Impian di Tengah Musim

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Sampul muka cetakan tahun 1600.

A Midsummer Night's Dream adalah sandiwara komedi karya William Shakespeare yang ditulis sekitar tahun 1590-an. Terjemahan ke dalam bahasa Indonesianya berjudul Impian di Tengah Musim dan dilakukan oleh Trisno Sumardjo. [1]

Perjalanan cinta sejati tidak pernah mulus
 
— Lysander, A Midsummer Night's Dream

Sandiwara komedi karangan Sir William Shakespeare ini berkisah tentang pasangan kekasih dari Athena, Hermia dan Lysander yang dilarang untuk menikah. Demetrius berusaha untuk mengejar Hermia, dan Helena tergila-gila dengan Demetrius. Bahkan raja dan ratu peri juga bertengkar. Lalu raja peri menggunakan ramuan ajaib yang membuat Demetrius dan Lysander jatuh cinta pada Helena, semakin menyemarakkan cerita. Pada akhirnya kisah ini berkutat tentang siapa yang jatuh cinta dengan siapa.. atau apa.

Kisah Impian di Tengah Musim[sunting | sunting sumber]

Tokoh utama[sunting | sunting sumber]

Tokoh lain[sunting | sunting sumber]

Waktu dan tempat[sunting | sunting sumber]

Athena kuno, Yunani.

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Lukisan "Study for The Quarrel of Oberon and Titania" oleh Sir Joseph Noel Paton

Di babak pertama, Hermia menolak untuk mengikuti instruksi ayahnya, Egeus, untuk menikah dengan pria yang telah dipilihkan yakni Demetrius. Egeus berkata bahwa sebelum masa pemerintahan Theseus, ada hukum Athena kuno yang memerintahkan seorang gadis harus menikah dengan pria pilihan ayahnya atau mati. Theseus tidak mau putrinya meninggal, menawarkan pilihan lain untuk hidup membiara seperti Dewi Diana.

Hermia dan kekasihnya, Lysander, memutuskan untuk kabur melewati hutan pada malam hari. Mereka bermaksud untuk pergi dan tinggal dengan bibi Lysander yang menganggapnya sebagai anak sendiri. Mereka memberi tahu rencana mereka kepada Helena, teman Hermia yang cintanya ditolak oleh Demetrius. Namun Helena yang ingin membuat Demetrius jatuh cinta padanya, membocorkan rencana tersebut. Maka mereka pun memutuskan untuk membuntuti Hermia dan Lysander.

Saat malam tiba, Lysander dan Hermia yang merasa aman setelah tiba di hutan, tertidur. Demetrius dan Helena juga berada di hutan itu mencari Lysander dan Hermia. Demetrius merasa terganggu karena diikuti oleh Helena ke mana pun ia pergi. Perlakuan tidak sopan Demetrius terhadap Helena itu dilihat oleh Oberon, sang raja peri.

Oberon dan Titania berada di hutan di luar Athena. Titania ingin menghadiri pernikahan Theseus dan Hippolyta. Mereka bersitegang saat Titania menolak untuk menyerahkan seorang anak Indian kepadanya yang akan Oberon gunakan sebagai kesatria, karena ibu dari anak itu memuja Titania. Kesal, Oberon memerintahkan Puck (yang juga dipanggil Hobgoblin atau Robin Goodfellow) untuk mengambil sejenis bunga ajaib yang bila dioleskan ke mata seseorang yang sedang tidur akan membuat orang itu jatuh cinta pada makhluk pertama yang dilihatnya saat membuka mata. Selain itu Oberon juga memerintahkan Puck untuk mencari Demetrius dan mengoles matanya dengan bunga itu agar jatuh cinta pada Helena.

Namun Puck membuat kesalahan dengan mengoleskan bunga itu ke mata Lysander. Ketika Lysander bangun, orang pertama yang ia lihat adalah Helena yang sedang tersesat di hutan. Lysander pun jatuh cinta pada Helena dan meninggalkan Hermia yang masih tertidur. Ketika Oberon melihat hal ini, ia memarahi Puck dan menyuruhnya untuk mencari Demetrius sekali lagi. Demetrius pun terkena pengaruh bunga itu dan jatuh cinta pada Helena.

Hermia yang ditinggalkan sendiri bangun dan mencari kekasihnya Lysander. Ketika menemukan Lysander, ia ditolak mentah-mentah karena Lysander terkena sihir dan jatuh cinta pada Helena. Helena merasa curiga karena tiba-tiba dirayu oleh dua orang laki-laki, dan mengira bahwa ini adalah permainan Lysander, Demetrius, dan Hermia untuk memperolok-oloknya.

Kembali di desa, sekelompok orang-orang dengan kelas sosial yang rendah merencanakan untuk mempertunjukkan drama sandiwara "Pyramus dan Thisbe" untuk memeriahkan pernikahan Theseus. Mereka berlatih di hutan, dekat tempat tinggal Titania. Puck melihat Nick Bottom yang akan memerankan Pyramus, mengutuknya hingga kepala Bottom berubah menjadi kepala keledai. Teman-temannya takut lalu kabur meninggalkannya sendiri. Bottom adalah orang pertama yang Titania lihat ketika ia bangun dari tidurnya. Maka ia pun jatuh cinta pada Bottom itu dan memanjakannya dengan semua peri-perinya. Dengan pengaruh bunga itu, Titania dengan mudahnya memberikan bocah Indian itu pada Oberon. Karena keinginannya sudah tercapai, Oberon membebaskan Titania dari sihir dan menyuruh Puck untuk mengubah kepala keledai Bottom seperti semula. Dengan ini sihir pada Lysander pun hilang, namun Demetrius menjadi jatuh cinta pada Helena sekalipun sihir itu hilang.

Kemudian para peri itu pun menghilang di babak akhir seiring datangnya Theseus dan Hippolyta saat hari masih subuh. Mereka membangunkan kedua pasangan itu dari tidurnya. Mengingat Demetrius tidak mencintai Hermia lagi, Theseus menyuruh Egeus untuk mengatur pernikahan bagi kedua pasangan itu. Hermia, Lysander, Demetrius dan Helena sepakat untuk menganggap apa yang terjadi semalam adalah mimpi karena terasa begitu tidak nyata. setelah mereka keluar dari hutan, Bottom yang terbangun pun memutuskan untuk menganggap kejadian semalam adalah mimpi juga. Di Athena, Theseus dna Hippolyta bersama kedua pasangan Hermia-Lysander dan Helena-Demetrius, menonton pertunjukan "Pyramus dan Thisbe". Itu adalah pertunjukan yang konyol dan jelek, namun menghibur mereka semua. Di akhir cerita, Oberon, Titania, Puck dan para peri lainnya memberkati rumah yang ditinggali ketiga pasangan itu dengan kecukupan dan keberuntungan.

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]