Davina Veronica

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Davina Veronica
DavinaVeronica.jpg
Nama lahir Davina Veronica Hariadi
Lahir 20 Oktober 1978 (umur 40)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Pekerjaan Aktris, model, Co-founder dan CEO Garda Satwa Indonesia, Independent Comissioner Scuba Diver Indonesia Magazine, Awareness Campaigner BOS Foundation, Honorary Supporter WWF Indonesia
Tahun aktif 1995 - sekarang
Hubungan Stefanie Theresia Hariadi (adik)
Orang tua Guntur Hariadi
Patricia Gontha
Alma mater Universitas Pelita Harapan

Davina Veronica Hariadi (lahir di Jakarta, 20 Oktober 1978; umur 40 tahun) adalah aktris dan model berkebangsaan Indonesia. Davina Veronica juga aktif sebagai penggiat dan aktivis lingkungan dan kesejahteraan satwa

Karier[sunting | sunting sumber]

Anak sulung dari 2 bersaudara dari pasangan Guntur Hariadi (ayah) dan Patricia Gontha (ibu) dulunya memulai karier modelingnya pada usia 16 tahun ketika ia memenangkan hadiah pertama ‘Wajah Sehat & Bersih’ dari ‘Trustee’ sebuah produk dari Ristra Cosmetics pada 1994. Penampilan pertamanya di sampul majalah adalah di majalah ‘Rias’ pada Januari 1995. Sejak saat itu, Davina berkiprah dalam berbagai kegiatan termasuk peragaan busana dan tampil di banyak majalah sebagai model foto/model busana.

Pada 1995, Davina menjadi finalis kompetisi model sampul majalah ‘Anita’. Pada 1996, ia menjadi pemenang ketiga Cover Girl dari majalah remaja Indonesia ‘Mode’. Davina kemudian tampil di berbagai majalah selain dari ‘Mode’ dan ‘Anita’, seperti ‘Femina’, ‘Dewi’, ‘Gadis’, ‘Hai’, ‘Tiara’, ‘Kawanku’, ‘Otomotiv’, ‘Belanja’, ‘Elegance Plaza Indonesia’, ‘Terbang’, ‘Fitness’, ‘Sehat Plus’, ‘Cosmopolitan’, ‘Harpers Bazaar’, ‘Matra’, ‘Urban Style’, ‘Elle’, ‘Esquire’, ‘Hello Indonesia’, ‘Eksekutif’, dll.

Sorotan: syuting foto di Tembok Besar Tiongkok (China’s Great Wall) dan Beijing pada September 1998 untuk publikasi ‘Metro Department Store’ edisi Desember 1998, menampilkan busana rancangan Biyan, Sebastian A. Gunawan, Widi Budimulia, Denny Wirawan, dan Ronald VG. Davina juga muncul di berbagai surat kabar dan majalah terkemuka seperti Kompas, Suara Pembaruan, Gatra, Tempo, The Jakarta Post, Jakarta Globe, Media Indonesia, dll.

Pada 2000, Davina bergabung dengan Look Models, Inc. (PT Lokindo Cipta Model), sebuah agensi model di Jakarta.

Ia adalah salah satu dari finalis Guess International Model Search di Bangkok, Thailand pada 2003.

Wanita setinggi 173 cm ini menuntaskan studinya di bidang ilmu komunikasi pada Sep 2005 dan diwisuda pada Feb 2006 dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Pelita Harapan.

Pada Sep 2007, Davina berangkat ke Mekkah untuk menunaikan ibadah umrah yang disponsori oleh sebuah agen perjalanan umrah.

Wanita berdarah Jawa-Manado ini pernah membintangi beberapa iklan dan model video klip dari dari Humania, Ahmad Band, Dewa 19, Hedi Yunus, Trio Libels, Marcel hingga Sheila on 7.

Davina dan Kegiatan Sosialnya

Davina sangat berhasrat terkait anjing, kesejahteraan hewan, dan lingkungan – dan ia memperjuangkan hal-hal yang diyakininya. Sejak kecil, anjing adalah hewan peliharaan favoritnya. Yang menyedihkan, menurut Davina, banyak orang di Indonesia masih memiliki persepsi yang salah tentang anjing. Bagi banyak orang, agama merupakan faktor penting terkait cara orang memandang hewan, terutama anjing. Oleh karena itu, Davina (yang juga seorang Muslimah), berkeinginan untuk berperan sebagai model acuan bagi keterikatan manusia-hewan. Menurut pendapatnya, Indonesia perlu pencerahan dalam hubungannya dengan hewan, kesejahteraan hewan, dan lingkungan. “Kita berbagi dunia ini bersama-sama. Saya percaya dengan pepatah bahwa alam dan hewan dapat bertahan hidup tanpa manusia, tetapi manusia tidak dapat hidup tanpa mereka. Hewan milik bumi jadi manusia seharusnya menghargai dan melindungi keberadaan mereka.”

Melaksanakan yang Dikatakan

Davina menyadari bahwa perbuatan/tindakan lebih nyata dari kata-kata. Oleh karenanya ia menjadi salah satu dari pendiri tempat penampungan (shelter) dan organisasi kesejahteraan hewan, Garda Satwa Indonesia (GSI).

Pada 2004, atas prakarsanya Davina ingin bergabung dengan WWF Indonesia sebagai salah satu suporternya dan pada 2009 menjadi suporter kehormatan (honorary supporter). Dalam perannya sebagai seorang honorary supporter tsb, Davina mengalami secara langsung cara WWF menanggapi masalah-masalah lingkungan dan mengupayakan solusinya bagi penduduk di daerah terpencil di Indonesia.

Dunia ini merupakan suatu ekosistem. “Manusia, alam, dan satwa – kita semua berada di dalamnya bersama-sama. Namun, manusia terus saja menghancurkan lingkungan, alam, dan satwa.” Prihatin akan spesies yang hampir punah, seperti orangutan, gajah dan harimau Sumatra, dan habitat mereka, Davina mulai menjadi sukarelawan (volunteer) WWF Indonesia, tetapi ia kemudian ingin berkontribusi lebih banyak. “Tiap kali WWF meminta saya untuk pergi ke daerah konservasi, saya selalu sangat tertarik untuk pergi. Pada mulanya, mereka menguji saya dalam pengertian mereka mengutus saya dalam perjalanan yang tidak ada sanitasinya. Tetapi saya dapat bertahan dan tidak pernah mengeluh, sehingga mereka dapat melihat bahwa saya bersungguh-sungguh atas apa yang saya ucapkan dan bahwa saya benar-benar bersedia untuk berkontribusi.”

Davina bergabung dengan Marine Buddies dari WWF Indonesia pada 2008. Pada April 2009, ia mengikuti ekspedisi untuk membuka cabang WWF-Indonesia di Sentani, Papua.

Davina turut aktif bersama WWF Indonesia meninjau area kerja konservasi mereka seperti di Jawa, Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, dan Papua, baik di area hutan maupun lautan.

Sesudah menyaksikan banyaknya tindak kekejaman terhadap anjing dan kucing di Jakarta dan area di sekitarnya, Davina memutuskan untuk mendirikan organisasinya sendiri. Pada 2012, Garda Satwa Indonesia (GSI), sebuah organisasi nirlaba didirikan dan secara resmi dibentuk sebagai sebuah yayasan pada September 2014, dikhususkan untuk kesejahteraan hewan peliharaan di rumah. GSI memiliki program kerja penyadartahuan mengenai kesejahteraan satwa pada masyarakat, selain dari menyelamatkan, merehabilitasi dan merumahkan kembali satwa korban penelantaran dan penyiksaan.

Garda Satwa Indonesia menjalankan proses adopsi yang ketat untuk memastikan agar satwa tersebut dipelihara dengan baik. Informasi lebih lanjut dapat dicek melalui situs mereka di www.gardasatwaindonesia.org.

Pada 2015, Davina bergabung dengan majalah Scuba Diver Indonesia sebagai Independent Commissioner. Majalah Scuba Diver Indonesia merupakan majalah yang berfokus pada dunia bawah laut, selam dan wisata maritim. Davina bergabung untuk meleburkan diri bersama alam, sesuai dengan hasrat dan perhatiannya selama ini sebagai penggiat lingkungan (environmentalist). Davina dalam beberapa kesempatan berkunjung dan menyelam di lautan khususnya di perairan Indonesia, dan membagikan buah pikiran dari perjalanannya dalam sebuah narasi yang kerap dibagikan Davina di media sosial miliknya. Khususnya mengenai pelestarian alam dan pengembangan wisata maritim Indonesia.

Tak cukup sampai di situ, keterlibatan Davina dalam dunia lingkungan semakin melebar. Pada 2016 Davina atas inisiatifnya melibatkan dirinya dalam gerakan menyelamatkan hutan dan orangutan bersama NGO Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF). Saat ini badan tersebut giat menyelamatkan orangutan, merehabilitasi dan membuat liar kembali, lalu mengembalikan mereka ke hutan yang aman. Sebagai tokoh masyarakat dan pemerhati lingkungan, peran Davina penting dalam penyelamatan orangutan, karena tidak banyak masyarakat Indonesia yang sadar dan tahu akan peran orangutan dalam kehidupan secara holistik sebagai penyelamat hutan dan peran orangutan sebagai pengurus kebun di hutan (gardeners of the forest). Penyadartahuan yang diharapkan dapat tertanam dalam pola pikir dan pola hidup masyarakat Indonesia ini akan membantu dalam penyelamatan hutan dan seisinya. Menyelamatkan orangutan dapat menyelamat-kan hutan. Menyelamatkan hutan dapat menyelamatkan jutaan spesies dari kepunahan terutama yang disebabkan oleh pemanasan global karena sudah menipisnya lahan hijau di bumi.

Seperti semua halnya di dunia ini, bakti karena cinta ini membutuhkan kesabaran dan ketahanan yang tinggi. Salah satu filosofi kehidupan Davina (yang ditanamkan oleh ibundanya) adalah jangan menganggap suatu hal begitu saja karena sudah sangat biasa: “Hidup itu tidak dimaksudkan untuk mudah dijalani. Hidup itu perjuangan, kamu harus mengusahakannya. Hidup itu merupakan suatu perjalanan.”

Oleh karena perjalanan itu dimaksudkan untuk ditempuh, dan terkadang dengan kondisi yang berat, Davina memahami bahwa ia harus terus berjuang untuk satwa dan mudah-mudahan dapat berlaku sebagai inspirasi bagi orang lain dalam perjalanannya.

Pengusaha

Selain dari hasrat dan minatnya dalam kesejahteraan hewan, Davina juga tertarik dalam menjalankan atau berbisnis dengan teman-teman dekatnya. Ia telah mencoba beberapa usaha bisnis misalnya dalam bidang properti, pemasok barang-barang untuk hotel, industri garmen (termasuk batik), pembangunan tempat berlibur (holiday resort) dll.

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Iklan Media Cetak dan TV[sunting | sunting sumber]

  • Clearasil
  • Sprite
  • Snip-Snap
  • OBH Combi Plus
  • Emeron
  • Celebrity Fitness
  • Motor Dast
  • Baby G Watches
  • Toko Buku Gunung Agung
  • Memojazz Pager Motorola
  • Neckerman
  • VOIR Young Ladies Fashion
  • Sonetti Jeans
  • Vitamin Zevit-C
  • Sprint Mint
  • Majalah Forum
  • Symphony Catalog of CItra Triadi's Image
  • Rinso
  • Felice Jewellery
  • Optic Seis
  • Asus Zenfone 3 Campaigner
  • Eternel Beauty Concept Beauty Clinic

Model Video Klip[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]