Asam oleat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Asam oleat
Asam oleat
Oleic-acid-3D-vdW.png
Nama
Nama IUPAC (preferensi)
(9Z)-Octadec-9-enoic acid
Nama lain
18:1 cis-9
Penanda
Model 3D (JSmol)
3DMet {{{3DMet}}}
ChEMBL
ChemSpider
DrugBank
Nomor EC
Nomor RTECS {{{value}}}
UNII
  • InChI=1S/C18H34O2/c1-2-3-4-5-6-7-8-9-10-11-12-13-14-15-16-17-18(19)20/h9-10H,2-8,11-17H2,1H3,(H,19,20)/b10-9- N
    Key: ZQPPMHVWECSIRJ-KTKRTIGZSA-N N
  • InChI=1/C18H34O2/c1-2-3-4-5-6-7-8-9-10-11-12-13-14-15-16-17-18(19)20/h9-10H,2-8,11-17H2,1H3,(H,19,20)/b10-9-
    Key: ZQPPMHVWECSIRJ-KTKRTIGZBB
  • CCCCCCCC\C=C/CCCCCCCC(O)=O
Sifat
C18H34O2
Massa molar 282,47 g·mol−1
Penampilan cairan berminyak tidak berwarna dengan bau seperti lemak babi
Densitas 0,895 g/mL
Titik lebur 13 hingga 14 °C (55 hingga 57 °F; 286 hingga 287 K)
Titik didih 360 °C (680 °F; 633 K)[1]
Tak larut
Kelarutan dalam Ethanol Larut
-208,5·10−6 cm3/mol
Bahaya
Lembar data keselamatan JT Baker
Senyawa terkait
Senyawa terkait
Asam elaidat
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada temperatur dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
N verifikasi (apa ini YaYN ?)
Referensi

Asam oleat atau asam Z-Δ9-oktadekenoat merupakan asam lemak tak jenuh yang banyak dikandung dalam minyak zaitun. Selain minyak zaitun juga terdapat pada limbah industri sawit, yaitu lumpur sawit[2] Asam ini tersusun dari 18 atom C dengan satu ikatan rangkap di antara atom C ke-9 dan ke-10. Selain dalam minyak zaitun (55-80%), asam lemak ini juga terkandung dalam minyak bunga matahari kultivar tertentu, minyak raps, serta minyak biji anggur.

Rumus kimia: CH3(CH2)7CHCH(CH2)7)COOH.

Asam lemak ini pada suhu ruang berupa cairan kental dengan warna kuning pucat atau kuning kecokelatan. Asam ini memiliki aroma yang khas. Ia tidak larut dalam air, titik leburnya 15.3 °C dan titik didihnya 360 °C.

Asam oleat memberikan minyak zaitun karakteristik yang unik dan dalam bidang kuliner minyak zaitun menempati posisi "terhormat" di antara minyak-minyak masak yang lain.

Asupan asam oleat berlebih dapat menimbulkan steatosis,[3] sejenis radang pada hati.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Young, Jay A. (2002). "Chemical Laboratory Information Profile: Oleic Acid". Journal of Chemical Education. 79 (1): 24. Bibcode:2002JChEd..79...24Y. doi:10.1021/ed079p24. 
  2. ^ [1][Berbagai Usaha Memintas Rumenkan Asam Lemak Tak Jenuh]
  3. ^ (Inggris)"[Effects of TNF alpha on the expression of SCAP and triglyceride contents in cultured steatotic hepatocytes]". Department of Gastroenterology, Institute of Surgery Research, Daping Hospital, Third Military Medical University; Yang LH, Chen DF. Diakses tanggal 2010-12-12. 

Acuan umum: NIST Chemistry Webbook