Banjir Jepang 2018

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Banjir Jepang 2018
Kawabou C-band rader Japan wide 2018-07-03to08.gif
Animasi radar peristiwa ini dari 3-8 Juli secara nasional; animasi dimulai dengan Topan Prapiroon yang memngaruhi wilayah barat negara ini diikuti dengan hujan deras yang beruntun di sepanjang front Meiyu
Tanggal 28 Juni 2018 (2018-06-28) – 09 Juli 2018 (2018-07-09)
Lokasi Jepang, terutama Shikoku dan bagian barat Honshu
Penyebab Hujan deras
Tewas 222 korban jiwa, 30 hilang
Kerugian harta benda >¥43,69 miliar

Pada akhir Juni hingga pertengahan Juli 2018, hujan deras yang terus menerus terjadi di wilayah barat daya Jepang mengakibatkan bencana banjir dan banjir lumpur meluas dan menghancurkan. Peristiwa ini secara resmi disebut sebagai 平成 30 年7月豪雨 (Hujan deras di bulan Juli Heisei 30) oleh Badan Meteorologi Jepang.[1] Hingga 14 Juli, 222 orang dikonfirmasi tewas di 13 prefektur dengan 30 lainnya dilaporkan hilang.[2] Lebih dari 8 juta penduduk diimbau atu didesak untuk mengungsi yang tersebar di 23 prefektur.[3] Ini merupakan bencana banjir air tawar yang paling mematikan di negara ini sejak Banjir Nagasaki 1982 (ja) ketika 299 orang tewas.[4]

Sekitar 54.000 anggota Pasukan Bela Diri Jepang, polisi, dan pemadam kebakaran dikerahkan untuk mencari orang-orang yang terperangkap atau terluka akibat dari dampak tanah longsor dan banjir yang dipicu oleh hujan lebat, sementara pemerintah Jepang telah membentuk unit penghubung di pusat manajemen krisis kantor perdana menteri untuk menghimpun informasi.[5]

Dampak[sunting | sunting sumber]

Animasi radar hujan deras pada 5-7 Juli di atas Shikoku dan Honshu bagian barat
Curah hujan di Fukuoka selama Topan Prapiroon pada 3 Juli

Pada 3 Juli 2018, Topan Prapiroon mendatangkan hujan lebat dan angin ke barat daya Jepang.[6] Selama beberapa hari berikutnya, aliran selatan dari topan menimbulkan peningkatan kelembaban yang kemudian berinteraksi dengan front stasioner musiman.[6][7] Banjir mematikan dimulai pada 5 Juli, terutama di region Kansai yang diguncang oleh gempa mematikan tiga minggu sebelumnya. Hujan lebat kemudian menyebar ke petak-petak besar negara itu,[8] meluas jauh ke barat hingga Prefektur Okinawa.[7]

Beberapa wilayah mengalami rekor curah hujan satu jam dan tiga hari terbesar mereka.[6] Beberapa wilayah terkena lebih dari 1.000 mm (39 in) curah hujan, mendorong Badan Meteorologi Jepang (JMA) untuk mengeluarkan peringatan hujan lebat darurat[note 1] untuk delapan prefektur: Okayama, Hiroshima, Tottori, Fukuoka, Saga, Nagasaki, Hyogo, dan Kyoto.[9][10] Ini merupakan peringatan terbesar yang dikeluarkan sejak implementasinya. Seorang pejabat di JMA menggambarkan peristiwa ini sebagai "hujan lebat pada tingkat yang belum pernah kami alami".[9]

Hujan deras memicu tanah longsor dan banjir bandang, dengan ketinggian air mencapai 5 m (16 ft) di wilayah yang terkena paling parah.[10] Motoyama, Kōchi, terjadi 584 mm (23,0 in) hujan antara 6 dan 7 Juli.[11] Satu kota di Kōchi mencatat curah hujan 263 mm (10,4 in) dalam dua jam.[12] Gunung Ontake mengalami rekor curah hujan tiga hari terbesarnya pada 655,5 mm (25,81 in).[6]

Saat hujan berkurang pada 9 Juli, muncul kekhawatiran mengenai suhu tinggi dengan suhu tertinggi mencapai 30 °C (86 °F), ditambah dengan sekitar 11.200 rumah tangga tanpa listrik, kekhawatiran atas sengatan bahang dan air minum yang terkontaminasi meningkat.[13]

Korban[sunting | sunting sumber]

Di seluruh wilayah yang terdampak, sedikitnya 155 orang tewas dalam berbagai insiden terkait hujan,[14] terutama karena longsoran lumpur, tanah longsor, dan kendaraan tersapu oleh air bah.[15] Kebanyakan korban tewas karena telah mengabaikan perintah evakuasi, dan memilih untuk tetap tinggal di rumah mereka meskipun peringatan berulang-ulang.[16] Polisi menerima berbagai laporan di seluruh negara mengenai penduduk yang terperangkap di rumah-rumah yang tertimbun tanah longsor, orang-orang yang hanyut oleh sungai yang meluap, dan dari orang-orang yang terperangkap di dalam mobil. Setidaknya sepuluh orang tertimbun di dalam rumah mereka di Higashihiroshima; tim penyelamat berhasil mengonfirmasi tujuh selamat namun masih terperangkap hingga 7 Juli.[17]

Prefektur Hiroshima melaporkan korban jiwa terbanyak yakni 47 orang; 25 tewas di Prefektur Ehime; 36 tewas di Prefektur Okayama; 14 tewas di prefektur-prefektur Yamaguchi, Kyoto, Gifu, Shiga, Hyogo, Kochi, dan Fukuoka dan 33 lainnya di lokasi yang tidak diketahui.[18]

Bantuan internasional[sunting | sunting sumber]

Taiwan mengumumkan bahwa mereka akan menyumbangkan 20 juta yen untuk bantuan bencana.[19]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ An emergency heavy rain warning is issued in advance of extreme rain events with the potential of being "the worst in decades".[9]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ (9 July 2018). 今般の豪雨の名称について (PDF) (dalam Japanese). Siaran pers. Diakses pada 12 July 2018.
  2. ^ Death toll in Japan flood disaster climbs to 209
  3. ^ "大雨死者51人、不明58人に 避難指示勧告863万人". Asahi Shimbun Digital (dalam bahasa Jepang). Asahi Shimbun. 8 July 2018. Diakses tanggal 9 July 2018. 
  4. ^ "西日本豪雨 各地で甚大な被害相次ぐ". Yomiuri Online. 13 July 2018. 
  5. ^ At least 49 dead, dozens missing as wide swathes of Japan lashed by torrential rain
  6. ^ a b c d Kristina Pydynowski (8 July 2018). "Dozens dead as deadly flooding strikes Japan". AccuWeather. Diakses tanggal 8 July 2018. 
  7. ^ a b "More landslide, flood warnings as heavy rain lashes wide area of Japan". The Mainichi. 5 July 2018. Diakses tanggal 8 July 2018. 
  8. ^ "2 dead, 5 missing as heavy rain hits wide areas of Japan". The Mainichi. 6 July 2018. Diakses tanggal 8 July 2018. 
  9. ^ a b c "9 dead, 42 missing as heavy rains, landslides feared to continue across wide areas". The Mainichi. 7 July 2018. Diakses tanggal 8 July 2018. 
  10. ^ a b Staff and agencies (7 July 2018). "Floods and landslides leave dozens dead and 50 missing in Japan". the Guardian (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 7 July 2018. 
  11. ^ "Japan floods: At least 60 killed in deluges and landslides". BBC. 8 July 2018. Diakses tanggal 8 July 2018. 
  12. ^ "More than 80 dead, dozens of others missing as heavy rain continues to pound western, central parts of nation". The Japan Times. Kyodo News, Associated Press, Agence France-Presse, Jiji Press. 8 July 2018. Diakses tanggal 8 July 2018. 
  13. ^ CNBC (2018-07-08). "Rescuers race to find survivors after Japan floods kill at least 114". CNBC. Diakses tanggal 2018-07-09. 
  14. ^ Rescuers race against time as death toll in western Japan floods rises to at least 155
  15. ^ NEWS, KYODO. "At least 50 dead, scores missing as torrential rains lash Japan". Kyodo News+ (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 7 July 2018. 
  16. ^ "Millions ordered to evacuate as floods kill dozens in Japan". ABC News (dalam bahasa Inggris). 8 July 2018. Diakses tanggal 8 July 2018. 
  17. ^ "10 buried alive in Hiroshima as heavy rain hits wide areas of Japan". The Mainichi. 7 July 2018. Diakses tanggal 8 July 2018. 
  18. ^ Death toll from west Japan downpours and flooding reaches 126
  19. ^ https://japantoday.com/category/national/taiwan-to-donate-20-million-yen-to-japanese-flood-victims