Alasangker, Buleleng, Buleleng

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Alasangker
Desa
Negara Indonesia
ProvinsiBali
KabupatenBuleleng
KecamatanBuleleng
Kodepos81119
Luas5,80 km²[1]
Jumlah penduduk6.247 jiwa(2016)[1]
4.381 jiwa(2010)[2]
Kepadatan756 jiwa/km²(2010)
Situs webhttp://alassangker-buleleng.desa.id

Alasangker adalah desa di kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, provinsi Bali, Indonesia. Desa ini memiliki rata-rata ketinggian 200 meter dari permukaan laut.[3]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada awalnya terdapat desa yang disebut dengan Banjar Blatungan, yang sekarang disebut dengan Bale Agung dan Banjar Paras yang sekarang disebut Banjar Aseman. Pada saat itu, tersebut seorang tokoh yang bernama Pre Wayan Sri Bakti yang disegani di lingkungannya. Pada abad ke-18, sosok tokoh Pre Wayan Sri Bakti ini dipanggil oleh raja Anak Agung Paang yang berkedudukan di Sukasada. Dalam pemanggilan tersebut, terjadi permasalahan yang sangat menyinggung perasaan Pre Wayan Sri Bakti, di mana raja meminta Puri Blatungan (rumah kediaman kasta Ksatria) dikosongkan dari Anak Agung Paang dan keluarganya sehingga beliau dengan kesal kembali ke banjar Blatungan. Sesampai kembali di puri, Beliau memberitahukan permasalahan yang terjadi di puri dan mengundang warganya untuk mesatya kepada Pre Wayan Sri Bakti yang pada saat itu Pre Wayan Sri Bakti bunuh diri yang diikuti warganya.

Lama kelamaan bukti tersebut terlihat setelah generasi berikutnya mengadakan pengembangan lahan disekitar Banjar Blatungan yang berupa tulang belulang manusia yang sangat banyak, dalam penemuan tulang belulang tersebut secara spontan masyarakat menyebut sebagai tanah aon (asri: abu/aon) menjadilah nama desa Tenao, yang mewilayahi: Banjar Alasangker, Bengkel, Tenaon, Pendem, Bergong Pumahaan dan Juwuk Manis.

Pada zaman penjajahan Belanda, tersebut tokoh yang berasal dari Banjar Alasangker Desa Tanaon, Gede Jiwa, dipandang oleh Belanda sangat berjasa dalam menangkap para penjahat sampai di daerah Lombok. Atas jasa Beliau tersebut, maka diberikan piagam penghargaan oleh Belanda dengan terlebih dahulu menanyakan asal tokoh tersebut. Gede Jiwa menjawab dengan pendek "dari Alasangker", sehingga nama piagam tersebut bertulis nama Desa Alasangker. Dari kejadian tersebut secara pemerintahan Desa Tanaon bergeser menjadi Desa Alasangker.[4]

Demografi[sunting | sunting sumber]

Penduduk desa Alasangker sampai dengan tahun 2016 berjumlah 6.247 jiwa terdiri dari 3.095 laki-laki dan 3.152 perempuan dengan sex rasio 98,19 dan jumlah kepala keluarga sebanyak 1.815 KK.[1]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c "Kecamatan Buleleng dalam Angka 2017". Badan Pusat Statistik Indonesia. Diakses tanggal 2019-07-01. 
  2. ^ "Penduduk Indonesia Menurut Desa 2010" (PDF). Badan Pusat Statistik Indonesia. Diakses tanggal 2019-07-01. , hal.1378
  3. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diakses tanggal 5 Desember 2018. 
  4. ^ Profil Desa Alas Sangker

Pranala luar[sunting | sunting sumber]