Aji Muhammad Salehuddin II

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Aji Muhammad Salehuddin II
Sultan Aji Muhammad Salehuddin II.JPG
Sultan Kutai Kartanegara
Berkuasa 1999 – 5 Agustus 2018
Penobatan 22 September 2001
Pendahulu Aji Muhammad Parikesit
Lahir (1924-10-24)24 Oktober 1924
Tenggarong, Kutai Kartanegara
Wafat 5 Agustus 2018(2018-08-05) (umur 93)
Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Indonesia
Ayah Aji Muhammad Parikesit
Ibu Aji Ratu Bariah
Pasangan Aji Aida Amidjoyo
Agama Islam

Haji Aji Pangeran Prabu Anum Surya Adiningrat yang bergelar Sultan Haji Aji Muhammad Salehuddin II bin Sultan Adji Muhammad Parikesit atau disebut juga Pangeran Praboe (lahir di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Hindia Belanda, 24 Oktober 1924 – meninggal di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Indonesia, 5 Agustus 2018 pada umur 93 tahun) adalah Sultan Kutai dari Kesultanan Kutai Kartanegara yang dinobatkan sebagai sultan pada tanggal 22 September 2001 dan memerintah Kesultanan Kutai Kartanegara hingga ia meninggal dunia pada 5 Agustus 2018.[1]

Sejarah Pengangkatan[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1999, Bupati Kutai Kartanegara Drs. H. Syaukani HR, MM berniat untuk menghidupkan kembali Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura. Dikembalikannya Kesultanan Kutai ini bukan dengan maksud untuk menghidupkan feodalisme di daerah, namun sebagai upaya pelestarian warisan sejarah dan budaya Kerajaan Kutai sebagai kerajaan tertua di Indonesia. Selain itu, dihidupkannya tradisi Kesultanan Kutai Kartanegara adalah untuk mendukung sektor pariwisata Kalimantan Timur dalam upaya menarik minat wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Pada tanggal 7 November 2000, Bupati Kutai Kartanegara bersama Putra Mahkota Kutai H. Aji Pangeran Praboe Anoem Soerja Adiningrat menghadap Presiden RI Abdurrahman Wahid di Bina Graha Jakarta untuk menyampaikan maksud di atas. Presiden Wahid menyetujui dan merestui dikembalikannya Kesultanan Kutai Kartanegara kepada keturunan Sultan Kutai yakni putra mahkota H. Aji Pangeran Praboe.

Pada tanggal 22 September 2001, Putra Mahkota Kesultanan Kutai Kartanegara, H. Aji Pangeran Praboe Anoem Soerya Adiningrat dinobatkan menjadi Sultan Kutai Kartanegara dengan gelar Sultan H. Aji Muhammad Salehuddin II. Penabalan H.A.P. Praboe sebagai Sultan Kutai Kartanegara baru dilaksanakan pada tanggal 22 September 2001.

Penobatannya sendiri diakui oleh seluruh kerabat Kesultanan Koetai ing Martadipura dan Pemkab Kutai Kartanegara. Malah, ketika Pemkab Kukar di era pemerintahan Syaukani HR, ia pun dibangunkan sebuah keraton (kedaton) senilai Rp 11 miliar lebih. Letaknya persis di belakang Museum Mulawarman, Tenggarong, bekas istana atau pusat kerajaan tempo dulu.

Lain-lain[sunting | sunting sumber]

Ia dilahirkan dari pasangan Aji Muhammad Parikesit dan Adji Ratu Bariah (Bergelar Ratu Praboeningrat). Ia mempunyai seorang istri bernama Adji Aida (menikah pada tahun 1949).

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

  • Eurpeesche School di Batavia (Jakarta), 1936
  • Mulo Bandung, 1940
  • Di Belanda 1951 (tidak sempat lulus, dipanggil pulang ke Tenggarong)
  • Fakultas Sosial Ekonomi UI (1955), dan diangkat jadi PNS sampai pensiun tahun 1965

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Aji Muhammad Salehuddin II
Lahir: 24 Oktober 1924 Wafat: 5 Agustus 2018
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Aji Muhammad Parikesit
Sultan Kutai Kartanegara
1999–2018
Diteruskan oleh: