Arnold Zweig
| Biografi | |
|---|---|
| Kelahiran | 10 November 1887 Głogów |
| Kematian | 26 November 1968 Berlin Timur |
| Tempat pemakaman | Dorotheenstadt Cemetery (en) |
| Presiden Academy of Arts of the GDR (en) | |
| 1950 – 1953 ← Heinrich Mann – Johannes R. Becher → | |
| Member of the Volkskammer (en) | |
| 1949 – 1967 | |
| Kegiatan | |
| Pekerjaan | politikus, penulis drama, novelis, penulis, aktivis perdamaian |
| Konflik | Perang Dunia I |
| Karya kreatif | |
Karya terkenal
| |
| Keluarga | |
| Pasangan nikah | Beatrice Zweig (en) |
Penghargaan
| |
Arnold Zweig (lahir pada 10 November 1887–meninggal pada 26 November 1968) adalah seorang penulis novel dan pengarang drama, sekaligus akivis penentang fasisme di Jerman.[1] Ia berkarier dan mendapati roh karya tulisnya dari Perang Dunia I.[1]
Riwayat Hidup Ringkas
[sunting | sunting sumber]Arnold Zweig lahir di Glogau, provinsi Prusia, saat ini di wilayah Polandia. Ayahnya seorang pembuat sadel berkebangsaan Yahudi.[1] Setelah menghadiri sekolah Gimnasium di Kattowitz, Zweig menekuni literatur sejarah, filsafat dan literatur lain di Universitas Breslau di Munich, juga belajar di Tubingen, Gottingen, Rotstock dan Gottingen.[1] Ia pernah berkirim surat kepada Martin Buber seorang filsuf dan teolog ternama Jerman.[1][2] Filafatnya dipengaruhi oleh Friedrich Nietzsche.[1] Karena tulisan Martin Buber berjudul Yudaisme dan Zionisme, baik Arnold Zweig maupun Martin Buber kemudian terlibat gerakan tersebut pada tahun 1910.[2] Bahkan pada tahun 1933, Zweig berpindah ke Palestina.[2] Ia mendapat hadiah Perdamaian Lenin pada tahun 1958.[1] Ia menjadi ketua Akademi Kesenian pada tahun 1949-1952.[1]
Karya Arnold Zweig
[sunting | sunting sumber]Beberapa karya yang ditulisnya semasa pecah Perang Dunia I, dalam bentuk prosa epik: Der Streit um den Sergeanten Grischa (1927: Kasus Sersan Grischa); Junge Frau von 1914 (1931: Perempuan Muda pada tahun 1914); Erziehung vor Verdun (1935: Pendidikan sebelum Verdun, 1936); Einsetzung eines Konigs (1937: Pemberian Mahkota Raja, 1938); Die Feuerpause (1954: Gencatan Senjata).[1] Ia menulis novel berjudul Das Beil von Wandsbeck pada tahun 1946 berkisah tentang kekejaman tentara Nazi.[1] Karangan terakhirnya antara lain Jahresringe (1963) dan Essays I dan II pada tahun 1959 dan 1967.[1]
Rujukan
[sunting | sunting sumber]- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 (Indonesia)Hassan Shadily & Redaksi Ensiklopedi Indonesia (Red & Peny)., Ensiklopedi Indonesia Jilid 7 (VAK-ZWI). Jakarta: Ichtiar Baru-van Hoeve, hal.4060
- 1 2 3 (Inggris)Laurel Plapp., Zionism and Revolution in European-Jewish Literature. New York: Routledge -Taylor & Francis, 2008, Hal, 47