Datah, Abang, Karangasem

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Koordinat: 8°20′42″S 115°35′37″E / 8.345023°S 115.593514°E / -8.345023; 115.593514

Datah
Negara Indonesia
ProvinsiBali
KabupatenKarangasem
KecamatanAbang
Kodepos
80852
Kode Kemendagri51.07.05.2007 Edit the value on Wikidata
Luas36,74 km²[1]
Jumlah penduduk14.900 jiwa (2016)[1]
7.703 jiwa (2010)[2]
Kepadatan209 jiwa/km²(2010)
Jumlah KK3.926 KK[3]

Desa Datah merupakan salah satu dari dari Desa yang terletak di Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, Indonesia.[4]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada mulanya digambarkan bahwa Desa Datah merupakan bagian dari wilayah Kerajaan Karangasem yang merupakan daerah terolisir dimana hanya dihuni oleh beberapa Penduduk yang bertempat tinggal di kaki Gunung Agung bagian timur yang sekarang dikenal dengan Dusun/Banjar Kedampal. Kira-kira pada Abad ke XIV masuklah pendatang dari beberapa daerah di Bali ke Desa Datah untuk mencari perlindungan dari berbagai masalah yang mereka hadapi di daerah asalnya, mereka yang masuk kewilayah Datah ini dapat dikategorikan atas 3 (tiga) golongan antara lain:

  1. Mereka yang melakukan kesalahan-kesalahan atau yang berbuat tidak baik didaerah
  2. Mereka yang pada kenyataannya berbuat baik namun dinilai dari masyarakat asalnya sebagai orang yang tidak baik karena mendapat pitnah dari masyarakat setempat.
  3. Mereka yang berbuat baik maupun tidak baik.

Alasan mereka memilih Desa Datah sebagai tempat perlindungan kemungkinan disebabkan karena letak Desa Datah terutama Dusun/Banjar Kedampal cukup jauh sehingga sulit dijangkau oleh para pengejarnya, karena para pendatang itu sudah merasa aman berada diwilayah Desa Datah akhirnya mereka menetap dan berbaur dengan Penduduk asli Desa Datah sehingga Desa Datah sering disebut dengan Desa Buangan.

Dengan semakin banyaknya pendatang baru maka penyebaran penduduknya yang heterogen menyebabkan timbulnya kekacauan yang sulit ditertibkan. Kekacauan ini terus berlanjut karena kurangnya pemimpin yang kurang mampu mengendalikan keamanan. Setelah Raja Karangasem mengetahui bahwa keributan atau kekacauan yang terjadi di Desa Datah itu tidak bisa diatasi maka desa ini diberi nama Desa Latah (beras berkulit yang terdapat dalam beras). Pemberian nama Latah ini karena dari sekian banyak desa yang merupakan wilayah Kerajaan Karangasem, hanya Desa Datah yang merupakan desa pengganggu. Melihat keadaan demikian, maka Raja Karangasem meminta bantuan kepada raja dalem Waturenggong yang berkedudukan di Klungkung untuk mengamankan dan mengendalikan kekacauan didesa Datah. Untuk pelaksanaannya Raja Dalem Waturenggong memberikan mandat kepada keluarga Arya Kanuruhan dan berkat kepemimpinannya serta kerja kerasnya maka Desa Datah berangsur-angsur menjadi aman dan tertib. Setelah aman desa yang mulanya bernama Latah diubah menjadi Datah sampai sekarang berkat keberhasilan dari keluarga Arya Kanuruhan dalam mengendalikan kekacauan dan keributan di Desa Datah maka Raja Dalem Waturenggong memberi kuasa atau wewenang kepada keluarga Arya Kanuruhan untuk tetap memegang tampuk kepemimpinan di Desa Datah. Desa ini selalu dipegang oleh Arya kanuruhan dengan cara tidak berbuat jahat atau menyeleweng didalam pemerintahan dan selama masih dikehendaki oleh masyarakat desa Datah. Hal ini dapat dibuktikan sampai sekarang tampuk pimpinan di Desa Datah selalu dipegang Arya Karunuhan yang ada disini.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Pembagian Wilayah[sunting | sunting sumber]

Mengenai desa adat pada mulanya di Desa Datah hanya ada terdapat 1 desa adat yang terletak di Banjar Dinas Kedampal dengan 13 banjar lainnya maka Ibu kota Desa didirikan juga desa adat yang baru yang membawai 13 Banjar selain Banjar Kedampal sehingga sampai sekarang Desa Datah mempunyai 2 Buah Desa Adat yaitu Desa Adat Kedampal dan Desa Adat Datah yang terdiri dari 14 Banjar Dinas yaitu:

  1. Dusun/Br Lebah
  2. Dusun/Br Balegede
  3. Dusun/Br Tindih
  4. Dusun/Br Kelodan
  5. Dusun/Br Tengah
  6. Dusun/Br Bingin
  7. Dusun/BrTegallanglangan
  8. Dusun/Br Karanganyar
  9. Dusun/Br Karangsari
  10. Dusun/Br Juwuk
  11. Dusun/Br Wates
  12. Dusun/Br Asah Dulu
  13. Dusun/Br Kedampal
  14. Dusun/Br Asah Teben

Demografi[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2016, Penduduk desa Abang terdiri dari 1.621 Laki-laki dan 1.563 Perempuan dengan sex ratio 103.[1]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c "Kecamatan Abang dalam Angka 2017". Badan Pusat Statistik Indonesia. 2017. Diakses tanggal 16 Desember 2018. 
  2. ^ "Penduduk Indonesia Menurut Desa 2010" (PDF). Badan Pusat Statistik. 2010. hlm. 1385. Diakses tanggal 14 Juni 2019. 
  3. ^ Prodeskel Binapemdes Kemendagri
  4. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]