Lompat ke isi

al-Mustansir Billah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

al-Mustansir Billah
المستنصر بالله
Koin emas al-Mustansir, Mesir, 1055 M.
ImamKhalifah ke 8 Kekhalifahan Fathimiyah
Berkuasa13 Juni 1036 (15 Sya'ban 427 H)[a] – 29 Desember 1094 (18 Dzulhijjah, 487 AH)[b]
Pendahuluaz-Zahir
Penerusal-Musta'li
Kelahiran2 Juli 1029 (16 Jumadil Akhir, 420 H)[3][4]
Kairo, Mesir Fathimiyah
Kematian29 Desember 1094 (18 Zulhijjah, 487 H)[b] (umur 65)
Mesir Fathimiyah
Keturunan
DinastiFathimiyah
Ayahaz-Zahir
IbuRashad[9]
AgamaIslam Syiah Ismailiyah

Abū Tamīm Maʿad al-Mustanṣir biʾllāh (bahasa Arab: أبو تميم معد المستنصر بالله; 2 Juli 1029 – 29 Desember 1094)[b] adalah Khalifah Fathimiyah kedelapan dari tahun 1036 hingga 1094. Ia merupakan salah satu penguasa Muslim yang paling lama memerintah.[10] Pemerintahannya merupakan masa senja negara Fathimiyah. Awal pemerintahannya menyaksikan kelanjutan dari administrator yang kompeten menjalankan negara Fathimiyah (Anusytakin, al-Jarjara'i, dan kemudian al-Yazuri), mengawasi kemakmuran negara dalam dua dekade pertama pemerintahan al-Mustansir. Namun, pertikaian internal di luar pengadilan antara faksi-faksi pengadilan Turki dan Berber/Sudan menyusul pembunuhan al-Yazuri, yang bertepatan dengan bencana alam di Mesir dan hilangnya kontrol administratif secara bertahap atas wilayah kekuasaan Fathimiyah di luar Mesir, hampir mengakibatkan keruntuhan total Negara Fathimiyah pada tahun 1060-an, sebelum pengangkatan jenderal Armenia Badr al-Jamali, yang mengambil alih kekuasaan sebagai wazir pada tahun 1073, dan menjadi diktator de facto negara tersebut di bawah kekuasaan nominal al-Mustansir.[2][1][4]

Khalifah al-Mustanṣir billah adalah Imam terakhir sebelum perpecahan yang menghancurkan yang membagi gerakan Isma'ili menjadi dua, karena perebutan suksesi antara putra sulung al-Mustansir, Nizar, dan al-Mustaʽli yang lebih muda, yang diangkat ke tahta oleh putra dan penerus Badr, al-Afdhal Syahansyah. Para pengikut Nizar, yang mendominasi di Iran dan Suriah, menjadi cabang Nizari dari Isma'ilisme, sedangkan para pengikut al-Musta'li menjadi cabang Musta'li.

  1. Meskipun tahun 1035 disebutkan oleh beberapa sejarawan sebagai tahun saat dia naik tahta,[1][2] Tahun 1036 lebih sering dikutip, terutama oleh para ulama muslim.[3][4]
  2. 1 2 3 Tanggal kematiannya, ketika dikonversi ke kalender Gregorian, kadang-kadang diberikan sebagai 6 Januari 1095,[4] tetapi 29 Desember adalah tanggal yang umum digunakan.[3][5][6][7]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 Hitti, Philip K. (2002). A Short History of the Arabs: From the Earliest Times to the Present (Edisi Revised 10). ISBN 0333631420.
  2. 1 2 O'Leary, De Lacy (1923). A Short History of the Fatimid Caliphate. hlm. 193.
  3. 1 2 3 "MÜSTA'LÎ-BİLLÂH el-FÂTIMÎ - TDV İslâm Ansiklopedisi". TDV İslam Ansiklopedisi (dalam bahasa Turki).
  4. 1 2 3 4 "MUSTANSIR BILLAH I (427-487/1036-1095), 18TH IMAM". ismaili.net (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 13 February 2022.
  5. Cohen, Mark R. (2014). Jewish Self-Government in Medieval Egypt. Princeton University Press. hlm. 218. ISBN 9781400853588.
  6. Ayman Fu'ad Sayyid (2002). The Fatimids and Their Successors in Yaman. I.B. Tauris. hlm. 5. ISBN 9781860646904.
  7. Hodgson, Natasha R. (2019). Crusading and Masculinities. Routledge. hlm. 72. ISBN 9781351680141.
  8. Daftary 2007, hlm. 246.
  9. al-Maqrizi, Ette'aaz al-honafa be Akhbaar al-A'emma Al Fatemeyyeen Al Kholafaa, part 2, p. 45. Qairo. 1973
  10. "al-Mustanṣir" Encyclopædia Britannica Retrieved 31 January 2015
al-Mustansir
Lahir: 2 Juli 1029 Meninggal: 29 Desember 1094
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
al-Zahir
Khalifah
13 Juni 1036 – 29 Desember 1094
Diteruskan oleh:
al-Musta'li
Jabatan Islam Syi'ah
Didahului oleh:
al-Zahir
Imam Ismailiyah
13 Juni 1036 – 29 Desember 1094
Diteruskan oleh:
al-Musta'li
sebagai Imam Isma'ilisme Musta'li
Diteruskan oleh:
Nizar
sebagai Imam Isma'ilisme Nizari