Manohara Odelia Pinot

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Manohara Odelia Pinot
Manohara Odelia Pinot.png
Lahir 28 Februari 1992 (umur 22)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Pekerjaan Aktris
Model
Tahun aktif 1996 - sekarang
Orang tua George Manz (ayah)
Daisy Fajarina (ibu)

Manohara Odelia Pinot (lahir di Jakarta, 28 Februari 1992; umur 22 tahun) adalah seorang model Indonesia. Manohara memiliki darah campuran Amerika Serikat dan Bugis, Indonesia serta berkewarganegaraan ganda, Amerika Serikat dan Indonesia.

Nama Manohara mencuat di berbagai media massa Indonesia dan Malaysia pada pertengahan bulan April 2009, karena konflik yang terjadi dengan suaminya, Tengku Muhammad Fakhry Petra, putera ke-3 Sultan Kelantan, Malaysia.[1]

Keluarga[sunting | sunting sumber]

Manohara lahir dari orang tua berkebangsaan Amerika Serikat, George Manz dan keturunan bangsawan Bugis, Daisy Fajarina. Setelah kedua orangtuanya bercerai, sang ibu menikah dengan Reiner Pinot Noack yang berkebangsaan Perancis. Manohara juga memiliki seorang saudari tiri yang berusia lebih tua, bernama Dewi Sari Asih.

Karier[sunting | sunting sumber]

Manohara di sampul majalah Male Magazine edisi November 2012.

Manohara adalah seorang model. Di usianya yang masih muda, ia berhasil menjadi salah satu 100 Pesona Indonesia menurut Majalah Harper's Bazaar. Manohara pernah berperan dalam sinetron yang juga berjudul Manohara dan memerankan dirinya sendiri yang cukup mendapatkan perhatian dari masyarakat.

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Manohara bertemu dengan Tengku Fakhry di Perancis pada bulan Desember 2006, saat jamuan makan malam oleh Wakil Perdana Menteri Malaysia.[2] Terjalin hubungan di antara keduanya, dan pada 26 Agustus 2008 Manohara dan Tengku Fakhry menikah di Malaysia.[3] Setelah menikah, Manohara mendapat gelar Cik Puan Temenggong dan menjadi anggota dari keluarga kerajaan Kelantan.

Dua bulan kemudian, Manohara memutuskan kembali ke Jakarta dan tidak mau kembali ke Malaysia. Ia dikabarkan mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari suaminya. Ia juga meminta sang suami memenuhi janjinya menggelar pesta pernikahan di Jakarta.[3] Tengku Fakhry kemudian menjemput Manohara, membelikan mobil sebagai hadiah ulang tahun, serta mengajak Manohara beserta keluarganya untuk umrah bersama.

Ketika selesai umrah pada 9 Maret 2009, Tengku Fakhry segera membawa istrinya kembali ke Malaysia, namun tidak membawa serta keluarga Manohara.

Ibu Manohara, Daisy Fajarina, kemudian menyatakan bahwa ia mengalami pencekalan ketika akan mengunjungi putrinya di Malaysia.[4] Daisy lalu meminta bantuan Pemerintah Indonesia dan Komnas HAM untuk mengatasi masalah tersebut.[5]

Kasus ini semakin mendapatkan perhatian setelah Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak mengelak pertanyaan wartawan mengenai tuduhan penculikan Manohara oleh seorang pangeran Malaysia, saat ia bertemu Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta pada 23 April 2009.[6] Pemerintah Indonesia melalui pejabat Kedutaan Indonesia di Kuala Lumpur selanjutnya meminta penjelasan dari Pemerintah Malaysia mengenai dugaan pencekalan tersebut.[7]

Pada hari Minggu 31 Mei 2009, Manohara tiba kembali di Indonesia bersama dengan ibunya dari Singapura.[8] Melalui konferensi pers, Manohara menyatakan bahwa ketika ia bersama keluarga Kerajaan Kelantan sedang berada di Singapura untuk menjenguk Sultan Kelantan yang tengah berobat di Singapura, ia berhasil lolos dari penjagaan pengawal Kesultanan Kelantan. Dengan bantuan aparat Singapura dan staf diplomatik Kedutaan Besar Amerika Serikat, Manohara berhasil bertemu dengan ibunya yang saat itu juga sedang berada di Singapura. Manohara bersama ibunya segera kembali ke Indonesia. Manohara menyatakan bahwa segala tuduhan penculikan dan penganiayaan yang dilayangkan ibunya kepada suaminya adalah fakta. Manohara juga menyatakan tidak bersedia kembali ke Kelantan dan menyatakan niatnya untuk bercerai dari Tengku Fakhry.[9]

Sebelum menikah, Manohara pernah menjalin hubungan dengan beberapa lelaki; antara lain Ardiansyah Bakrie (komisaris utama tvOne), dan Ryan Haryanto (pembalap muda asal Singapura). Saat ini ia sedang menjalin asmara dengan Amiel Mohede, pengusaha muda asal Indonesia.[10]

Kuasa hukum dan kontroversi[sunting | sunting sumber]

Ratna Sarumpaet dan O.C. Kaligis merupakan kuasa hukum yang pernah tergabung dengan tim kuasa hukum Manohara. Namun, keduanya memilih untuk mundur dari upaya pendampingan hukum Manohara karena merasa bahwa Manohara dan ibunya terlalu mengulur waktu dalam melakukan visum, tidak memberi bukti-bukti penganiayaan, tidak segera melapor ke pihak kepolisian, dan lebih memprioritaskan jadwal roadshow wawancara dengan berbagai infotainment di TV. Semenjak itu, keabsahan dari pengakuan cerita Manohara dan ibunya mulai diragukan dan dipertanyakan oleh berbagai pihak. Sekarang Manohara didampingi oleh tim kuasa hukum Hotman Paris Hutapea.

Berdasarkan pemberitaan situs web Malaysia, ayah tiri Manohara yang bernama Juergen Reiner Noack Pinot sempat menjalani hukuman karena kasus pelecehan seksual terhadap Shaliha. Salah satu kuasa hukum Manohara membantah kasus pelecehan tersebut dan menyebut Pinot dihukum karena kasus korupsi.[11] George Manz yang merupakan ayah kandung Manohara datang di tengah kemelut rumah tangga Manohara dan suaminya, Pangeran Kelantan, Tengku Fakhry. Bukannya ada di pihak Manohara, Manz justru mendukung Fakhry. Manz mengaku tak pernah berjumpa dengan anak kandungnya dan hanya bisa memantaunya lewat berita-berita media serta lewat bantuan teman-temannya di Jakarta dan Singapura. Dalam suratnya pada Fakhry, Manz mengaku bisa meminta Departemen Pertahanan Amerika untuk melarikan Manohara dari Indonesia dengan bantuan warga Amerika. Itu bertujuan supaya Fakhry bisa merawat Manohara dan membebaskannya dari ibunya.[12]

Pengadilan Syariah Malaysia[sunting | sunting sumber]

Pengadilan Syariah Malaysia memerintahkan Manohara Odelia Pinot untuk kembali kepada suaminya Tengku Temenggong Kelantan, Tengku Muhammad Fakhry Sultan Ismail Petra, dan membayar RM 1.2 juta yang dipinjamnya, setelah gagal mengajukan pertahanan atau menghadiri kasus pengadilan. Jika Manohara tidak kembali kepada suaminya, pengadilan tersebut menganggapnya telah derhaka (bahasa Arab: nusyuz, bahasa Indonesia: tidak taat), dan oleh karena itu tidak layak memperoleh apa pun dari suaminya.[13]

Pengadilan tidak dapat menerima argumen bahwa uang sejumlah RM 1.112.250 adalah hadiah dari Tengku Muhammad Fakhry, berdasarkan tidak tampilnya Manohara di depan seluruh proses pengadilan.[13]

Tengku Fakhry menyatakan bahwa uang bukanlah masalah dan yang penting adalah martabat dan reputasi. Ia berkata bahwa ia terpaksa memulai proses hukum untuk membersihkan namanya atas tuduhan penyiksaan fisik dan seksual yang tak berdasar yang bermaksud merendahkan dirinya di mata anggota keluarga kerajaan, pemerintah dan masyarakat.

Dalam semua kasus, pihak Tengku Fakhry menyatakan bahwa pengacara Manohara bersikap non-koperatif dan hanya berpegang pada kabar angin; dan bahwa pihak wanita tidak dapat menghasilkan bukti untuk mendukung tuduhan mereka.

Daisy Fajarina mengatakan bahwa keluarganya sudah siap menghadapi konsekuensi mengabaikan perintah Pengadilan Syariah Malaysia, termasuk hilangnya hak istimewa Manohara sebagai Cik Puan Temenggong Kelantan, dan mereka pun tidak akan membayar kembali apa yang disebut utang tersebut.[14]

Pada 20 Februari, Manohara kembali menjadi topik pemberitaan di Malaysia, ketika Manohara Odelia Pinot beraksi mesra mencium Amil Mohede.[15] Ia juga diberitakan sering berfoya-foya di klub malam, dan fotonya banyak tersebar di Internet.

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Film[sunting | sunting sumber]

Sinetron[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]