Amplas

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Sheets of sandpaper with different grits (40, 80, 150, 240, 600).

Amplas adalah suatu alat kerja yang terbuat dari kertas atau kain yang telah ditambahkan dengan bahan yang kasar seperti butiran pasir sehingga bisa disebut juga dengan kertas pasir. Amplas berfungsi untuk menghaluskan permukaan benda dengan cara menggosokkan permukaan kasarnya ke permukaan suatu benda.

Jenis-jenis amplas menurut bentuk dan bahannya antara lain terdiri dari amplas lembaran dan amplas roll atau gulungan. Amplas lembaran ada yang terbuat dari kertas dan ada pula yang terbuat dari bahan kain yang masing-masing memiliki fungsi atau kegunaan yang berbeda-beda. Sedangkan amplas gulungan biasanya terbuat dari bahan kain dan merupakan amplas serba guna.

Material Abrasif Amplas[sunting | sunting sumber]

Terdapat dua jenis material abrasif amplas yang umum digunakan pada pekerjaan perbaikan dan penyelesaian bodi otomotif, yaitu Silikon karbida dan Aluminium oksida.

  • Partikel abrasif yang terbuat dari silikon karbida, terpecah-pecah menjadi butiran kecil pada saat pengamplasan dan secara konstan memunculkan tepian baru yang tajam. Partikel-partikel ini sangat sesuai untuk mengamplas cat yang relatif lunak.
  • Aluminium oksida merupakan partikel abrasif yang sangat kuat dan tahan aus. Oleh karena itu Aluminium oksida sangat sesuai untuk digunakan mengamplas cat yang relatif keras.

Jenis[sunting | sunting sumber]

Amplas berfungsi untuk menghaluskan permukaan dengan cara digosokkan, halus dan kasarnya kertas amplas ditunjukkan oleh angka yang tercantum dibalik kertas amplas tersebut. Semakin besar angka yang tertulis menunjukkan semakin halus dan rapat susunan pasir amplas tersebut. Amplas digunakan untuk mengamplas lapisan cat, putty (dempul) atau surfacer.

Kasar dan halusnya amplas ditunjukkan oleh angka yang tercantum dibalik permukaan amplas yang kasar. Semakin besar angkanya biasanya menunjukkan semakin halus dan rapat susunan pasirnya. Sebagai contoh untuk nomor-nomor amplas kain antera lain adalah nomor 0, nomor 1, nomor 11/2, nomor 2, nomor 21/2, nomor 3 dan seterusnya.Sedangkan nomor-nomor pada amplas kertas dan amplas gulungan misalnya adalah nomor 80,100,120,150,180,240,400,500,1000 dan seterusnya.

Terdapat berbagai macam amplas berdasarkan material, bentuk, serta kekasarannya. Amplas merupakan salah satu jenis material abrasif yang dibuat dengan proses perlekatan (coated abrasive). Amplas terdiri atas dua bagian yang disatukan, yaitu material abrasif dan material backing. Material backing yang digunakan pada amplas merupakan bahan fleksibel, terbuat dari kertas, kertas tahan air, kain, dan synthetic fiberglass.

Amplas kertas biasanya berfungsi untuk menggosok besi atau untuk menghilangkan Karat pada besi. Dalam penggunaannya amplas kertas biasanya dibasahi dengan air sehingga kadang-kadang disebut juga sebagai amplas air. Amplas kain biasanya digunakan untuk mengamplas tembok atau kayu. Dalam penggunaannya, amplas kain tidak perlu dibasahi dengan air karena bagian kasarnya mudah rontok.

Sedangkan amplas roll atau gulungan biasanya bisa digunakan untuk menggosok berbagai macam bahan termasuk besi, tembok, kayu dan lain sebagainya. Amplas gulungan juga tidak mudah rontok sehingga jika digunakan untuk menggosok bahan dari besi bisa dibasahi dengan air seperti halnya amplas kertas. Amplas gulungan disebut juga sebagai amplas serbaguna karena memiliki banyak kegunaan.

Jenis amplas berdasarkan fungsinya[sunting | sunting sumber]

Amplas dikelompokkan menjadi dua berdasarkan fungsinya, yaitu:

Amplas Besi Atau Logam

Amplas besi adalah amplas yang digunakan untuk meratakan dan menghaluskan sebuah benda kerja berupa besi atau logam, atau kerak-kerak besi.

  • Amplas besi terbuat dari baku silikon karbida.
  • Amplas besi memiliki beberapa nomor yang berkisar dari angka 1 sampai 300 yang menandakan tingkat kekasaran dari amplas tersebut. Cara membacanya angka 1 merupakan amplas kasar, dan amplas 300 merupakan amplas super halus, Jadi makin besar nomor yang terdapat pada amplas maka tingkat kekasaran amplas tersebut makin halus.
  • Namun realitas yang terjadi dilapangan, jenis angka yang beredar biasanya dimulai dari angka 100 sampai 1000, akan sangat jarang sebuah toko memasok stok amplas dengan tingkat kehalusan secara berurutan, biasanya sebuah toko bangunan atau toko cat yang mempunyai stok amplas dengan kelipatan 100, 200, 300, 400, 600, 800, 1000, 1500. Ini merupakan contoh ukuran amplas yang dijual dipasaran.
  • Ukuran amplas berbeda-beda karena partikel yang digunakan juga berbeda, sesuai dengan kegunaan amplas tersebut.
Amplas Kayu

Amplas kayu adalah suatu jenis amplas yang digunakan meratakan atau menghaluskan benda berbahan kayu. Jenis amplas kayu tidak jauh beda dengan amplas besi atau logam, hanya terletak pada penggunaannya.

Jenis amplas berdasarkan penggunaannya[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan penggunaannya, amplas dapat dibedakan menjadi 2 yaitu: amplas kering dan amplas basah

  • Amplas Kering. Amplas kering adalah suatu jenis amplas yang digunakan untuk meratan atau menghaluskan benda kerja atau panel tampa cairan.
  • Amplas Basah. Amplas basah adalah suatu jenis amplas yang digunakan untuk meratakan atau menghaluskan benda kerja dengan menggunakan air atau Spiritus secara bersamaan. Kedua amplas ini masing-masing memiliki keuntungan dan kekurangannya tersendiri.

Keunggulan dan kekurangannya amplas kering dan basah[sunting | sunting sumber]

Kedua jenis amplas ini mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing, yaitu:

Amplas Kering

Kelebihan:

  • Kertas amplas tahan lama.
  • Pekerjaan lebih cepat selesai.
  • Lantai tempat kerja tidak basah.
  • Tidak perlu isolasi.

Kekurangan:

  • Menghasilkan debu.
  • Suara berisik.
  • Kertas amplas mudah kotor mudah tertutup.
  • Hasilnya tidak bisa langsung dilihat.

Amplas Basah

Kelebihan:

  • Tidak menimbulkan debu.
  • Kertas amplas tidak lekas kotor / tidak lekas tertutup.
  • Hasilnya langsung terlihat.

Kekurangan:

  • Waktu pengeringan lebih lama.
  • Tempat kerja jadi basah.
  • Harus menyediakan air.
  • Pengejaan lebih lama dan butuh isolasi.
  • Kertas amplas tidak tahan lama.

Cara mengamplas yang benar[sunting | sunting sumber]

  • Pilih kertas amplas yang sesuai, kemudian potong menjadi 4 bagian
  • Pegang kertas amplas, jika menggunakan landasan maka sisi kertas amplas harus dipegang rapat landasan jangan menggunakan bahan yang keras (kayu / besi)
  • Tekan kertas amplas secukupnya kemudian gerakkan pada permukaan. Untuk permukaan yang rata, gunakan landasan yang rata pula

Berdasarkan bentuk amplas, material serta kekasarannya[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan bentuk, material serta kekasarannya, amplas diklasifikasi menjadi beberapa aitem yaitu:

Klasifikasi Bentuk,

berdasarkan bentuknya amplas dibedakan menjadi tipe roll dan tipe lembaran. Tipe roll ada yang berbentuk membulat dan ada yang berbentuk empat persegi panjang. Demikian juga tipe lembaran dibedakan dalam bentuk bulat dan empat persegi panjang.

Klasifikasi cara pemasangan,

berdasarkan klasifikasinya amplas dibedakan tipe adhesive, tipe velcro, dan tipe non adhisive.

Klasifikasi material,

berdasarkan materialnya perbendaan didasarkan pada jenis material belakang dan material partikel abrasifnya.

Berdasarkan material belakang ada empat jenis, yaitu kertas, kertas tahan air, kain, dan fiberglass.

Ditinjau dari material partikel abrasifnya dibedakan ada yang terbuat dari silicon carbide, dan ada yang terbuat dari oxidized aluminium. Amplas terdiri dari partikel abrasif yang diletakkan pada material backing. Partikel abrasif yang terbuat dari silicon carbide, terpecah-pecah menjadi butiran kecil pada saat pengamplasan, dan secara konstan memunculkan tepian yang baru dan tajam.

Partikel-partikel ini sangat sesuai untuk mengamlpas (sanding) cat yang relatif lunak. Sebaliknya, karena partikel aluminium oxide sangat kuat dan tahan aus, maka material ini sangat sesua untuk mengamplas (sanding) cat yang relatif keras. Ada dua metode yang digunakan dalam melapisi partikel abrasive pada material backing, yaitu metode lapisan terbuka dan lapisan tertutup. Pada metode lapisan terbuka, ada jarak yang lebih lebar di antara partikel-pertikel. Hal ini memungkinkan partikel yang diamplas terlepas dari partikel abrasif, dan mencegah permukaan amplas menjadi ntersumbat. Metode lapisan terbuka ini terutama digunakan untuk pengamplasan kering (dry-sanding).

Amplas tipe lapisan tertutup memiliki partikel abrasif yang dikemas rapat dan digunakan terutama untuk pengamplasan basah (wet sanding), dimana tidak ada risiko amplas menjadi tersumbat.

Klasifikasi Grit (kekerasan)

Nomor grit biasanya dicetak pada bagian belakang amplas. Semakin besar nomor grit, semakin halus partikel abrasifnya.

Rentang nomor dari nomor grit yang digunakan untuk pengecatan automotif adalah antara #60 dan #2000.

Sebelum menggunakan amplas, faktor yang sangat penting adalah memilih nomor grit yang berpengaruh pada hasil kerja, dan seberapa lama pekerjaan dilakukan.

Sebagai contoh pemborosan waktu dan tenaga akan terjadi, apabila amplas dengan kekasaran yang halus, misal #600 digunakan untuk mengupas cat aslinya, apabila top coat diaplikasi setelah mengupas permukaan dengan amplas yang memiliki grit #60, maka tidak akan diperoleh lapisan akhir yang halus, seberapapun lapisan diaplikasikan.

Dalam praktik tanda yang ditinggalkan oleh amplas dengan grit #80 tidak dihilangkan dengan mudah oleh grit #200. oleh sebabitu, yang penting untuk dilakukan adalah berganti pada grit yang lebih halus secara bertahap, sehingga dapat menghilangkan goresan yang ditiggalkan oleh amplas terdahulu.

Material sanding tipe lain

Disamping amplas, ada pula material sanding yang lain, yaitu material dimana syntetic fiber dapat dikusutkan seperti felt. Menggunakan adesif, partikel abrasif dikaitkan satu sama lain oleh fiber.

Oleh karena fleksibilitasnya, maka materialini sangat sesuai untuk pekerjaan sanding permukaan yang memiliki konfigurasi panel relatif komplek (rumit), yang tidak mudah dijangkau oleh amplas.

Oleh karena ketahanan air dan keandalannya yang tinggi maka ia dapat digunakan pada pengamplasan basah dan pengamplasan kering.

Pustaka[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]