Ulum hadis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Bagian dari seri Islam
Ushul fiqih

(Sumber-sumber hukum Islam)

Fiqih
Ahkam
Gelar cendekiawan

Ulum Hadis (علوم حديث) adalah istilah ilmu hadits di dalam tradisi ulama hadits. ‘Ulum al-hadist terdiri dari 2 kata, yaitu ‘ulum dan Al-hadist. Kata ‘ulum dalam bahasa arab adalah bentuk jamak dari ‘ilm, jadi berarti ilmu-ilmu, sedangkan al-hadist di kalangan Ulama hadits berarti “segala sesuatu yang disandarkan kepada nabi SAW dari perbuatan, perkataan, taqrir, atau sifat.” Dengan demikian, gabungan kata ‘ulumul-hadist mengandung pengertian “ilmu-ilmu yang membahas atau berkaitan Hadits nabi sholallahu ‘alaihi wasallam”.

Ilmu hadits adalah ilmu yang membahas kaidah-kaidah untuk mengetahui kedudukan sanad dan matan, apakah diterima atau ditolak. Menurut Tengku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy: "ilmu hadits, yakni ilmu yang berpautan dengan hadits, banyak ragam macamnya". Menurut Izzudin Ibnu Jamaah: "Ilmu hadits adalah ilmu tentang kaidah-kaidah dasar untuk mengetahui keadaan suatu sanad atau matan (hadits).[1]"

Tujuan mempelajari Ilmu Hadits[sunting | sunting sumber]

Tujuan mempelajari Ilmu hadits adalah untuk mengetahui (memilah) hadits-hadits yang shahih dari yang selainnya. Yakni mengetahui keadaan dari suatu hadits, apakah hadits tersebut shahih, hasan, atau bahkan dhaif (lemah, sehingga tidak dapat digunakan sebagai pegangan).

Topik Pembahasan[sunting | sunting sumber]

Topik pembahasan ilmu hadits adalah sanad (isnad) dan matan.

Sanad (Isnad)[sunting | sunting sumber]

Sanad atau Isnad yaitu silsilah (rantai periwayatan) perawi yang menghubungkan kepada suatu matan.

Matan[sunting | sunting sumber]

Matan adalah ucapan atau kalimat yang berhenti (berujung) padanya sebuah (rantai) sanad..

Istilah terkait[sunting | sunting sumber]

Beberapa daftar istilah dan pengertiannya berkenaan dengan ulum hadits:

  • Hadits: Segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi S.A.W, baik berupa perkataan, perbuatan, pengakuan (taqrir), atau sifat akhlak dan fisik beliau.
  • Hadits Qudsi: Hadits yang diriwayatkan oleh Nabi S.A.W berupa perkataan Allah Templat:Swt, namun bukan termasuk dalam Al-Qur'an.
  • Khabar: Semakna dengan Hadits, menurut sebagian definisi/pendapat ulama; Sedangkan menurut pendapat lainnya, khabar adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi S.A.W maupun juga yang disandarkan kepada orang selain beliau, sehingga khabar sifatnya lebih umum dari hadits.
  • Atsar: Segala sesuatu yang disandarkan kepada Shahabat atau Tabi'in, namun terkadang atsar juga dimaksudkan dengan segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi S.A.W.
  • Tahqiq: Penelitian ilmiah secara seksama tentang suatu hadits hingga mencapai kebenaran yang paling tepat. Dilakukan dengan cara memeriksa, mengoreksi, menyunting, menomori hadits dan mencocokkan antara kitab yang akan diterbitkan dengan manuskripnya.
  • Takhrij: Mengeluarkan suatu hadits dari sumbernya berikut memberikan hukum atasnya, seperti shahih, dhaif atau maudhu, dan seterusnya.
  • Ta'liq: penjelasan tentang suatu potongan kalimat atau hadits yang umumnya berbentuk catatan kaki.

Rujukan[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki

  1. ^ Syarah Manzhumah Al-Baiquniyah

Bibliografi

  • Mengenal Kaedah Dasar Ilmu Hadits; Abul Harits Muhammad bin Ibrahim Al-Jazairy; Sukoharjo:(2006); Maktabah Al-Ghuroba

Pranala luar[sunting | sunting sumber]