Paus Sirip

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
?Paus Sirip
Paus sirip di permukaan Fjord Kenai, Alaska
Paus sirip di permukaan Fjord Kenai, Alaska
Perbandingan besar dengan manusia
Perbandingan besar dengan manusia
Status konservasi
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Upakelas: Eutheria
Ordo: Cetacea
Upaordo: Mysticeti
Famili: Balaenoptiidae
Genus: Balaenoptera
Spesies: B. physalus
Nama binomial
Balaenoptera physalus
(Linnaeus, 1758)
Wilayah paus sirip
Wilayah paus sirip

Paus Sirip (Balaenoptera physalus) adalah mamalia laut yang masuk kedalam subordo paus balin. Paus, yang memiliki panjang hampir sepanjang 27 meter[2], adalah paus terbesar kedua dan binatang terbesar kedua di dunia setelah paus biru,[2].

Paus sirip adalah paus yang berpostur panjang dan langsing. Tubuh paus sirip berwarna abu-abu kecoklatan tetapi bagian permukaan bawah lebih terang. Terdapat 2 subspesies: paus sirip utara di Atlantik utara dan paus sirip Antartika di samudera daerah selatan. Paus ini dapat ditemui di semua samudera utama dunia, dari daerah kutub sampai lautan tropis. Paus ini tidak dapat ditemui di perairan ber-es seperti di Kutub Utara dan Kutub Selatan. Paus ini juga tidak dapat ditemui di perairan kecil yang jauh dari samudera terbuka. Populasi terbesar paus ini ditemukan di perairan hangat dan dingin.[3] Makanan paus ini adalah ikan, cumi-cumi dan crustacea, termasuk mysidacea dan krill.

Sama seperti semua paus besar lainnya, paus sirip diburu selama abad ke-20 dan kini merupakan spesies terancam. Komisi Perpausan Internasional (IWC) mengeluarkan larangan perburuan paus ini,[4] tetapi Islandia dan Jepang tetap menyatakan keinginannya untuk melakukan perburuan. Beberapa msalah yang cukup mengganggu pemulihan populasi spesies ini antara lain kematian yang disebabkan tubrukan dengan kapal dan polusi suara oleh manusia.

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Cetacean Specialist Group (1996). Balaenoptera physalus. 2006 IUCN Red List of Threatened Species. IUCN 2006. Diakses 10 May 2006. Database entry includes justification for why this species is endangered
  2. ^ a b "Balaenoptera physalus Fin Whale". MarineBio.org. Diakses 2006-10-23. 
  3. ^ National Marine Fisheries Service (2006). Draft recovery plan for the fin whale (Balaenoptera physalus) (pdf). Silver Spring, Maryland: National Marine Fisheries Service. 
  4. ^ "Revised Management Scheme". International Whaling Commission. Diakses 2006-11-07. 

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]

  • National Audubon Society Guide to Marine Mammals of the World, Reeves, Stewart, Clapham and Powell, ISBN 0-375-41141-0
  • Whales & Dolphins Guide to the Biology and Behaviour of Cetaceans, Maurizio Wurtz and Nadia Repetto. ISBN 1-84037-043-2
  • Encyclopedia of Marine Mammals, editors Perrin, Wursig and Thewissen, ISBN 0-12-551340-2

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Templat:Baleen whale