Praktik terbaik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Praktik terbaik (Bahasa Inggris: best practice) dapat didefinisikan sebagai suatu cara paling efisien (upaya paling sedikit) dan efektif (hasil terbaik) untuk menyelesaikan suatu tugas, berdasarkan suatu prosedur yang dapat diulangi yang telah terbukti manjur untuk banyak orang dalam jangka waktu yang cukup lama. Istilah ini juga sering digunakan untuk menjelaskan proses pengembangan suatu cara standar untuk melakukan suatu hal yang dapat digunakan oleh berbagai organisasi misalnya dalam bidang manajemen, kebijakan, atau sistem perangkat lunak. Dalam dunia pedidikan, praktik terbaik merupakaan salah satu jenis KTI yang bisa dibuat oleh pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) untuk mengembangkan profesinya. Praktik terbaik menceritakan kisah sukses ataau pengalaman terbaaik kreativitas dan inovasi PTK dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi dalam meningkatkan mutu layanan pendidikann di satuan pendidikan sehingga dapat mencapai prestasi yang diharapkan. Praktik terbaik tidak selalu identik dengan langkah yang besar dan "revolusioner" yang dilakukan oleh PTK dalam menyelesaikan masalah, tetapi bisa juga melalui sebuah langkah kecil, penerapan alternatif-alternatif pemecahan masalah yang sederhana, tetapi efektif dan dampaknya terasa dalam peningkatan kualitas pelayanan pendidikan di satuan pendidikan. Masalah yang ditemukan di lapangan dicari solusinya secara taktis dan praktis. Bagi guru bisa berkaitan dengan penggunaan media dan alat peraga, strategi, model pembelajaran tertentu yang inovatif sedangkan bagi kepala sekolah bisa berkaitan dengan penyelenggaraan program pelatihann, workshop, pembiasaan, pembuatan kebijakan dan peraturan, pembuatan sarana dan prasarana tertentu dan sebagainya. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa best practice atau praktik terbaik adalah pengalaman terbaik atau kisah keberhasilan yang ditulis oleh pendidik dan tenaga kependidikan (guru, kepala sekolah, atau pengawas) untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam melaksanakan tugasnya di lapangan secara kreatif, inovatif, praktis, memiliki nilai kebaruan yang berdampak terhadap meningkatnya mutu layanan pendidikan yang diberikannya kepada pelanggan[1]

Ciri-ciri:[1][sunting | sunting sumber]

  1. Mengembangkan cara baru daan inovatif dalam penyelesaian masalah pendidikan
  2. Membawa perubahan atau hasil yang signifikan
  3. Mampu mengatasi persoalan secara berkelanjutan
  4. Mampu menjadi model atau inspirasi bagi guru lain
  5. Cara dan metode yang dilakukan bersifat ekonomis dan efisien

Prinsip-prinsip menulis praktik terbaik:[1][sunting | sunting sumber]

  1. Prinsip APIK (asli, perlu, ilmiah, dan konsisten)
  2. Prinsip kreatif. inovatif, dan kebaruan
  3. Prinsip perbaikan mutu berkelanjutan
  4. Prinsip integritas

Tujuan menulis praktik terbaik:[1][sunting | sunting sumber]

  1. Menyelesaikan masalah pendidikan
  2. Membangun kepekaaan dan kemampuan berpikir kritis
  3. Menciptakan inovasi dan mutu layanan 8 standar pendidikan
  4. Membangun kemampuan PTK dalam menyusun penyelesaian masalah secara logis dan sistematis

Referensi:

  1. ^ a b c d Apandi, Idris (2019). Kiat Praktis Menulis Best Practice. Ciamis: CV. Tsaqiya Publishing. hlm. 1-10. ISBN 9786025942402.