya adalah mengelola keseimbangan elektrolit. Minum cairan hipertonik maupun hipotonik mengundang konsekuensi berbahaya akan (hyponatremia atau hypernatremia) karena jumlah perputaran/sirkulasi cairan yang meningkat.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Mange K; Matsuura D; Cizman B et al. (1997). "Language guiding therapy: the case of dehydration versus volume depletion". Ann. Intern. Med 127 (9): 848–53. PMID 9382413. doi:10.7326/0003-4819-127-9-199711010-00020. 
  2. ^ Ashcroft F, Life Without Water in Life at the Extremes. Berkeley and Los Angeles, 2000, 134-138.
  3. ^ Wedro, Benjamin. "Dehydration". MedicineNet. Diakses tanggal 10 June 2014. 
  4. ^ "Water, Water, Everywhere". WebMD. 
  5. ^ a b Sawka MN, Burke LM, Eichner ER, Maughan RJ, Montain SJ, Stachenfeld NS; Sawka; Burke; Eichner; Maughan; Montain; Stachenfeld (February 2007). "American College of Sports Medicine position stand. Exercise and fluid replacement". Med Sci Sports Exerc 39 (2): 377–90. PMID 17277604. doi:10.1249/mss.0b013e31802ca597. 
  6. ^ Nancy Cordes (April 2, 2008). "Busting The 8-Glasses-A-Day Myth". CBS. 
  7. ^ ""Drink at Least 8 Glasses of Water a Day" — Really?". Dartmouth Medical School. 
  8. ^ "Major Minerals". SparkNotes.