Anis Malik Thoha

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Anis Malik Thoha lahir di Demak, 31 Desember 1964 adalah seorang tokoh Islam Indonesia, ia berasal dari sebuah keluarga santri di Pati, Jawa Tengah. Ayahnya H Ahmad Thoha merupakan seorang tokoh agama dan memiliki hubungan kekerabatan dengan para kiai di kawasan Pati dan Kudus, di antaranya KH Sahal Mahfudz, yang kini menjabat sebagai Ketua umum (Rais Aam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia.

Pekerjaan[sunting | sunting sumber]

Assistant Professor di Department of Ushuluddin and Comparative Religion, Kulliyah of Islamic Revealed Knowledge and Human Sciences, International Islamic University Malaysia (IIUM).

Anis dikenal menguasai Bahasa Arab dan Inggris dengan baik. Menurut KH Abdul Halim, Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) Pasuruan, Jatim, "ini yang membedakannya dengan kiai atau ulama NU lainnya". Ketika Suara Hidayatullah bertandang ke rumahnya, Anis berbicara dengan anak-anaknya memakai bahasa Inggris. Menurut putra dari Hj Maemunah ini, ia sengaja dalam keseharian berbicara dalam bahasa Inggris di keluarga agar kelak anak-anaknya juga bisa menguasai bahasa Inggris dengan baik. "Anak-anak juga kami sekolahkan di lembaga pendidikan internasional yang kebetulan satu kompleks dengan kampus saya," terang suami Zumrotus Sa'adah ini.* Bahrul/Suara Hidayatullah.

Anis dikenal sebagai seorang cendekiawan Muslim yang kritis terhadap ideologi-ideologi Barat, berbeda dengan kalangan pengasong ide pluralisme agama yang justru sering terkagum-kagum. Di mata Anis, dunia Barat telah menggunakan segala cara untuk menguasai dunia Islam.

Sebuah contoh adalah pandangannya terhadap tokoh liberal Nasr Hamid Abu Zayd-yang banyak dikagumi kalangan liberal di Indonesia. Buku Nasr Hamid yang berjudul Naqd al-Khitab al-Diiniy dinilainya banyak didominasi pola pikir sekularisme. Anis pun bersikap tegas ketika istilah "terorisme" sering dipakai. Ketika menjadi pembicara dalam seminar internasional bertema "Islam: Religion of Peace, Progress and Harmony" di Bangladesh beberapa waktu lalu, ia mengatakan bahwa negara-negara Barat seperti Amerika Serikat menggunakan kata "terorisme" sebagai senjata politik untuk menguasai dunia Islam.

Menurut Anis, kaum Muslim harus memiliki media massa yang kuat & ahli teknologi, ekonomi dan matematika yang andal sehingga mampu menghadapi tantangan dunia ke depan. Hal ini selalu ia kemukakan dalam setiap seminar internasional yang diikutinya. Selain dikenal sebagai ahli perbandingan agama, Anis diakui sebagai ilmuwan yang punya kapasitas dalam bidang filsafat Islam. Ia pernah ditunjuk mewakili IIUM di Muktamar Internasional Filsafat Islam ke9 bertema "Manahij al-Ulum al-/slamiyah baina al- Taqlid wa al- rajdid" (Metodologi IImu-lImu Islam antara Taklid dan Tajdid) yang disponsori oleh Kuliah Oarul Ulum Universitas Kairo, Mesir, beberapa tahun lalu.

Para mahasiswa Indonesia di lokasi tersebut sering mengundangnya untuk berdiskusi setelah mengikuti acara-acara internasional. ltulah sebabnya Anis sering keliling di berbagai kawasan, misalnya Mesir, Yordania, Pakistan, dan lain-lain.

Penyelenggara dan peserta forum diskusi itu berasal dari latar belakang beragam, termasuk kalangan liberal yang kerap jadi "sasaran tembak" Anis. "Biasanya saat DR Anis yang mengisi, kelompok liberal diam saja & tidak berani membantah. Barulah setelah ia pulang, mereka nggrundel (ribut) di belakang," kata Mustafa, mahasiswa asal Gresik Jatim) yang kini sedang menyelesaikan S-2 di Malaysia.

Ayah empat anak ini juga sering menulis di jurnal luar negeri, baik berbahasa Arab maupun Inggris. Sayangnya ia mengaku belum sempat menulis makalah dalam bahasa Indonesia. Namun, rupanya ada beberapa jurnal yang sampai saat ini belum bisa menerima tulisannya. "Jurnal tersebut memang dikelola oleh pemikir-pemikir Barat yang tidak setuju dengan pemikiran saya," jelas Khatib 'Aam Syuriah NU Cabang Istimewa Malaysia ini sambi tersenyum.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Keluarga[sunting | sunting sumber]

Menikah dan diamanahi 4 orang anak

Award[sunting | sunting sumber]

Gold Medal (medali emas) dari IIUI, pada tanggal 12 Maret 2005, sebagai lulusan Ph.D terbaik.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Sumber[sunting | sunting sumber]