Sekolah Tinggi Teologi Jakarta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Sekolah Tinggi Teologi Jakarta
Didirikan 1934
Jenis Perguruan Tinggi Swasta
Rektor Pdt. Joas Adiprasetya, Th.D
Lokasi Jl. Proklamasi No. 27, 10320,Jakarta Pusat, Jakarta, Indonesia
Julukan STT Jakarta
Situs web sttjakarta.ac.id
Gedung Utama STT Jakarta
Gedung Pasca Sarjana STT Jakarta

Sekolah Tinggi Teologi Jakarta (STT Jakarta) adalah sebuah sekolah tinggi teologi Kristen yang berlokasi di Jakarta, Indonesia. Merupakan perguruan tinggi teologi tertua di Indonesia.[1] STT Jakarta didirikan pada tahun 1934, saat itu bernama Hoogere Theologische School (HTS) dan mengambil lokasi di Bogor (Buitenzorg).[1][2][3][4]

Sekolah ini didirikan untuk menjawab visi yang dilontarkan oleh H. Kraemer pada akhir tahun 1920-an, sebagai suatu upaya mempersiapkan pendeta-pendeta di Indonesia.[5] Menurut Kraemer, harus ada suatu orientasi baru dalam pendidikan teologi.[5] Orang Indonesia tidak boleh dididik untuk hanya menjadi pembantu atau penolong pendeta atau zendeling Belanda.[6]

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1936 sekolah ini dipindahkan ke Jakarta, kemudian pada tahun 1954 namanya berubah menjadi Sekolah Tinggi Teologi Jakarta.[1][2][4] STT Jakarta lahir sebagai suatu lembaga pendidikan tinggi yang berusaha untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.[7]

Prof. Dr. Mulller Kruger, penjabat rektor STT Jakarta (rektor pertama adalah Dr. J.R. Slottemaker de Bruine), pada tahun itu juga memperkenalkan apa yang disebut theologia in loco, teologi yang diharapkan tidak asing bagi Indonesia dan yang dapat berbuah bagi Gereja-gereja di Indonesia.[5][8] Pada waktu itu masa pendidikan berlangsung enam tahun dan diharapkan dapat menghasilkan pendeta berbangsa Indonesia dalam waktu yang sesingkat mungkin dan hasil sebaik mungkin.[5]

Antara tahun 1942-1945, pada masa pendudukan Jepang, dosen-dosen HTS ini ditawan dan perkuliahan pun terhenti.[1] Akibatnya, sekolah terpaksa ditutup.[1] Ketika dibuka kembali pada tahun 1946, sangat dirasakan kebutuhan untuk mendidik sebanyak mungkin tenaga Indonesia dalam waktu yang singkat, untuk pelayanan gereja-gereja pada masa depan.[1] Oleh karena itu, program pendidikan pun diarahkan untuk menghasilkan tenaga-tenaga profesional di bidang teologi yang berwawasan ekumenis.[5]

Ketika Republik Indonesia diproklamasikan pada 17 Agustus 1945, HTS dikembangkan menjadi suatu lembaga pendidikan teologi yang sepenuhnya setaraf dengan pendidikan universitas.[1] Pada 27 September 1954 nama HTS diubah menjadi Sekolah Tinggi Teologi Jakarta, dan tanggal tersebut diambil menjadi tanggal peringatan berdirinya STT Jakarta.[1] Sejak 27 September 1954, untuk pertama kalinya ijazah SMA dituntut sebagai syarat masuk ke STT Jakarta.[1] Selain itu, sifat ekumenis sekolah ini menjadi semakin jelas menurut gereja-gereja di Indonesia, yang ditandai dengan pergantian jabatan rektor secara bergiliran oleh dosen-dosen Indonesia.[5]

Pada tahun 1958, STT Jakarta membuka program studi lanjutannya sendiri, dan sejak 1966 juga mengembangkan program studi lanjutan South East Asia Graduate School of Theology (SEAGST), dalam rangka konsorsium Sekolah-sekolah Teologi di Asia Tenggara yang berhasil mengalihkan arus studi lanjutan ke kawasan Asia sendiri.[1]

Fasilitas[sunting | sunting sumber]

  • Pusat Pembelajaran Warga Gereja (PPWG)

Sejak tahun 2003, STT Jakarta mengembangkan program Pusat Pembelajaran Warga Gereja (PPWG), yang dimaksudkan untuk melaksanakan kegiatan pendidikan dan latihan bagi gereja dan warga gereja khususnya yang berada di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.[1] Namun, saat ini kiprah PPWG juga dapat dirasakan oleh berbagai pihak di pelosok nusantara.[9]

  • Perpustakaan

Perpustakaan STT Jakarta memiliki koleksi buku sebanyak 62.429 eksemplar, dengan 37.362 judul buku (per November 2009) koleksi tersebut masih ditambah ratusan judul buku, majalah, buletin, jurnal ilmiah, beberapa kaset audio, kaset vidio, DVD, dan CD.[1] Perpustakaan STT Jakarta menjadi salah satu perpustakaan teologi terlengkap dan terbesar di Indonesia.[1]

  • Kapel
  • Laboratorium Bahasa
  • Wisma STT (Guest House)
  • Pusat Kegiatan Mahasiswa PKM)
  • Aula lantai 1 dan 5
  • Bengkel Liturgi dan Musik Gereja (BLMG)
  • Bengkel Pendidikan Kristiani (Bengkel PK)

Bengkel Pedidikan Kristiani(PK) adalah sebuah tempat yang dirancang secara khusus sehingga menjadi tempat yang akrab dan nyaman bagi mahasiswa dan bagi warga gereja secara umum.[1] Bengkel PK menjadi tempat untuk mendapatkan ide dan sumber inspirasi, berkreasi mengembangkan ide-ide, merancang dan membuat berbagai program gerejawi.[1]

  • Kantin
  • Fasilitas Olahraga (lapangan bulu tangkis, tenis meja)
  • Ruang Multimedia
  • Pusat Dokumentasi Sejarah Gereja Indonesia(PDSGI)

Sejak Juni 2004, PDSGI diselenggarakan dengan tujuan untuk menginformasikan, menghimpun, dan mengelola dokumen-dokumen sejarah gereja Indonesia, baik yang ada di Indonesia maupun yang ada di luar negeri serta memanfaatkannya untuk menunjang studi formal di STT Jakarta dan memberi informasi bagi gereja, masyarakat, atau siapa pun yang membutuhkan informasi tentang hal itu.[10] Saat ini koleksi PDSGI terdiri dari dua bagian besar, yaitu: literatur yang sudah dipublikasikan dan dokumen lepas dan belum dipublikasikan.[10] Semua koleksi PDSGI berstatus referensi, sehingga hanya dapat dibaca di tempat.[10]

Unit Kegiatan Mahasiswa[sunting | sunting sumber]

Fasilitasnya:[1]

  • Teater 27
  • Gita Amarta Symphony (GAS) (Kelompok alat musik biola dan mini orchestra)
  • Bau Kencur (Kelompok alat musik perkusi)
  • Kelompok Musik Kreatif (KMK) (Paduan Suara mahasiswi/a STT Jakarta serta permainan alat musik kreatif)
  • Tari (Kelompok Tari STTJ)
  • Gembel (Gerakan Mahasiswa Bela Lingkungan), suatu komunitas mahasiswa STT Jakarta yang peduli lingkungan hidup.
  • Perintis (Mahasiswa STTJ Pecinta Alam)
  • Linguistik (Unit kegiatan mahasiswa yang mengkaji bahasa Ibrani, bahasa Yunani dan bahasa Inggris)
  • Kurir (Buletin mahasiswa STT Jakarta)
  • Biro 27 (Unit kegiatan mahasiswa yang membedah film)

Gereja-gereja Pendukung[sunting | sunting sumber]

Pimpinan STT Jakarta[sunting | sunting sumber]

Pimpinan STT Jakarta saat ini adalah :

  • Ketua : Pdt. Joas Adiprasetya, Th.D.
  • Pembantu Ketua 1 (Bidang Akademik) : Pdt. Yusak Soleiman, Ph.D.
  • Pembantu Ketua 2 (Bidang Administrasi Umum dan Keuangan) : Riani T. Soerjodibroto, S.E., M.Psi., M.Min.
  • Pembantu Ketua 3 (Bidang Kemahasiswaan) : Novy Amelia Elizabeth Sine, M.Th. (Pjs.)

Program Studi Pascasarjana :

  • Direktur Pascasarjana : Pdt. Septemmy E. Lakawa, Th.D.
  • Kepala Program Magister Teologi dan Doktor Teologi : Pdt. Agustinus Setiawidi, Th.D.

Alumni[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah sejumlah nama alumni STT Jakarta yang menonjol karena prestasi dan kepemimpinannya di gereja dan masyarakat, yaitu:[1]

Nama Alumnus Keterangan
P.D. Latuihamallo teolog, etikus
Ihromi pakar bahasa Ibrani dan teolog Perjanjian Lama
J. L. Ch. Abineno teolog, penulis buku teologi dalam bahasa Indonesia
W.J. Rumambi pendeta, menteri penerangan pada masa Soekarno
Liem Khiem Yang pakar bahasa Yunani, penerjemah Alkitab dan teolog Perjanjian Baru (+)
SAE Nababan Presiden Dewan Gereja-gereja se-Dunia, ketua Federasi Lutheran se-Dunia
Fridolin Ukur teolog, penyair
Eka Darmaputera teolog, etikus
Natan Setiabudi Ketua Umum PGI
A.A. Yewangoe teolog sistematika, Ketua Umum PGI
Marianne Katoppo teolog feminis Indonesia pertama, pengarang
Henriette Lebang tokoh ekumenis, perempuan pertama yang menjabat Sekjen Dewan Gereja-gereja Asia
Jan Sihar Aritonang pakar sejarah gereja, Ketua I PGI
Kadarmanto Hardjowasito Pendidikan religius dalam masyarakat majemuk, President The Reformed Ecumenical Council (2000-2005)
Ferdinand Suleeman
W.B. Sidjabat
R. Soedarmo
Th. Sumartana pakar dialog antarumat beragama
Jasiman Damanik Ephorus GKPS periode 1990 - 2000 (+)
Belman Purba Ephorus GKPS periode 2005 - 2010 (+)
Martin Rumanja Purba Sekretaris Jendral GKPS periode 2000 - 2010
Jaharianson Saragih Ephorus GKPS periode 2010 - 2015
El Imanson Saragih Sekretaris Jendral GKPS periode 2010 - 2015
Enida Girsang Ketua Majelis Pendeta GKPS & SekUm PGI Wilayah SumUt
Martin Lukito Sinaga Sekretaris Studi Teologi & Gereja LWF
Jacelsius Purba Praeses GKPS Distrik 7
Arihta Girsang Praeses GKPS Distrik 7
Yusni Herlina Saragih Praeses GKPS Distrik 3
Pdt. Dr. Andar Lumbantobing Bishop Emiritus Gereja Kristen Protestan Indonesia di Pematangsiantar, Pendiri GKPI
Pdt. Dr. Sutan M Hutagalung Bishop Emiritus Gereja Kristen Protestan Indonesia di Pematangsiantar, Pendiri GKPI
Pdt. Dr. Mangisi Sahala Edison Simorangkir Bishop GKPI Periode 2005-2010
Pdt. Patut Sipahutar, M.Th Bishop GKPI Periode Periode 2012-2015
Pdt. Irvan Hutasoit Ketua I PGI-Daerah Humbang Hasundutan

Dosen (Tenaga Pengajar)[sunting | sunting sumber]

Nama Dosen Mata Kuliah yang diajarkan Keterangan
Agustinus Setiawidi Biblika Dosen Tetap
A.C. Wendy Tankersley Praktika Dosen Tetap
Bambang Subandrijo Biblika Dosen Tetap
Binsar Jonathan Pakpahan Filsafat Dosen Tetap
Ester Pudjo Widiasih Liturgika dan Musik Gereja Dosen Tetap
H. Ongirwalu Manajemen Gereja Dosen Tetap
Jan S. Aritonang Sejarah Gereja Dosen Tetap
Joas Adiprasetya Etika Dosen Tetap
Justitia Vox Dei Hattu Pendidikan Kristiani Dosen Tetap
Kadarmanto Hardjowasito Pendidikan Kristiani Dosen Tetap
Rebecca Blair Young Sistematika dan Etika/Misiologi Dosen Tetap
Robert P. Borrong Etika Dosen Tetap
Ruth Setijadi-Kadarmanto Pendidikan Kristiani Dosen Tetap
Samuel Benyamin Hakh Biblika Dosen Tetap
Septemmy E. Lakawa Misiologi/Teologi Feminis Dosen Tetap
Simon Rachmadi Spiritualitas Kristiani Dosen Tetap
Stephen Suleeman Sosiologi/komunikasi Dosen Tetap
Sylvana Ranti-Apituley Sejarah Gereja Dosen Tetap
Yonky Karman Biblika Dosen Tetap
Yusak Soleiman Sejarah Gereja Dosen Tetap
A.A. Yewangoe Dogmatika Dosen Tidak Tetap
B.S. Mardiatmaja Agama-agama/Filsafat Dosen Tidak Tetap
Daniel Susanto Teologi Pastoral Dosen Tidak Tetap
Erich von Marthin Elraphoma Hutahaean Pendidikan Kristiani Dosen Tidak Tetap
Franz M. Suseno Etika Dosen Tidak Tetap
Hans Harmakaputra Islam Dosen Tidak Tetap
Hendry Mulyana Sendjaja Bimbingan Studi/Filsafat Dosen Tidak Tetap
J. H. Rapar Agama-agama Dosen Tidak Tetap
J.B. Banawiratma Agama-agama/Teol. Sosial Dosen Tidak Tetap
Jan H. Rapar Filsafat Kontemporer Dosen Tidak Tetap
Lazarus Purwanto Pembangunan Jemaat, Hukum Gereja Dosen Tidak Tetap
Linna Gunawan Praktika Dosen Tidak Tetap
Maria Setiawan Sastra dan Bahasa Indonesia Dosen Tidak Tetap
Martin Harun Biblika Dosen Tidak Tetap
Michelle C. Hetharia Musik Gereja Dosen Tidak Tetap
Novy Amelia Sine Pendidikan Kristiani Dosen Tidak Tetap
Rasid Rachman Liturgika Dosen Tidak Tetap
Sussane Sitohang Sastra dan bahasa Inggris Dosen Tidak Tetap
Toar B. Hutagalung Sistematika Dosen Tidak Tetap
Z.J. Ngelow Sejarah Gereja Dosen Tidak Tetap

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q Katalog Sekolah Tinggi Teologi Jakarta. Jakarta: UPI STT Jakarta, 2004. Hlm. 1-5.
  2. ^ a b (Indonesia) S.C. Graaf van Randwijck. “Oegstgeest: Kebijaksanaan Lembaga-lembaga Pekabaran Injil yang Bekerjasama 1897-1942”. Jakarta: BPK Gunung Mulia.1989. Hlm. 34-35.
  3. ^ (Indonesia) Th. van den End. “Sumber-sumber Zending Tentang Sejarah Gereja di Jawa Barat 1858-1963”. Jakarta: BPK Gunung Mulia.2006. Hlm 156-157.
  4. ^ a b (Indonesia) Peter D.Latuihamallo. “Hogere Theologische School”. Jakarta: BPK Gunung Mulia.2004. Hlm. 7-8.
  5. ^ a b c d e f S. Wismoady Wahono, dkk, Tabah Melangkah (Ulang Tahun ke-50 STT Jakarta). Jakarta: STT Jakarta, 1984. Hlm. 5.
  6. ^ P.D. Latuihamallo, "Pendidikan Teologi dan Pergerakan Oikumene", dalam Buku Kenang-kenangan 48 th Sekolah Tinggi Teologi Jakarta. Hal. 3.
  7. ^ Keesaan Gereja (Laporan Penelitian), dikeluarkan oleh STT Jakarta bekerjasama dengan Direktorat Sosial-Politik DKI Jakarta. 1984. Hlm. 3.
  8. ^ (Indonesia) Th.van den End.2008. “Ragi Carita 2”.Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hlm. 87.
  9. ^ Situs PPWG Proklamasi: STTJ
  10. ^ a b c Situs STT Jakarta

Pranala luar[sunting | sunting sumber]