Ibu

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Foto seorang ibu yang sedang hamil

Ibu adalah orang tua perempuan seorang anak, baik melalui hubungan biologis maupun sosial. Umumnya, ibu memiliki peranan yang sangat penting dalam membesarkan anak, dan panggilan ibu dapat diberikan untuk perempuan yang bukan orang tua kandung (biologis) dari seseorang yang mengisi peranan ini. Contohnya adalah pada orang tua angkat (karena adopsi) atau ibu tiri (istri ayah biologis anak).

Di Indonesia[sunting | sunting sumber]

Bunda dan Mama adalah sebutan lain untuk ibu. Pemanggilan ibu dengan sebutan "mama" sudah menjadi hal yang umum di masyarakat Indonesia. Dalam bahasa gaul ibu disebut dengan Nyokap.

Ibu adalah perempuan yang karena fungsinya yang mulia disebut ibu. Ibu adalah sebutan untuk menghormati kodrat perempuan dan sebagai satu-satunya jenis kelamin yang mampu untuk melahirkan anak, menikah atau tidak mempunyai kedudukan atau tidak, seorang perempuan adalah seorang ibu

Panggilan lain untuk ibu:

  • Enyak (Betawi dan Bali)
  • Emak (Sunda)
  • Inaq (Lombok)
  • Inang (Batak Toba)
  • Nande (Batak Karo)
  • Amak (Minangkabau)
  • Umay / umai (Dayak Ngaju)

Panggilan umum[sunting | sunting sumber]

Selain itu, dalam bahasa Indonesia panggilan "ibu" juga dapat ditujukan kepada perempuan asing yang relatif lebih tua daripada si pemanggil atau panggilan hormat kepada seorang wanita, tanpa memedulikan perbedaan usia.

Kedudukan Seorang Ibu dalam Islam[sunting | sunting sumber]

Dalam agama Islam, kedudukan seorang ibu sangatlah dimuliakan. Bahkan dikatakan bahwa surganya seorang anak itu ada ditetapak kaki ibu. Oleh karena itu, seorang anak sangat diwajibkan untuk dapat berbakti kepada kedua orang tuanya terlebih lagi kepada ibu kandungnya. Penjelasan tentang hal ini banyak sekali ditegaskan dalam al-Quran diantaranya Quran surat Luqman ayat: 14 Alloh Ta'ala berfirman yang artinya:

“Dan Kami perintahkan kepada manusia [berbuat baik] kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu”

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]