Bagus Karyanegara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Bagus Karyanegara
Bagus Karyanegara


Lahir (1969-05-12)12 Mei 1969
Kebangsaan Indonesia
Agama Islam
Tanda tangan Tanda tangan Bagus Karyanegara

Bagus Karyanegara (lahir di Bandung, Jawa Barat, Indonesia, 12 Mei 1969; umur 49 tahun) adalah Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Cabang Bogor masa bakti 2012-2017.[1] Ia terpilih secara aklamasi dalam pemilihan yang diadakan pada tanggal 12 Desember 2011, bertempat di Kantor Wali kota Bogor. Bagus Karyanegara memperoleh 41 suara dari 57 suara.[2] HPI merupakan organisasi yang bertujuan untuk memajukan Bogor sebagai kota wisata. Dalam masa baktinya Bagus Karyanegara berjanji berupaya menjadikan Bogor sebagai tujuan pariwisata utama Jawa Barat. Segera setelah terpilih, Bagus yang sering dipanggil sapaan singkat BK [3] mensosialisasikan ucapan wilujeung sumping sebagai sapaan awal bagi wisatawan yang datang ke Bogor.[4][5].

Dalam kehidupan pribadinya, ia menikah dengan Irawati Hermawan Karyanegara, SH., MH., CN., yang merupakan pendiri dan partner pada Law Firm Hermawan Prasetyo & Juniarto (HPJ)[6], sebuah kantor konsultan hukum di Jakarta. Pasangan Bagus Karyanegara dan Irawati Hermawan memiliki lima orang anak, yaitu Adellina Syariffa, Muhammad Akmal Yusuf, Muhammad Elang, Mikaila Jessy Azzahra dan Salma Aurelia.

Kiprah Sosial Kemasyarakatan[sunting | sunting sumber]

Bagus Karyanegara dalam penandatanganan kerjasama Industri Rumahan dengan PSP3 IPB

Bagus Karyanegara dikenal sebagai tokoh yang aktif berkarya dibidang sosial kemasyarakatan di Bogor. Kiprahnya meliputi berbagai aspek kemasyarakatan. Ia menyebut dirinya sebagai ''social entrepreneur'' karena mempunyai minat yang besar pada kewirausahaan berbasis partisipasi masyarakat. Melalui paguyuban Masyarakat Cinta Bogor yang dipimpinnya, Bagus bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk menggalakan secara luas industri rumahan (cottage industry).[7]

Bagus Karyanegara aktif mensosialisasikan konsep social entrepreuneurship, wirausaha berbasis masyarakat. Bidang yang digeluti adalah dengan mengelola sampah menjadi kompos yang memiliki nilai ekonomis. Di berbagai wilayah di Kota dan Kabupaten Bogor, kompos yang dihasilkan bersama masyarakat ramai-ramai dijadikan media untuk menanam cabai.

Sebagai Pemerhati Budaya Sunda[sunting | sunting sumber]

Bagus Karyanegara bersama Kepala Adat Sindang Barang

Sebagai pemerhati budaya Sunda Bagus Karyanegara secara rutin mengadakan saresehan budaya yang diikuti para budayawan Bogor. Berbagai macam isu terkait pelestarian budaya sunda didiskusikan dalam saresehan tersebut.

Sebagai respon terhadap kekhawatiran para seniman Sunda, ia menghimbau hotel-hotel di Bogor agar memperdengarkan kecapi suling di area publik hotel. Ia juga aktif menghimbau pemakaian totopong, yaitu ikat kepala khas Sunda [8].

Bagus Karyanegara aktif mendukung Kampung Budaya Sindang Barang, suatu kawasan cagar budaya Sunda yang bertempat di Ciapus, Bogor. [[Kampung Budaya Sindang Barang terkenal dengan acara seren tahun yang dihidupkan kembali oleh Kepala Adat Kampung Budaya Sindang Barang Maki Sumawijaya [9][10].

Atas usulan budayawan Sunda Bapak Adenan Taufik, Bagus Karyanegara merintis penyelenggaraan Kwera Bakti, yaitu suatu parade budaya yang mengadopsi dari helaran pada zaman kerajaan Padjadjaran. Kwera Bakti diharapkan menjadi agenda tahunan pariwisata di Bogor.

Sebagai Pemerhati Lingkungan Hidup[sunting | sunting sumber]

Berbagai kegiatan pelestarian lingkungan telah dilakukan oleh Bagus Karyanegara, diantaranya menanam 5000 (lima ribu) pohon di Kabupaten Bogor yang melibatkan Ibu Wali kota Bogor Fauziah Diani Budiarto dan Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturahman beserta istri.[11][12]. Dengan kegiatan penanaman pohon Bagus berharap penambahan debit air di wilayah Bogor akan bertambah, karena tanaman merupakan penyangga debit air di Bogor, Jakarta dan sekitarnya.

Bagus Karyanegara dalam kegiatan bersih-bersih Bendung Katulampa.

Bagus Karyanegara juga memiliki perhatian terhadap penanggulangan bahaya banjir di Ibukota Jakarta. Untuk menanggulangi bahaya banjir, ia kerap mengadakan kegiatan bersih-bersih sampah di Bendungan Katulampa.[13][14][15][16] . Tempat ini dipilih karena Bendungan Katulampa merupakan titik peringatan dini bagi bahaya banjir di Jakarta dan sekitarnya.

Pengelolaan sampah merupakan permasalahan yang mendapat perhatian khusus Bagus Karyanegara. Bersama masyarakat, ia menggalakkan gerakan reduce, reuse, recycle. Bagus mensosialisasikan pemilahan sampah dikalangan masyarakat yang dimulai dari tingkat keluarga. Selanjutnya, dengan menggerakan komunitas Masyarakat Cinta Bogor yang dipimpinnya, Bagus menggagas pengelolaan sampah berbasis masyarakat.[17] Kegiatan tersebut dilakukan dengan memberdayakan masyarakat dan bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB).[18][19][20]

Sebagai Pelaku Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Bagus Karyanegara bersama HPI kenalkan tempat wisata Gunung Menir.

Bagus Karyanegara menaruh minat yang sangat besar terhadap pariwisata di Bogor dan mengumumkan visinya sebagai ketua HPI, yaitu menjadikan Bogor sebagai kota tujuan utama wisata di Jawa Barat.[21]

Segera setelah diangkat sebagai ketua HPI, Bagus menghimbau sapaan wilujeung sumping sebagai sapaan awal terhadap wisatawan Bogor. Tindakan tersebut mendapat sambutan dari Pemerintah Kota Bogor, yang segera membangun semacam tugu selamat datang dengan tulisan wilujeung sumping untuk menyambut pendatang dari arah pintu jalan tol JAGORAWI.

Ia kemudian mengumumkan pembentukan Kelompok Penggerak Pariwisata (KOMPEPAR) di tingkat kelurahan, yang mendapat dukungan luas dari masyarakat. Sejumlah tokoh masyarakat di Bogor seperti Adenan Taufik, Eman Soelaeman, Inotji Hayatullah termasuk komponen masyarakat lainnya seperti Karang Taruna, Damas (Daya Mahasiswa Sunda) dan Himpunan Mahasiswa Islam kota Bogor memberikan dukungan terhadap rencana tersebut.[22][23][24].

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Harian Pos Kota: Bagus Karyanegara jadi Ketua HPI Bogor
  2. ^ Situs resmi Pemerintah Kota Bogor: Bagus Karyanegara pimpin HPI kota Bogor
  3. ^ Harian Bogor News: Batik Bogor bisa jadi Buah Tangan Wisatawan
  4. ^ Antaranews: Wilujeng sumping jadi sapaan resmi pramuwisata
  5. ^ Republika: Wilujeng sumping di Bogor
  6. ^ [1]
  7. ^ Situs Resmi PSP3 IPB: Piagam Kesepahaman Pemberdayaan Pelaku Industri Rumahan Bogor Ditandatangani
  8. ^ Harian Radar Bogor: Budayawan Setuju, Pegawai Pakai Iket
  9. ^ Harian Bogor News: HPI KOta Bogor Promosikan Seren Tahun ke Mancanegara
  10. ^ Website resmi Kota Bogor:HPI KOta Bogor siap Promosikan Kegiatan Bernuansa Tradisi
  11. ^ Harian Pos Kota: Masyarakat Cinta Bogor Tanam 5000 Pohon
  12. ^ Situs Resmi DPRD Kota Bogor: Masyarakat Cinta Bogor akan Menanam 5000 Pohon Penghijauan
  13. ^ Harian Media Indonesia: 100 Karung Sampah Terkumpul di Ciliwung
  14. ^ lima-ton-sampah-sumbat-bendung-katulampa Harian Republika: Lima Ton Sampah Sumbat Bendung Katulampa
  15. ^ Antara News: Hundreds Garbage Sacks Collected from Ciliwung River
  16. ^ Harian Pikiran Rakyat: Bendung Katulampa Disesaki Sampah Rumah Tangga
  17. ^ Harian Radar Bogor: Ajak Warga Berdayakan Lingkungan, MCB Gelar Ekonomi Kerakyatan
  18. ^ detail&id=84102 Harian Radar Bogor: MCB Gandeng IPB
  19. ^ Harian Media Indonesia: Warga Bogor Olah Sampah Rumahan
  20. ^ Harian Koran Bogor: Daur Ulang Sampah Menjadi Sebuah Karya Besar
  21. ^ Situs Resmi Pemerintah Kota Bogor: Wujudkan Kota Tujuan Wisaya, HPI akan membentuk Kompepar Disetiap Kelurahan
  22. ^ Harian Kota Bogor: Wujudkan Kota Tujuan Wisata, HPI akan Membentuk KOMPEPAR disetiap Kelurahan
  23. ^ Harian Koran Bogor :KOMPEPAR Dibentuk di 68 Kelurahan se Kota Bogor
  24. ^ hpi--segera--membentuk-kompepar-disetiap-kelurahan Harian Bogor News: Wujudkan Kota Tujuan Wisata HPI segera Membentuk KOMPEPAR disetiap Kelurahan