Asisten apoteker

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Asisten Apoteker yang sekarang berubah sebutan menjadi Tenaga Teknis Kefarmasian adalah Profesi Pelayanan kesehatan di bidang Farmasi bertugas mengerjakan Teknis-Teknis dalam pekerjaan kefarmasian menurut Peraturan Menteri Kesehatan No.889/MENKES/PER/V/2011. Jenjang pendidikan profesi Tenaga Teknis Kefarmasian setara dengan D-3 dan S-1 Farmasi. sehingga wajib memiliki Surat Tanda Registrasi Tenaga Teknis Kefarmasian[1], yang selanjutnya disingkat STRTTK adalah bukti tertulis yang diberikan oleh Menteri kepada Tenaga Teknis Kefarmasian yang telah diregistrasi, juga memiliki Surat Izin Kerja Tenaga Teknis Kesehatan atau SIKTTK[2].

Bukan Tenaga Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Dengan lahirnya UU No. 36 tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan[3],,pasal 88 ayat 3,posisi Asisten apoteker tidak lagi disebut sebagai Tenaga Kesehatan, tetapi masuk sebagai Asisten Tenaga Kesehatan[4]. Asisten apoteker tidak dimasukkan tenaga kesehatan karena pendidikannya di bawah Diploma3[5] .sehingga membatalkan Peraturan Menteri Kesehatan No.889/MENKES/PER/V/2011.


Asisten Apoteker dari masa ke masa[sunting | sunting sumber]

  • tangga l7 oktober 1918: Sekolah Asisten Apoteker pertama di dirikan memalui SK Pemerintah Hindia Belanda No 38 dengan Nama leergang voor de opleiding van apotheker-bedieinden onder deen nam van apothekers-assistenschools[6]

  • tanggal 16 maret 1933: Standar Asisten Apoteker di tingkat kan, kelulusan di tentukan denga kegiatan magang di jakarta selama 20 bulan di bawah bimbingan Apotheker dari Nederland dan memimpin sebuah apotek[7]
  • tahun 1944: Jepang Melakukan pendidikan asisten apotheker selama 8 bulan dengan persyaratan siswa lulusan Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) atau pendidikan setinhkat SMP[8] .
  • tahun 1950: Sekolah Asisten Apoteker Negeri Republik yang pertama bediri. masa pendidikan selama 2 tahun dan lulusan perdana berjumlah 30 siswa.
  • tahun 1955: jumlah Asisten Apoteker mencapai 1218 orang.
  • tahun 1958: jumlah Asisten Apoteker bertambah menjadi 1613 orang.
  • tahun 1966: jumlah Asisten Apoteker sebanyak 5180
  • tahun 1963: lahir Undang-Undang no 7 tentang Tenaga Kesehatan
  • sampai tahun 1980: Di sebut masa transisi, Dimana dokter dan Asisten Apoteker di bolehkan membuka apotek darurat,[9], hingga dikeluarkannya PP 25 tahun 1980[10], yang melarang Apotek darurat.
  • tahun 2003: lahir Undang - Undang No.20 tentang Sistem Pendidikan Nasional,memantapkan bahwa asisten apoteker adalah produk pendidikan menengah setara SMK, pada bidang keahlian Kesehatan, program keahlian Farmasi.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ BAB I Pasal 10 Permenkes no 889/MENKES/PER/V/2011
  2. ^ BAB I, Pasal 13 Permenkes no 889/MENKES/PER/V/2011
  3. ^ UU No. 36 tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan
  4. ^ UU No. 36 tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan
  5. ^ UU No.36 tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan
  6. ^ DVG, Verzameling Voorschriften, 1936
  7. ^ keputusan kepala DVG nomor 8512/F tanggal 16 maret 1933,nomor 27817/F tanggal 8 september 1936,nomor 11161/F tanggal 6 april 1939
  8. ^ DR.Midian,Sirait. Bab VI.1 Sejarah Perkembangan Pendidikan Farmasi di Indonesia, hal 9
  9. ^ DR.Midian Sirait. Bab VI.2 Sekolah Menengah Farmasi halaman 10
  10. ^ http://hukum.unsrat.ac.id/pp/pp_25_1980.htm


Baca juga[sunting | sunting sumber]