Kontroversi penciptaan-evolusi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kartun satir dari 1882, memparodikan teori evolusi Darwin, atas publikasi The Formation of Vegetable Mould Through the Action of Worms

Kontroversi penciptaan-evolusi (juga dinamai debat penciptaan vs. evolusi atau debat asal mula) adalah perselisihan yang melibatkan budaya, politik, dan teologi mengenai asal mula Bumi, manusia, dan kehidupan lainnya.[1]

Perselisihan muncul ketika Charles Darwin pada tahun 1850-an memaparkan bahwa makhluk hidup berevolusi dan mengalami seleksi alam.

Sudut pandang[sunting | sunting sumber]

Dalam kontroversi ini dapat dikenali sejumlah pendapat yang berbeda, meliputi penerimaan dari sisi ilmiah maupun agamawi.

Kreasionisme Bumi Muda[sunting | sunting sumber]

Kreasionisme Bumi muda (bahasa Inggris: Young Earth creationism) berargumen bahwa bumi diciptakan oleh Allah dalam kurun waktu sekitar 10.000 tahun lalu. Secara harfiah mengikuti kisah penciptaan dalam Kitab Kejadian di Alkitab Ibrani atau Alkitab Kristen. Perhitungan waktu ini diperkirakan dari daftar silsilah dalam Alkitab, misalnya secara detail dihitung dalam kronologi James Ussher. Argumen ini banyak bertentangan dengan apa yang diterima oleh kebanyakan komunitas ilmuwan. Pendukung argumen ini sering percaya bahwa usia alam semesta mirip dengan usia bumi. Kosmologi kreasionis adalah upaya sejumlah pendukung kreasionisme untuk memberi usia alam semesta sesuai penafsiran Alkitab.

Kreasionisme Bumi Tua/Lama[sunting | sunting sumber]

Kreasionisme Bumi Tua/Lama (bahasa Inggris: Old Earth creationism) berargumen bahwa alam semesta diciptakan oleh Allah, tetapi catatan dalam Kitab Kejadian bahwa peristiwa penciptaan itu terjadi dalam waktu 6 hari tidak harus diterima secara harfiah. Grup ini meyakini bahwa usia alam semesta dan bumi adalah sebagaimana yang digambarkan oleh kebanyakan komunitas ilmiah, para astronom dan geolog, tetapi meragukan detail teori evolusi. Lamanya "hari" penciptaan menurut pendukung kelompok ini berbeda dengan 24 jam yang diyakini oleh pendukung Kreasionisme Bumi Muda.

Neo-kreationisme[sunting | sunting sumber]

Neo-kreationisme (bahasa Inggris: Neo-creationism) dengan sengaja menjauhkan diri dari kreasionisme bentuk lain, lebih suka dianggap berbeda secara filsafat dari kreasionisme. Tujuan mereka adalah untuk menyatakan kreasionisme dalam istilah-istilah yang lebih dapat diterima oleh publik, dunia pendidikan dan komunitas ilmiah. Kelompok ini bermaksud untuk mendebatkan asal kehidupan dalam istilah non-agamawi dan tanpa berkaitan dengan Kitab Suci, serta melibatkan masyarakat umum. Neo-kreasionis dapat tergolong Kreasionisme Bumi Muda maupun Bumi Tua, saat ini ada dalam bentuk gerakan intelligent design ("Perancangan cerdas"), dengan mengikutkan sejumlah pengikut Bumi Muda seperti Paul Nelson dan Percival Davis.

Evolusi teistik[sunting | sunting sumber]

Evolusi teistik (bahasa Inggris: Theistic evolution) adalah pandangan umum bahwa iman tidaklah berlawanan dengan sains evolusi biologi, sedemikian bahwa ajaran agamai mengenai Allah dan penciptaan adalah kompatibel dengan sejumlah ataupun seluruh teori sains, termasuk teori evolusi. Umumnya memandang bahwa evolusi adalah suatu sarana yang digunakan oleh sang Pencipta, yang adalah "kausal pertama" dan "pemelihara" semesta, sehingga banyak diterima oleh kalangan teistik (bukan deistik). Evolusi teistik dapat diselaraskan dengan penafsiran Bumi Tua mengenai penciptaan, di mana para penganutnya memandang pasal pertama Kitab Kejadian tidak perlu ditafsirkan secara harfiah, tetapi sebagai kerangka atau kiasan.

Evolusi Agnostik[sunting | sunting sumber]

Evolusi Agnostik (bahasa Inggris: Agnostic evolution) adalah posisi yang menerima evolusi biologi, digabungkan dengan pandangan bahwa tidaklah penting apakah Allah itu ada atau tidak, atau apakah Allah itu pernah, sedang atau akan terlibat.[2]

Evolusi Materialistik[sunting | sunting sumber]

Evolusi Materialistik (bahasa Inggris: Materialistic evolution) adalah posisi yang menerima evolusi biologi, digabungkan dengan pandangan bahwa supernatural tidak ada. Posisi ini umum bagi para naturalis filsafat, humanis dan ateis.[3] Merupakan pandangan yang didukung oleh apa yang disebut sebagai "The New Atheists", yang berargumen bahwa pandangan kreasionis tidak hanya berbahaya, tetapi juga ditolak oleh sains.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Lihat Hovind 2006 untuk contohnya.
  2. ^ Scott (2005), p. 65.
  3. ^ Scott (2005), pp. 65–66.

Pustaka[sunting | sunting sumber]

Buku
Jurnal
Berita
Web
Wayback
Court

Bacaan tambahan[sunting | sunting sumber]

  • Burian, R. M. (1994). Dobzhansky on Evolutionary Dynamics: Some Questions about His Russian Background; in Adams, Mark A. (1994). The Evolution of Theodosius Dobzhansky: essays on his life and thought in Russia and America. Princeton, N.J.: Princeton University Press. ISBN 0-691-03479-6. 
  • Butler, Samuel (2007). Evolution, Old And New: Or The Theories Of Buffon, Dr. Erasmus Darwin And Lamarck, As Compared With That Of Charles Darwin (1911). Kessinger Publishing, LLC. ISBN 0-548-64132-3. 
  • Beer, Gillian; Darwin, Charles (1996). The origin of species. Oxford [Oxfordshire]: Oxford University Press. ISBN 0-19-283438-X. 
  • Gould, Stephen Jay; Dobzhansky, Theodosius Grigorievich (1982). Genetics and the origin of species. New York: Columbia University Press. ISBN 0-231-05475-0. 
  • Haught, John F. (2010). Making Sense of Evolution: Darwin, God, and the Drama of Life. Louisville: Westminster John Knox Press. hlm. 144. ISBN 978-0-664-23285-6. 
  • Henig, Robin Marantz (2000). The monk in the garden: the lost and found genius of Gregor Mendel, the father of genetics. Boston: Houghton Mifflin. ISBN 0-395-97765-7. 
  • Kutschera U, Niklas KJ (2004). "The modern theory of biological evolution: an expanded synthesis". Naturwissenschaften 91 (6): 255–76. Bibcode:2004NW.....91..255K. doi:10.1007/s00114-004-0515-y. PMID 15241603. 
  • Mayr, Ernst (1985). The Growth of Biological Thought: Diversity, Evolution, and Inheritance. Cambridge, Mass: Belknap Press. ISBN 0-674-36446-5. 
  • Miller, James H. (2001). An evolving dialogue: theological and scientific perspectives on evolution. Valley Forge, Pa: Trinity Press International. ISBN 1-56338-349-7. 
  • Morris, HR (1963). The Twilight of Evolution. Grand Rapids, MI: Baker Pub Group. ISBN 0-8010-5862-7. 
  • Morris, Steven L. (September–December 2005). "Creationism and the Laws of Thermodynamics". Reports of the National Center for Science Education 25 (5–6): 31–32. 
  • Pennock RT (2003). "Creationism and intelligent design". Annu Rev Genomics Hum Genet 4: 143–63. doi:10.1146/annurev.genom.4.070802.110400. PMID 14527300. 
  • Sagan, Carl (1997). The demon-haunted world: science as a candle in the dark. New York: Ballantine Books. ISBN 0-345-40946-9. 
  • Scott, E.C. (1997). "Antievolution And Creationism In The United States". Annual Review of Anthropology 26 (1): 263–289. doi:10.1146/annurev.anthro.26.1.263. 
  • Scott, Eugenie (2005). Evolution Vs. Creationism. Berkeley: University of California Press. ISBN 0-520-24650-0. 
  • Maynard Smith, "The status of neo-Darwinism", in "Towards a Theoretical Biology" (C.H. Waddington, ed., University Press, Edinburgh, 1969.
  • Hull, D.L. (1999). "The Use and Abuse of Sir Karl Popper". Biology and Philosophy 14 (4): 481–504. doi:10.1023/A:1006554919188. Diakses 2008-04-11. 
  • Strobel, Lee (2004). The case for a Creator: a journalist investigates scientific evidence that points toward God. Grand Rapids, Mich: Zondervan/Willow Creek Resources. ISBN 0-310-24050-6. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]