Narayana

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Artikel ini adalah bagian dari seri
Susastra Hindu
aum symbol
Veda
Rgveda · Yajurveda
Samaveda · Atharvaveda
Pembagian Veda
Samhita · Brahmana
Aranyaka  · Upanisad
Upanishad
Aitareya  · Bṛhadāraṇyaka
Īṣa  · Taittirīya · Chāndogya
Kena  · Muṇḍaka
Māṇḍūkya  ·Praśna
Śvetaśvatara
Wedangga
Śikshā · Chanda
Vyakarana · Nirukta
Jyotisha · Kalpa
Itihasa
Mahabharata · Ramayana
Susastra lainnya
Smrti · Purana
Bhagavad Gita · Sutra
Pancaratra · Tantra
Kumara Vyasa Bharata · Stotra
Hanuman Chalisa · Ramacharitamanas
Shikshapatri · Vachanamrut
Lihat pula
Mitologi
Kosmologi
Dewa-Dewi
Portal Hindu

Narayana atau Narayan adalah nama dalam bahasa Sanskerta yang ditujukan untuk menyebut Wisnu, dan dalam banyak bahasa daerah kontemporer nama India umum. Narayana juga diidentifikasi sebagai Purusha. Dalam beberapa sastra Purana terdapat pandangan berbeda yang menyangkut dengan Narayana. Dalam Kurma Purana ia diidentifikasikan dengan Brahman dan Krishna-Wisnu, tetapi dalam Brahma Purana Vaivarta Narayana dianggap berbeda dari Krishna dan juga dianggap sebagai bagian dari Krishna.[1]

Narayan adalah salah satu dari banyak nama Tuhan, seperti yang termuat di dalam Weda. Krishna adalah inkarnasi dari Brahman sebagaimana disebut di dalam Mahabharata, juga memiliki banyak nama. Maharsi Bhisma, kakek dari Pandawa dan Kurawa, dari atas ranjang kematiannya di padang Kurusetra, menjawab pertanyaan Yudhistira tentang Tuhan, menyebutkan 1000 nama Tuhan sebagai Sahastranam Wisnu. Di sini, Sri Kresna berdiri sebagai Tuhan dalam wujud manusia di hadapan Bhisma. Nama ke-244 dalam Sahastranam Wisnu adalah Narayana, Hrsikesa, Kesawa, Madhawa, Achuta yang mana nama-nama tersebut telah digunakan Arjuna untuk menyebut Sri Kresna dalam Bhagawad Gita. Intinya adalah tidak ada perbedaan antara Kresna dengan Narayana. Setiap nama merupakan sifat-sifat Tuhan sebagaimana yang kita kenal.

Dalam Mahabharata Krishna sering disebut sebagai Narayana dan Arjuna sebagai Nara.[2] Epik ini mengidentifikasi mereka berdua dalam bentuk jamak 'Krishna', atau sebagai bagian dari inkarnasi Wisnu sebelumnya, mengingat identitas mistis mereka sebagai Nara-Narayana.[3]

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Dalam bahasa Sanskerta, nama lain dari air adalah 'Naara'. Dalam bahasa Sanskerta, nama lain untuk air adalah 'Naara'. Mahadewa Wisnu yang tempat istirahat ('Ayana') adalah 'Naara' karena itu disebut Naarayana. "Naara" juga berarti entitas hidup (Jiwa). Oleh karena itu, makna lain dari Naarayana adalah 'tempat istirahat untuk semua entitas hidup'. Hubungan dekat Narayana dengan air menjelaskan penggambaran Narayana dalam seni Hindu sedang berdiri atau duduk di samudra. Pengejawantahan penting dari Narayana adalah "Maha Menjadi yang merupakan dasar dari semua orang".[4]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Raghavan, V. (1982). International Sanskrit Conference v.4. The Ministry. ISBN Page 142 Check |isbn= value (help). 
  2. ^ Vaisnavism Saivism and Minor Religious Systems, Ramkrishna Gopal Bhandarkar. Published by Asian Educational Services, p.46.
  3. ^ Hiltebeitel, Alf (1990). The ritual of battle: Krishna in the Mahābhārata. Albany, N.Y: State University of New York Press. ISBN 0-7914-0249-5.  p61
  4. ^ Harivansh, Adhyay 88 shlock 44, also, Manu Smruti 1:10 " The Law Code of Manu", Published by Oxford University Press, ISBN 0-19-280271-2, page 11

Pranala luar[sunting | sunting sumber]