Sampoerna Telekomunikasi Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Sampoerna Telekomunikasi Indonesia
PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia
Industri/jasa Operator dan layanan telekomunikasi seluler Indonesia
Kantor pusat Bendera Indonesia Indonesia
Produk Lihat Produk
Situs web Sampoerna Telecom

PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI atau Sampoerna Telekom) merupakan penyedia jasa telekomunikasi selular mobilitas penuh di Indonesia. STI adalah bagian dari Sampoerna Strategic Group. STI diluncurkan kembali dengan nama Ceria sebagai kelanjutan dari PT Mobile Selular Indonesia (Mobisel) dan PT Mandara Selular Indonesia (Mandara) yang telah beroperasi sejak 1986 dengan nama Neon.

STI merupakan satu-satunya operator telekomunikasi di Indonesia yang beroperasi pada frekuensi 450Mhz dengan menggunakan teknologi CDMA2000 1x. STI memiliki lisensi mobilitas penuh dengan jangkauan nasional. Dengan memanfaatkan jangkauan dan kapasitas superior CDMA450, STI mampu menyediakan layanan telekomunikasi berbiaya rendah di seluruh Indonesia.

Saat ini, jangkauan layanan STI meliputi pulau Sumatera, Jawa, Bali dan Lombok. Produknya beragam mulai dari layanan telepon hingga layanan broadband nirkabel. Pelanggan Ceria didukung penuh oleh kantor-kantor cabang STI dan jaringan distribusi di seluruh wilayah layanan.

Produk[sunting | sunting sumber]

Ceria[sunting | sunting sumber]

Ceria merupakan produk dari PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia, yang hadir di Indonesia sejak tahun 1986 dengan nama Neon dibawah kepemilikan PT Mandara Selular Indonesia dan diluncurkan ulang pada tahun 2006.

Akuisisi PT Bakrie Telecom terhadap PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia[sunting | sunting sumber]

PT Bakrie Telecom Tbk dan PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia mengumumkan penandatanganan penjualan bersyarat atas perjanjian jual beli yang telah berlangsung Selasa 13 Maret 2012. Perjanjian tersebut melibatkan Bakrie Telecom serta Sampoerna Strategic dan Polaris, yang bertindak sebagai pemegang saham Sampoerna Telekomunikasi Indonesia.

Dari perjanjian tersebut, Bakrie Telecom memperoleh 35 persen saham Sampoerna Telekomunikasi Indonesia, dan dalam tiga tahun ke depan akan menjadi pemegang saham mayoritas. Sebagai imbalannya, Sampoerna Strategic akan menjadi pemegang saham Bakrie Telecom. [1]

Referensi[sunting | sunting sumber]