Air terjun Sikarim

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Air Terjun Sikarim
Si Karim.jpg
Air Terjun Sikarim di Musim Kemarau
Lokasi
Desa Sembungan, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah
Peta
7°14′33″S 109°54′25″E / 7.242638°S 109.906917°E / -7.242638; 109.906917

Sikarim adalah air terjun yang berada di Dataran Tinggi Dieng di antara Gunung Bisma dan Gunung Sikunir pada ketinggian 1.800 meter diatas permukaan air laut (Mdpl). Air terjun yang berasal dari limpahan Telaga Cebong tersebut mengalir menuruni tebing perbukitan setinggi hampir 90 meter dan jatuh ke Sungai Mlandi. Di kala debit air cukup besar, air terjun tersebut tak hanya menampakkan satu air terjun saja. Mengingat air terjun yang berada di kawasan Dataran Tinggi Dieng, terlebih Desa Sembungan yang merupakan desa tertinggi di pulau Jawa, cuaca cerah tanpa kabut memang tak bisa ditemui setiap hari[1]. Tempat ini menawarkan kedamaian, alam yang masih perawan dan gemuruh air terjun dibalik kesunyian. Air terjun ini dikelilingi oleh hutan pakis yang masih tampak sangat alami. Air terjun ini dinamai oleh seseorang yang bernama THOMAS VAN DAN COK[butuh rujukan].

Lokasi[sunting | sunting sumber]

Air terjun Sikarim terletak di Desa Mlandi, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah atau 20 Km dari ibukota Kabupaten Wonosobo. Namun demikian mudah dijangkau dari Desa Mlandi, Kecamatan Garung karena air terjun ini hanya berjarak sekitar 9 km dari ibukota kecamatan Garung.

Aksesbilitas[sunting | sunting sumber]

Untuk menuju Air Terjun Sikarim harus persiapkan fisik yang matang serta mengajak seseorang yang faham terhadap lokasi ini atau jika ingin lebih aman bisa mengikuti program paket wisata deing yang menyediakan paket wisata khusus Adventure. Jalur yang pertama bisa dilalui dari jalur bawah yaitu dari Desa Mlandi. Ketika akan berkunjung ke Telaga Menjer pasti akan menemui pertigaan setelah turbin PLTA berada. Disitu juga terpasang papan petunjuk menuju Air Terjun Sikarim.

Beloklah ke kiri dan ikuti jalan tersebut hingga ujung. Ada beberapa desa yang akan di lewati. Hingga akhirnya ke desa paling akhir di temui yaitu Desa Mlandi. Setelah sampai Desa Mlandi, jalan yang di lalui menuju air terjun memang terbilang sangatlah rusak. Jalanan yang rusak dan curam mengharuskan untuk tetap waspada dan hati-hati. Jika tidak berani menggunakan kendaraan hingga di lokasi Air Terjun Sikarim lebih baik berjalan kaki. Berjalan kaki merupakan pilihan yang tepat untuk keselamatan[2].

Referensi[sunting | sunting sumber]