CMMI

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Capability Maturity Model Integration atau CMMI (bahasa Indonesia: Integrasi Model Kematangan Kemampuan) adalah suatu pendekatan perbaikan proses yang memberikan unsur-unsur penting proses efektif bagi organisasi. Praktik-praktik terbaik CMMI dipublikasikan dalam dokumen-dokumen yang disebut model, yang masing-masing ditujukan untuk berbagai bidang yang berbeda.

Saat ini terdapat dua bidang minat yang dicakup oleh model CMMI: development (pengembangan) dan acquisition (akuisisi). Versi terkini CMMI adalah versi 1.2 dengan dua model yang tersedia yaitu CMMI-DEV (CMMI for Development) yang dirilis pada Agustus 2006 dan ditujukan untuk proses pengembangan produk dan jasa, serta CMMI-ACQ (CMMI for Acquisition) yang dirilis pada November 2007 dan ditujukan untuk manajemen rantai suplai, akuisisi, serta proses outsourcing di pemerintah dan industri.

CMMI menangani jalan yang harus ditempuh suatu organisasi untuk bisa mengelola proses yang terpetakan dengan baik, yang memiliki tahapan terdefinisi baik. Asumsi yang berlaku di sini adalah bahwa dalam organisasi yang matang, dimungkinkan untuk mengukur dan mengaitkan antara kualitas produk dan kualitas proses.

Terlepas model mana yang dipilih oleh suatu organisasi, praktik-praktik terbaik CMMI harus disesuaikan oleh masing-masing organisasi tergantung pada sasaran bisnisnya. Organisasi tidak dapat memperoleh sertifikasi CMMI, melainkan dinilai dan diberi peringkat 1-5. Hasil pemeringkatan penilaian ini dapat dipublikasikan jika dirilis oleh organisasi penilainya.

Area proses[sunting | sunting sumber]

No Area proses Singkatan Istilah bahasa Indonesia) Kategori Level
1 Causal Analysis and Resolution CAR Analisis dan Resolusi Penyebab Pendukung 5
2 Configuration Management CM Manajemen Konfigurasi Pendukung 2
3 Decision Analysis and Resolution DAR Analisis dan Resolusi Keputusan Pendukung 3
4 Integrated Project Management IPM Manajemen Proyek Terintegrasi Manajemen proyek 3
5 Measurement and Analysis MA Pengukuran dan Analisis Pendukung 2
6 Organizational Innovation and Deployment OID Inovasi dan Penyebaran Organisasi Manajemen proses 5
7 Organizational Process Definition OPD Definisi Proses Organisasi Manajemen proses 3
8 Organizational Process Focus OPF Fokus Proses Organisasi Manajemen proses 3
9 Organizational Process Performance OPP Kinerja Proses Organisasi Manajemen proses 4
10 Organizational Training OT Pelatihan Organisasi Manajemen proses 3
11 Process and Product Quality Assurance PPQA Penjaminan Kualitas Proses dan Produk Pendukung 2
12 Product Integration PI Integrasi Produk Teknis 3
13 Project Monitoring and Control PMC Pengawasan dan Pengendalian Proyek Manajemen proyek 2
14 Project Planning PP Perencanaan Proyek Manajemen proyek 2
15 Quantitative Project Management QPM Manajemen Proyek Kuantitatif Manajemen proyek 4
16 Requirements Development RP Pengembangan Persyaratan Teknis 3
17 Requirements Management REQM Manajemen Persyaratan Teknis 2
18 Risk Management RSKM Manajemen Risiko Manajemen proyek 3
19 Supplier Agreement Management SAM Manajemen Kesepakatan Pemasok Manajemen proyek 2
20 Technical Solution TS Solusi Teknis Teknis 3
21 Validation VAL Validasi Teknis 3
22 Verification VER Verifikasi Teknis 3

Manajemen Persyaratan (REQM, Requirements Management)[sunting | sunting sumber]

SG 1 Mengelola Persyaratan

  • SP 1.1 Memperoleh Pemahaman terhadap Persyaratan
  • SP 1.2 Memperoleh Komitmen terhadap Persyaratan
  • SP 1.3 Mengelola Perubahan Persyaratan
  • SP 1.4 Memelihara Keterlacakan Dua Arah dari Persyaratan
  • SP 1.5 Mengidentifikasi Ketidakkonsistenan antara Pekerjaan Proyek dan Persyaratan

Perencanaan Proyek (PP, Project Planning)[sunting | sunting sumber]

SG 1 Membangun Estimasi

  • SP 1.1 Mengestimasi Lingkup Proyek
  • SP 1.2 Membangun Estimasi Hasil Kerja dan Atribut Tugas
  • SP 1.3 Mendefinisikan Proyek Siklus Hidup
  • SP 1.4 Menentukan Estimasi Kerja dan Biaya

SG 2 Mengembangkan Rencana Proyek

  • SP 2.1 Membangun Anggaran dan Jadwal
  • SP 2.2 Mengidentifikasi Risiko Proyek
  • SP 2.3 Merencanakan Data Manajemen
  • SP 2.4 Merencanakan Sumber Daya Proyek
  • SP 2.5 Merencanakan Pengetahuan dan Ketrampilan yang Dibutuhkan
  • SP 2.6 Merencanakan Keterlibatan Pemangku Kepentingan
  • SP 2.7 Membangun Rencana Proyek

SG 3 Memperoleh Komitmen terhadap Rencana

  • SP 3.1 Meninjau Rencana yang Berdampak terhadap Proyek
  • SP 3.2 Merekonsiliasi Tingkat Pekerjaan dan Sumber Daya
  • SP 3.3 Memperoleh Komitmen terhadap Rencana

Pengawasan dan Pengendalian Proyek (PMC, Project Monitoring and Control)[sunting | sunting sumber]

SG 1 Mengawasi Proyek terhadap Rencana

  • SP 1.1 Mengawasi Parameter Perencanaan Proyek
  • SP 1.2 Mengawasi Komitmen
  • SP 1.3 Mengawasi Risiko Proyek
  • SP 1.4 Mengawasi Manajemen Data
  • SP 1.5 Mengawasi Keterlibatan Pemangku Kepentingan
  • SP 1.6 Mengadakan Tinjauan Kemajuan
  • SP 1.7 Mengadakan Tinjauan Tenggat

SG 2 Mengelola Tindakan Korektif sampai Penutupan

  • SP 2.1 Menganalisis Persoalan
  • SP 2.2 Mengambil Tindakan Korektif
  • SP 2.3 Mengelola Tindakan Korektif

Manajemen Kesepakatan Pemasok (SAM, Supplier Agreement Management)[sunting | sunting sumber]

SG 1 Membangun Pemasok Kesepakatan

  • SP 1.1 Menentukan Tipe Pengadaan
  • SP 1.2 Memilih Pemasok
  • SP 1.3 Membangun Kesepakatan Pemasok

SG 2 Memenuhi Kesepakatan Pemasok

  • SP 2.1 Menjalankan Kesepakatan Pemasok
  • SP 2.2 Mengawasi Proses Terpilih Pemasok
  • SP 2.3 Mengevaluasi Hasil Kerja Terpilih Pemasok
  • SP 2.4 Menerima Produk yang Diperoleh
  • SP 2.5 Mentransisikan Produk

Pengukuran dan Analisis (MA, Measurement and Analysis)[sunting | sunting sumber]

SG 1 Menyelaraskan Kegiatan Pengukuran dan Analisis

  • SP 1.1 Membangun Sasaran Pengukuran
  • SP 1.2 Menentukan Ukuran
  • SP 1.3 Menentukan Pengumpulan Data dan Prosedur Penyimpanan
  • SP 1.4 Menentukan Prosedur Analisis

SG 2 Menyediakan Hasil Pengukuran

  • SP 2.1 Mengumpulkan Data Pengukuran
  • SP 2.2 Menganalisis Data Pengukuran
  • SP 2.3 Menyimpan Data dan Hasil
  • SP 2.4 Mengkomunikasikan Hasil

Penjaminan Kualitas Proses dan Produk (PPQA, Process and Product Quality Assurance)[sunting | sunting sumber]

SG 1 Mengevaluasi Proses dan Hasil Kerja secara Objektif

  • SP 1.1 Mengevaluasi Proses secara Objektif
  • SP 1.2 Mengevaluasi Hasil Kerja dan Layanan secara Objektif

SG 2 Menyediakan Wawasan Objektif

  • SP 2.1 Mengkomunikasikan dan Memastikan Resolusi Persoalan Ketidakpatuhan
  • SP 2.2 Membangun Rekaman

Manajemen Konfigurasi (CM, Configuration Management)[sunting | sunting sumber]

SG 1 Membangun Basis

  • SP 1.1 Mengidentifikasi Item Konfigurasi
  • SP 1.2 Membangun Sistem Manajemen Konfigurasi
  • SP 1.3 Membuat atau Merilis Basis

SG 2 Melacak dan Mengendalikan Perubahan

  • SP 2.1 Melacak Permintaan Perubahan
  • SP 2.2 Mengendalikan Item Konfigurasi

SG 3 Membangun Integritas

  • SP 3.1 Membangun Rekaman Manajemen Konfigurasi
  • SP 3.2 Melaksanakan Audit Konfigurasi

Pengembangan Persyaratan (RD, Requirements Development)[sunting | sunting sumber]

SG 1 Mengembangkan Persyaratan Pelanggan

  • SP 1.1 Menggali Kebutuhan
  • SP 1.2 Mengembangkan Persyaratan Pelanggan

SG 2 Mengembangkan Persyaratan Produk

  • SP 2.1 Membangun Persyaratan Produk dan Komponen Produk
  • SP 2.2 Mengalokasikan Persyaratan Komponen Produk
  • SP 2.3 Mengidentifikasi Persyaratan Antarmuka

SG 3 Menganalisis dan Memvalidasi Persyaratan

  • SP 3.1 Membangun Konsep dan Skenario Operasi
  • SP 3.2 Membangun Definisi Fungsi yang Disyaratkan
  • SP 3.3 Menganalisis Persyaratan
  • SP 3.4 Menganalisis Persyaratan untuk Mencapai Keseimbangan
  • SP 3.5 Memvalidasi Persyaratan

Solusi Teknis (TS, Technical Solution)[sunting | sunting sumber]

SG 1 Memilih Solusi Komponen Produk

  • SP 1.1 Mengembangkan Solusi Alternatif dan Kriteria Pemilihan
  • SP 1.2 Memilih Solusi Komponen Produk

SG 2 Mengembangkan Desain

  • SP 2.1 Mendesain Produk atau Komponen Produk
  • SP 2.2 Membangun Paket Data Teknis
  • SP 2.3 Mendesain Antarmuka Menggunakan Kriteria
  • SP 2.4 Melaksanakan Analisis Buat, Beli, atau Pakai Ulang

SG 3 Menerapkan Desain Produk

  • SP 3.1 Menerapkan Desain
  • SP 3.2 Mengembangkan Dokumentasi Pendukung Produk

Integrasi Produk (PI, Product Integration)[sunting | sunting sumber]

SG 1 Menyiapkan Integrasi Produk

  • SP 1.1 Menentukan Urutan Integrasi
  • SP 1.2 Membangun Lingkungan Integrasi Produk
  • SP 1.3 Membangun Prosedur dan Kriteria Integrasi Produk

SG 2 Memastikan Kompatibilitas Antarmuka

  • SP 2.1 Meninjau Deskripsi Kelengkapan Antarmuka
  • SP 2.2 Mengelola Antarmuka

SG 3 Mengumpulkan Komponen Produk dan Menyerahkan Produk

  • SP 3.1 Mengonfirmasikan Kesiapan Komponen Produk untuk Integrasi
  • SP 3.2 Mengumpulkan Komponen Produk
  • SP 3.3 Mengevaluasi Komponen Produk yang Dikumpulkan
  • SP 3.4 Memaketkan dan Menyerahkan Produk dan Komponen Produk

Verifikasi (VER, Verification)[sunting | sunting sumber]

SG 1 Menyiapkan Verifikasi

  • SP 1.1 Memilih Hasil Kerja untuk Diverifikasi
  • SP 1.2 Membangun Lingkungan Verifikasi
  • SP 1.3 Membangun Prosedur dan Kriteria Verifikasi

SG 2 Melaksanakan Penilaian Sejawat

  • SP 2.1 Menyiapkan Penilaian Sejawat
  • SP 2.2 Mengadakan Penilaian Sejawat
  • SP 2.3 Menganalisis Data Penilaian Sejawat

SG 3 Memeriksa Hasil Kerja Terpilih

  • SP 3.1 Melaksanakan Verifikasi
  • SP 3.2 Menganalisis Hasil Verifikasi

Validasi (VAL, Validation)[sunting | sunting sumber]

SG 1 Menyiapkan Validasi

  • SP 1.1 Memilih Produk untuk Divalidasi
  • SP 1.2 Membangun Lingkungan Validasi
  • SP 1.3 Membangun Prosedur dan Kriteria Validasi

SG 2 Memvalidasi Produk atau Komponen Produk

  • SP 2.1 Melaksanakan Validasi
  • SP 2.2 Menganalisis Hasil Validasi

Fokus Proses Organisasi (OPF, Organizational Process Focus)[sunting | sunting sumber]

SG 1 Menentukan Peluang Perbaikan Proses

  • SP 1.1 Membangun Kebutuhan Proses Organisasi
  • SP 1.2 Menilai Proses Organisasi
  • SP 1.3 Mengidentifikasi Perbaikan Proses Organisasi

SG 2 Merencanakan dan Menerapkan Perbaikan Proses

  • SP 2.1 Membangun Rencana Tindakan Proses
  • SP 2.2 Menerapkan Rencana Tindakan Proses

SG 3 Menerapkan Aset Proses Organisasi dan Memasukkan Hasil Pengajaran

  • SP 3.1 Menerapkan Aset Proses Organisasi
  • SP 3.2 Menerapkan Proses Standar
  • SP 3.3 Mengawasi Implementasi
  • SP 3.4 Memasukkan Pengalaman Terkait Proses ke dalam Aset Proses Organisasi

Definisi Proses Organisasi (OPD, Organizational Process Definition) +IPPD[sunting | sunting sumber]

SG 1 Membangun Aset Proses Organisasi

  • SP 1.1 Membangun Proses Standar
  • SP 1.2 Membangun Deskripsi Model Siklus Hidup
  • SP 1.3 Membangun Kriteria dan Pedoman Penyesuaian
  • SP 1.4 Membangun Repositori Pengukuran Organisasi
  • SP 1.5 Membangun Pustaka Aset Proses Organisasi
  • SP 1.6 Membangun Standar Lingkungan Kerja

Penambahan IPPD:

SG 2 Menerapkan Manajemen IPPD

  • SP 2.1 Membangun Mekanisme Pemberdayaan
  • SP 2.2 Membangun Aturan dan Pedoman untuk Tim Terintegrasi
  • SP 2.3 Menyeimbangkan Tanggung Jawab Tim dan Organisasi

Pelatihan Organisasi (OT, Organizational Training)[sunting | sunting sumber]

SG 1 Membangun Kapabilitas Pelatihan Organisasi

  • SP 1.1 Membangun Kebutuhan Pelatihan Strategis
  • SP 1.2 Menentukan Kebutuhan Pelatihan yang Merupakan Tanggung Jawab Organisasi
  • SP 1.3 Membangun Rencana Taktis Pelatihan Organisasi
  • SP 1.4 Membangun Kapabilitas Pelatihan

SG 2 Menyediakan Pelatihan yang Dibutuhkan

  • SP 2.1 Memberikan Pelatihan
  • SP 2.2 Membangun Rekaman Pelatihan
  • SP 2.3 Menilai Efektivitas Pelatihan

Manajemen Proyek Terintegrasi (IPM, Integrated Project Management) +IPPD[sunting | sunting sumber]

SG 1 Menggunakan Proses Terdefinisi dari Proyek

  • SP 1.1 Membangun Proses Terdefinisi dari Proyek
  • SP 1.2 Menggunakan Aset Proses Organisasi untuk Perencanaan Kegiatan Proyek
  • SP 1.3 Membangun Lingkungan Kerja Proyek
  • SP 1.4 Mengintegrasikan Rencana
  • SP 1.5 Mengelola Proyek Menggunakan Rencana Terintegrasi
  • SP 1.6 Berkontribusi untuk Aset Proses Organisasi

SG 2 Berkoordinasi dan Berkolaborasi dengan Pemangku Kepentingan yang Relevan

  • SP 2.1 Mengelola Keterlibatan Pemangku Kepentingan
  • SP 2.2 Mengelola Ketergantungan
  • SP 2.3 Memecahkan Persoalan Koordinasi

Tambahan IPPD:

SG 3 Menerapkan Prinsip IPPD

  • SP 3.1 Membangun Visi Bersama Proyek
  • SP 3.2 Membangun Struktur Tim Terintegrasi
  • SP 3.3 Mengalokasikan Persyaratan ke Tim Terintegrasi
  • SP 3.4 Membangun Tim Terintegrasi
  • SP 3.5 Memastikan Kolaborasi antara Tim Terkait

Manajemen Risiko (RSKM, Risk Management)[sunting | sunting sumber]

SG 1 Menyiapkan Manajemen Risiko

  • SP 1.1 Menentukan Sumber dan Kategori Risiko
  • SP 1.2 Mendefinisikan Parameter Risiko
  • SP 1.3 Membangun Strategi Manajemen Risiko

SG 2 Mengidentifikasi dan Menganalisis Risiko

  • SP 2.1 Mengidentifikasi Risiko
  • SP 2.2 Mengevaluasi, Mengkategorikan, dan Memprioritaskan Risiko

SG 3 Memitigasi Risiko

  • SP 3.1 Mengembangkan Rencana Mitigation Risiko
  • SP 3.2 Menerapkan Rencana Mitigation Risiko

Analisis dan Resolusi Keputusan (DAR, Decision Analysis and Resolution)[sunting | sunting sumber]

SG 1 Mengevaluasi Alternatif

  • SP 1.1 Membangun Pedoman untuk Analisis Keputusan
  • SP 1.2 Membangun Kriteria Evaluasi
  • SP 1.3 Mengidentifikasi Solusi Alternatif
  • SP 1.4 Memilih Metode Evaluasi
  • SP 1.5 Mengevaluasi Alternatif
  • SP 1.6 Memilih Solusi

Kinerja Proses Organisasi (OPP, Organizational Process Performance)[sunting | sunting sumber]

SG 1 Membangun Basis dan Model Kinerja

  • SP 1.1 Memilih Proses
  • SP 1.2 Membangun Ukuran Kinerja Proses
  • SP 1.3 Membangun Sasaran Kualitas dan Kinerja Proses
  • SP 1.4 Membangun Basis Kinerja Proses
  • SP 1.5 Membangun Model Kinerja Proses

Manajemen Proyek Kuantitatif (QPM, Quantitative Project Management)[sunting | sunting sumber]

SG 1 Mengelola Proyek Secara Kuantitatif

  • SP 1.1 Membangun Sasaran Proyek
  • SP 1.2 Menyusun Proses Terdefinisi
  • SP 1.3 Memilih Subproses yang Akan Dikelola Secara Statistik
  • SP 1.4 Mengelola Proyek Kinerja

SG 2 Mengelola Kinerja Subproses Secara Statistik

  • SP 2.1 Memilih Ukuran dan Teknik Analitik
  • SP 2.2 Menerapkan Metode Statistik untuk Memahami Variasi
  • SP 2.3 Mengawasi Kinerja Subproses Terpilih
  • SP 2.4 Merekam Data Manajemen Secara Statistik

Inovasi dan Penerapan Organisasi (OID, Organizational Innovation and Deployment)[sunting | sunting sumber]

SG 1 Memilih Perbaikan

  • SP 1.1 Mengumpulkan dan Menganalisis Proposal Perbaikan
  • SP 1.2 Mengidentifikasi dan Menganalisis Inovasi
  • SP 1.3 Perbaikan Percontohan
  • SP 1.4 Memilih Perbaikan untuk Diterapkan

SG 2 Menerapkan Perbaikan

  • SP 2.1 Merencanakan Penerapan
  • SP 2.2 Mengelola Penerapan
  • SP 2.3 Mengukur Dampak Perbaikan

Analisis dan Resolusi Penyebab (CAR, Causal Analysis and Resolution)[sunting | sunting sumber]

SG 1 Menentukan Penyebab Kecacatan

  • SP 1.1 Memilih Data Kecacatan untuk Analisis
  • SP 1.2 Menganalisis Penyebab

SG 2 Menangani Penyebab Kecacatan

  • SP 2.1 Menerapkan Proposal Tindakan
  • SP 2.2 Mengevaluasi Dampak Perubahan
  • SP 2.3 Merekam Data

Pranala luar[sunting | sunting sumber]