Asiah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Asiah (digambarkan dengan kepang hitam panjang) dan para dayangnya, yang sehabis mandi, menemukan bayi Musa di Sungai Nil.[1] Busana mereka tergantung di pohon-pohon sementara arus sungai dihias dengan gaya Tionghoa. Ilustrasi dari Jami' al-tawarikh

Asiya (bahasa Arab: آسيا‎), atau Asiyah (bahasa Arab: آسية‎), terkadang disebut Asiya binti Muzahim, dimuliakan oleh umat Muslim sebagai salah satu dari empat wanita terbaik sepanjang masa, tiga lainnya adalam Maryam (bunda Isa), Khadija (istri Muhammad) dan Fatimah (putri Muhammad).[2] Ia dikisahkan dalam al-Qur'an sebagai istri Firaun, yang memerintah pada zaman Nabi Musa. Ia diyakini diam-diam menerima Allah setelah menyaksikan mukjizat Musa di istana suaminya. Tradisi menyatakan bahwa Asiya menyembah Allah secara diam-diam dan memohon untuk menghilangkan kekhawatiran suaminya. Ia tewas saat disiksa oleh suaminya, yang mengetahui bahwa istrinya telah menyembah Allah dan menganggap tindakan istrinya melawan tiraninya.[3]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Avner Gilʻadi (1999). Infants, Parents and Wet Nurses: Medieval Islamic Views on Breastfeeding and Their Social Implications. Brill Publishers. ISBN 9789004112230. 
  2. ^ Encyclopaedia of the Qur’an. Leidan: Brill, 2001. Print.
  3. ^ Stowasser, B.F. (1994). Women in the qur’an, traditions, and interpretation. New York: Oxford University Press. 57