Hukum termodinamika kedua
| Termodinamika |
|---|
Mesin panas klasik Carnot
|
|
Cabang
|
|
Keadaan:
Persamaan keadaan Gas ideal · Gas nyata Wujud zat · Kesetimbangan Volume kontrol · Instrumen termodinamika Proses: Isobarik · Isokorik · Isotermis Adiabatik · Isentropik · Isentalpik Quasistatik · Politropik Ekspansi bebas Reversibel · Ireversibel Endoreversibilitas Siklus: Mesin kalor · Pompa kalor Efisiensi termal |
Formulasi Kelvin-Planck atau hukum termodinamika kedua menyebutkan bahwa adalah tidak mungkin untuk membuat sebuah mesin kalor yang bekerja dalam suatu siklus yang semata-mata mengubah energi panas yang diperoleh dari suatu reservoir pada suhu tertentu seluruhnya menjadi usaha mekanik. Hukum kedua termodinamika mengatakan bahwa aliran kalor memiliki arah; dengan kata lain, tidak semua proses di alam semesta adalah reversible (dapat dibalikkan arahnya). Sebagai contoh jika seekor beruang kutub tertidur di atas salju, maka salju dibawah tubuh nya akan mencair karena kalor dari tubuh beruang tersebut. Akan tetapi beruang tersebut tidak dapat mengambil kalor dari salju tersebut untuk menghangatkan tubuhnya. Dengan demikian, aliran energi kalor memiliki arah, yaitu dari panas ke dingin. Satu aplikasi penting dari hukum kedua adalah studi tentang mesin kalor.
Lihat pula[sunting]
Pranala luar[sunting]
- (Indonesia) Hukum kedua termodinamika
