Arcen en Velden

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Arcen en Velden
Árse en Velde
Kastil Arcen
Kastil Arcen
Bendera Arcen en Velden
Bendera
Lambang Arcen en Velden
Lambang
Lokasi Arcen en Velden
Koordinat: 51°27′LU 6°11′BT / 51,45°LU 6,183°BT / 51.450; 6.183
Negara Belanda
Provinsi Limburg
Luas(2006)
 • Total 41,54 km2 (1,604 sq mi)
 • Darat 39,68 km2 (1,532 sq mi)
 • Air 1,85 km2 (71 sq mi)
Penduduk (1 Januari 2007)
 • Total 8.788
 • Kepadatan 221/km2 (570/sq mi)
  Sumber: CBS, Statline.
Zona waktu CET (UTC+1)
 • Musim panas (DST) CEST (UTC+2)

Arcen en Velden adalah sebuah gemeente Belanda yang terletak di provinsi Limburg. Pada tahun 2006 daerah ini memiliki penduduk sebanyak 8.788 jiwa.

Pusat populasi[sunting | sunting sumber]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Desa-desa yang membentuk Arcen en Velden telah diduduki atau dikuasai oleh negara yang berbeda selama berabad-abad, termasuk Spanyol selama Perang Delapan Puluh Tahun, Prusia,[1] Austria, dan Perancis selama kekuasaan Napoleon. Dari tahun 1830 hingga 1839, desa-desa tersebut bersama dengan sebagian besar wilayah Limburg adalah bagian dari Belgia yang saat ini telah merdeka.[2] Sejak tahun 1839, Arcen en Velden menjadi bagian dari Belanda. Dan per tanggal 1 Januari 2010, (dahulu) kotamadya Arcen en Velden, digabungkan dengan dan menjadi bagian dari kotamadya dan kota Venlo, yang terletak di selatannya.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Vrielinck, Sven (2000). De territoriale indeling van België (1795-1963). 1. Leuven: Leuven University Press. hlm. 274. ISBN 978-90-6186-938-2. Diakses tanggal 20-11-2009. 
  2. ^ op den Camp, Rico (1993). "Towards one nation". Images of the nation: different meanings of Dutchness 1870-1940. Rodopi. hlm. 84. ISBN 978-90-5183-430-7. Diakses tanggal 20-11-2009. Between 1830 and 1839, the year of the final settlement of the Dutch-Belgian border dispute, Limburg was under Belgian rule, except for the city of Maastricht, which was held by a Dutch garrison.