Celukanbawang, Gerokgak, Buleleng

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Celukanbawang
Desa
Negara Indonesia
ProvinsiBali
KabupatenBuleleng
KecamatanGerokgak
Kodepos81155
Luas4,56 km²[1]
Jumlah penduduk4.212 jiwa (2010)[2]
Kepadatan923 jiwa/km² (2010)
Situs webhttp://celukanbawang-buleleng.desa.id

Celukanbawang atau Celukan Bawang adalah desa di kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, Indonesia. Desa ini memiliki rata-rata ketinggian 50 meter dari permukaan laut.[3] Celukan Bawang adalah desa pesisir pantai yang berupa Celuk sehingga sangat potensial dijadikan pelabuhan laut di kabupaten Buleleng. Di ujung pantai celukan bawang terdapat monumen perjuangan dari kapten wiroka.

Di desa ini menjadi lokasi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan bahan bakar batu bara. Dengan daya 3x142 megawatt tenaga listrik ini mampu memenuhi kebutuhan akan daya listrik di pulau Bali yang berada di ambang kritis. Dibangun oleh PT. General Energy Bali yang menggandeng dua perusahaan dari China yaitu, China Huadian Engineering Corporation Ltd dan China Huadian Development. Selain itu, di desa ini terdapat perusahaan kayu yakni PT Wahyu Karya yang memproduksi olahan kayu asli kalimantan dan pabrik produksi tripleks sebagai bahan bangunan. Pelabuhan celukan bawang sendiri terdapat pengantongan semen milik PT. Semen Tonasa yang terletak diujung barat desa. Mata pencarian utama penduduk desa celukan bawang ada beternak, nelayan, petani tadah hujan, dan buruh. suku yang mendiami desa ini berasal dari berbagai daerah di nusantara diantaranya mayoritas Bugis Sulawesi, Sasak Lombok, Madura, Jawa, dan Bali.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Pada sensus tahun 2010, Penduduk desa Celukanbawang berjumlah 4.212 jiwa terdiri dari 2.080 laki-laki dan 2.132 perempuan dengan rasio sex 0,97. Jumlah kepala keluarga di desa ini mencapai 1.567.[1]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Kecamatan Gerokgak dalam Angka 2017". Badan Pusat Statistik Indonesia. Diakses tanggal 06-02-2019. 
  2. ^ "Penduduk Indonesia Menurut Desa 2010" (PDF). Badan Pusat Statistik. 2010. hlm. 132. Diakses tanggal 14 Juni 2019. 
  3. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diakses tanggal 5 Desember 2018. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]