Daftar Ketua Umum Partai Golongan Karya
Tampilan
(Dialihkan dari Daftar Ketua Umum Partai Golkar)
| Ketua Umum Partai Golongan Karya | |
|---|---|
| Kantor | Kantor DPP Partai Golongan Karya Jalan Anggrek Neli Murni Nomor 11 A, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta 11480 |
| Pendahulu | Ketua Umum Golongan Karya |
| Dibentuk | 20 Oktober 1964 |
| Pejabat pertama | Djuhartono |
Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) merupakan jabatan tertinggi dalam struktur kepengurusan Partai Golongan Karya, khususnya di tingkat Dewan Pimpinan Pusat.
Daftar
| No. | Potret | Ketua Umum[1][2] | Usia saat terpilih | Menjabat | Masa jabatan | Pemilihan | Sekretaris Jenderal | Ref. | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Djuhartono (1964–1987) |
38 tahun, 340 hari | 20 Oktober 1964 – 7 November 1967 |
3 tahun, 18 hari | Rapat Organisasi Profesi Fungsional (Jakarta, 1964) |
Amino Gondohutomo (1964–1969) |
|||
| 2 | Suprapto Sukowati (1922–1972) |
44 tahun, 360 hari | 7 November 1967 – 9 Agustus 1972 |
4 tahun, 276 hari | |||||
| Sapardjo (1969–tidak diketahui) | |||||||||
| 3 | Amir Murtono (1924–2021) |
48 tahun, 33 hari | 9 Agustus 1972 – 10 September 1973 |
1 tahun, 32 hari | |||||
| 49 tahun, 65 hari | 10 September 1973 – Oktober 1978 |
Munas I (Surabaya, 1973) |
|||||||
| Oktober 1978 – 25 Oktober 1983 |
Munas II (Bali, 1978) |
||||||||
| 4 | Sudharmono (1927–2006) |
56 tahun, 227 hari | 25 Oktober 1983 – 25 Oktober 1988 |
5 tahun, 0 hari | Munas III (Jakarta, 1983) |
Sarwono Kusumaatmadja (1983–1988) |
[3] | ||
| 5 | Wahono (1925–2004) |
63 tahun, 214 hari | 25 Oktober 1988 – 25 Oktober 1993 |
5 tahun, 0 hari | Munas IV (Jakarta, 1988) |
Rahmat Witular (1988–1993) |
|||
| 6 | Harmoko (1939–2021) |
54 tahun, 260 hari | 25 Oktober 1993 – 11 Juli 1998 |
4 tahun, 259 hari | Munas V (Jakarta, 1993) |
Ary Mardjono (1993–1998) |
[4] | ||
| 7 | Janji Akbar Zahiruddin Tanjung (lahir 1945) |
52 tahun, 331 hari | 11 Juli 1998 – 19 Desember 2004 |
6 tahun, 161 hari | Munas VI | Tuswandi (1998–2004) |
|||
| 8 | Muhammad Jusuf Kalla (lahir 1942) |
62 tahun, 218 hari | 19 Desember 2004 – 8 Oktober 2009 |
4 tahun, 293 hari | Munas VII (Bali, 2004) 323 / 482 |
Sumarsono (2004–2009) |
[5] | ||
| 9 | Aburizal Bakrie (lahir 1946) |
62 tahun, 328 hari | 8 Oktober 2009 – 3 Desember 2014 |
5 tahun, 55 hari | Munas VIII (Pekanbaru, 2009) 296 / 538 |
Idrus Marham (2009–2017) |
[6] | ||
| 68 tahun, 18 hari | 3 Desember 2014[a] – 17 Mei 2016 |
1 tahun, 166 hari | Munas IX (Bali, 2014) Aklamasi |
[8] | |||||
| 10 | Setya Novanto (lahir 1955) |
60 tahun, 187 hari | 17 Mei 2016 – 13 Desember 2017[b] |
1 tahun, 210 hari | Munaslub (Bali, 2016) 277 / 554 |
[10][11] | |||
| 11 | Airlangga Hartarto (lahir 1962) |
55 tahun, 73 hari | 20 Desember 2017[c] – 4 Desember 2019 |
1 tahun, 356 hari | Munaslub (Jakarta, 2017) Aklamasi |
Lodewijk Freidrich Paulus (2017–2024) |
[12][13] | ||
| 57 tahun, 64 hari | 4 Desember 2019 – 10 Agustus 2024[d] |
4 tahun, 250 hari | Munas X (Jakarta, 2019) Aklamasi |
[15] | |||||
| Agus Gumiwang Kartasasmita (Pelaksana Tugas) (lahir 1969) |
55 tahun, 223 hari | 13 Agustus 2024 – 21 Agustus 2024 |
8 hari | Rapat Pleno (Jakarta, 2024) Aklamasi |
Lowong | [16] | |||
| 12 | Bahlil Lahadalia (lahir 1976) |
48 tahun, 14 hari | 21 Agustus 2024 – sekarang |
1 tahun, 149 hari | Munas XI (Jakarta, 2024) Aklamasi |
Muhammad Sarmuji (2024–sekarang) |
[17][18] | ||
- Catatan
- ↑ Posisi Aburizal sebagai ketua umum awalnya diterima oleh mayoritas peserta musyawarah nasional. Namun, posisinya terancam setelah munculnya musyawarah nasional lainnya yang mendapuk Agung Laksono sebagai ketua umum sejak 8 Desember 2014. Mereka menggelar musyawarah nasionalnya di Jakarta, sedangkan Aburizal di Bali sehingga pucuk pimpinan pada masa ini terjadi dualisme di kalangan internal partai.[7] Pertentangan antara dua kubu ini berakhir setelah Partai Golongan Karya (Golkar) melaksanakan musyawarah luar biasa pada 17 Mei 2016 untuk memilih ketua umum baru sisa masa jabatan 2016 hingga 2019.
- ↑ Setya Novanto meletakkan jabatan sebagai ketua umum sebelum masa jabatannya berakhir pada musyawarah nasional berikutnya pada 2019. Ia mundur setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi terkait Kartu Tanda Penduduk elektronik.[9]
- ↑ Airlangga menduduki jabatan ketua umum sejak 13 Desember 2017 menggantikan pendahulunya, Setya Novanto melalui rapat pleno yang diadakan di hari yang sama.
- ↑ Airlangga Hartarto meletakkan jabatan sebagai ketua umum sebelum masa jabatannya berakhir pada musyawarah nasional berikutnya pada 2024.[14]
Referensi
- ↑ Effendi, Sutrisman Mohd. (1997-10-24). "Napak Tilas Sejarah Golkar". Analisa. Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. hlm. 4. Diakses tanggal 2025-03-27.
- ↑ "Wajah-Wajah Mantan Ketua Umum DPP Golkar". Berita Yudha. Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. 1997-04-26. hlm. 5. Diakses tanggal 2025-03-27.
- ↑ "Sudharmono Minta Maaf dan Pengertian Anggota". Harian Neraca. Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. 1988-10-22. hlm. 1. Diakses tanggal 2025-03-27.
- ↑ "H. Harmoko Terpilih sebagai Ketua Umum DPP Golkar 93-98". Bali Post. Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. 1993-10-26. hlm. 1. Diakses tanggal 2025-03-27.
- ↑ Nafi'an, Ilman (2004-12-19). "Jusuf Kalla Ketua Umum Golkar". Detik News. Denpasar. Diakses tanggal 2025-03-27.
- ↑ Wibisono, Kunto, ed. (2009-10-08). "Aburizal Bakrie Terpilih Sebagai Ketum Golkar". Detik News. Pekanbaru. Diakses tanggal 2025-03-27.
- ↑ "Agung Laksono, Ketua Umum Golkar Versi Munas Jakarta!". Kompas. 8 Desember 2014. Diakses tanggal 14 Agustus 2024.
- ↑ "Aburizal Bakrie kembali jadi Ketua Umum Golkar". AntaraNews. 3 Desember 2014. Diakses tanggal 14 Agustus 2024.
- ↑ Setyawan, Feri Agus (17 Juli 2017). "KPK Tetapkan Setya Novanto Tersangka Korupsi e-KTP". CNN Indonesia. Diakses tanggal 18 Juli 2017.
- ↑ Sarwanto, Abi (2016-05-17). "Pemilihan Ketua Umum Golkar Dimulai". CNN Indonesia. Nusa Dua. Diakses tanggal 2025-03-27.
- ↑ Sarwanto, Abi (2016-05-17). "Setya Novanto Resmi Ditetapkan Jadi Ketum Golkar 2016-2019". CNN Indonesia. Nusa Dua. Diakses tanggal 2025-03-27.
- ↑ Prireza, Adam (2017-12-14). "Airlangga Hartarto Jadi Ketua Umum Golkar Gantikan Setya Novanto". Tempo. Jakarta. Diakses tanggal 2025-03-27.
- ↑ Prireza, Adam (2017-12-20). "Munaslub Golkar, Airlangga Hartarto Jadi Ketua Umum Sampai 2019". Tempo. Jakarta. Diakses tanggal 2025-03-27.
- ↑ Anggrainy, Firda Cynthia (2024-08-11). "Mundur Ketum, Airlangga Terima Kasih ke Jokowi, Prabowo, hingga Senior Golkar". Detik News. Jakarta. Diakses tanggal 2025-03-27.
- ↑ Nurita, Dewi (2019-12-05). "Sah, Airlangga Hartarto Terpilih Jadi Ketua Umum Partai Golkar". Tempo. Jakarta. Diakses tanggal 2025-03-27.
- ↑ "Agus Gumiwang Resmi Jabat Plt Ketum Golkar Gantikan Airlangga". CNN Indonesia. Jakarta. 2024-08-13. Diakses tanggal 2025-03-27.
- ↑ "Bahlil Terpilih Secara Aklamasi Jadi Ketum Golkar". MetroTV News. Jakarta. 2024-08-20. Diakses tanggal 2025-03-27.
- ↑ Makdori, Yopi (2024-08-21). "Bahlil Terpilih Sebagai Ketum Golkar Secara Aklamasi, Akan Dilantik Hari ini". Asumsi. Diakses tanggal 2025-03-27.