Flower (permainan video)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Flower
Flower (video game).png
Pengembang Thatgamecompany (PS3)
Bluepoint Games (PS4, PSV)
Penerbit Sony Computer Entertainment
Sutradara Jenova Chen
Perancang Nicholas Clark
Komposer musik Vincent Diamante
Aplikasi dasar permainan PhyreEngine
Versi 1.01
Platform PlayStation 3
PlayStation 4
PlayStation Vita
Tanggal rilis PlayStation 3
WW February 12, 2009

PlayStation 4
AN November 15, 2013
UE November 29, 2013
PlayStation Vita
AN November 12, 2013[1]
UE November 29, 2013[2]

Genre Petualangan[3]
Mode Pemain tunggal
Media digital/distribusi Digital

Flower merupakan sebuah permainan video yang dikembangkan oleh Thatgamecompany didesain oleh Jenova Chen dan Nicholas Clark dan diperkenalkan pada tahun 2007 di Tokyo Game Show. Flower dirilis pada bulan Februari 2009 untuk PlayStation 3 lewat PlayStation Network. Versinya untuk PlayStation 4 dan PlayStation Vita dikembangkan oleh Bluepoint Games dan dirilis pad bulan November 2013. Flower dirancang sebagai sebuah "penerus spiritual" dari Flow, karya Chen dan Thatgamecompany sebelumnya. Dalam Flower, pemain mengendalikan angin, meniup mahkota bunga melintasi udara. Terbang di dekat bunga-bunga dapat menyebabkan mahkota bunga pemain diikuti oleh mahkota bunga lainnya. Mendekati bunga-bunga juga dapat mengakibatkan hal lain di dalam dunia permainan, seperti memberikan warna ke lahan yang sebelumnya mati dead atau menggerakkan kincir angin. Permainan ini tidak menampilkan teks atau dialog. Cerita dalam permainan dinarasikan utamanya dengan penggambaran visual dan isyrat emosional.

Flower ditujukan utamanya untuk membangkitkan emosi positif dari pemain ketimbang menjadi permainan yang menentang dan "menyenangkan". Hal ini dibawa oleh Chen yang merasa bahwa tujuan utama dari produk-produk hiburan seperti permainan video adalah perasaan yang ditimbulkannya kepada pengguna serta bahwa jangkauan emosional dari kebnyakan permainan sangat terbatas. Tim pengembang menilai usaha merekan sebagai penciptaan suatu karya seni, menghapus unsur dan mekanika permainan yang kurang dapat menimbulkan respon yang diinginkan terhadap pemain. Lagu dalam permainan, disusun oleh Vincent Diamante, secara dinamis merespon terhadap apa-apa yagn dilakukan pemain dalam permainan dan berkorelasi dengan isyarat-isyarat emosional di dalam permainan. Para penilai permianan memuji sisi musik, visual, dan inti permainan dari Flower, menyebutnya sebagai pengalaman emosional yang khas dan menarik. Flower diberi gelar "permainan independen terbaik tahun 2009" dalam Spike Video Game Awards, dan memenangkan anugerah "Permainan Sederhana Tahun Ini" dari Akademi Kesenian dan Ilmu Pengetahuan Interaktif.

Inti permainan[sunting | sunting sumber]

Tampilan layar dari Flower. Sekumpulan mahkota bunga sebagaimana dilihat oleh pemain yang berterbangan di udara.

Flower terbagi menjadi 6 level utama dan 1 level pentup. Setiap level menampilkan sebuah bunga di sebuah pot di suatu teras jendela apartemen kota. Setelah memilih salah satunya, pemain dibawa ke dalam "mimpi" dari bunga tersebut.[4] Setelah masuk ke dalam level, pemain mengendalikan angin yang meniup satu mahkota bunga melintasi udara sekitarnya. Perubahan pada kemiringan dan pendongakan mahkota bunga ditentukan dengan mengubah keadaan controller (stik) PlayStation 3. Menekan tombol manapun akan membuat angin bertiup lebih kencang yang membuat mahkota bunga terbang lebih cepat.[5] Kamera dalam permainan umumnya mengikuti di belakang mahkota bunga, namun terkadang pula bergerak untuk menunjukkan objective (misi) atau pengaruh dari langkah ayng dilakukan pemain.[6]

Kumpulan dan barisan bunga-bunga hadir di setiap level. Mendekatinya dengan mahkota bunga pemain menyebabkan bunga-bunga tersebut bermekaran dan mahkota bunga baru mengikuti pemain. Ketika pemain mendekati bunga/kumpulan bunga tertentu, perubahan terjadi di dalam dunia permainan, yang dapat berupa membuka area baru, menghidupkan padang rumput yang mati menjadi hijau, atau mengaktifkan kincir angin. Perubahan ini umumnya menghasilkan bunga-bunga yang tumbuh untuk berinteraksi dengan pemain. Terbang melewati setiap bunga-bunga akan menghasilkna suara lonceng-lonceng yang berharmonisasi dengna lagu dalam permainan. Lagu itu sendiri secara dinamis berganti seiring perubahan-perubahan terjadi di dalam dunia permainan.[5] Semakin banyak mahkota bunga yang mengikuti pemian, semakin cepat mahkota bunga tersebut terbang.[4] Tidak dimungkinkan bagi pemain untuk kalah dalam suatu level. Flower tidak menampilkan musuh, hit point, atau batas waktu tertentu. Permainan tunggal secara keseluruhan memakan waktu kira-kira satu jam.[6]

Walaupun tidak ada dialog atau teks yang digunakan di manapun di dalam permainan di samping teks penutup, menu utama, dan petunjuk, seluruh 6 level membenutuk suatu cerita naratif.[5] Titik mula permainan di satu level tampak seperti di dekat lokasi akhir dari level sebelumnya. Selama permainan, pemain tampak mendekati sebuah kota di kejauhan. Level pertama berpusat dalam mengembalikan warna dan kehidupan ke dunianya. Setelah mengaktifkan beberapa kincir angin, pemain terbang melewati sebuah padang di malam hari, meneranginya dengan cahaya hingga mencapai kota. Kota tujuan tersebut penuh dengan kabel listrik dan bangunan-bangunan yang membahayakan pemain. Pemain membangkitkan kehidupan di kota tersebut di 2 level terakhir menjadi tempat yang cerah dan penuh kebahagiaan.[7][8]

Seiring pemain berlanjut dari level ke level, pemandangan kota dari jendela apartemen di menu pemilihan level secara bertahap berubah menjadi semakin berwarna dan bersemangat.[7] Jika pemain berhasil menemukan 3 bunga rahasi di setiap level, pemandangan kota berubah menjadi padang yang cerah dengan latar pegunungan. Lagu dalam permainan juga berubah siring permainan berlanjut, tumbuh baik dalam ukuran dan kompleksitasnya yang menambah kesan dalam di cerita permainan.[9] Level penutup (level credit) dimainkan dengan cara yang mirip dengan level-level utama, namun ketika pemain terbang melewati setiap bunga, kru-kru yang terlibat di dalam pembuatan Flower muncul di atasnya. Flower memiliki trophy di PlayStation Network yang berkaitan dengan emosi dalam permainan. Beberapa di antaranya merupakan penghargaan dari menyelesaikan misi, namun banyak pula yang merupakan penghargaan dari ketenangan dan menikmati pemandangan dalam permainan.[6]

Pengembangan[sunting | sunting sumber]

Jenova Chen tahun 2007

Flower dikembangkan sebagai penerus spiritual dari Flow, sebuah permainan Flash tahun 2006 yang dibuat oleh Jenova Chen dan Nicholas Clark ketika mereka berdua masih menjadi mahasiswa di Universitas Kalifornia Selatan. Flow nantinya dikembangkan untuk PlayStation 3 oleh Thatgamecompany pada tahun 2007 dan untuk PlayStation Portable oleh SuperVillain Studios pada tahun 2008. Flower merupakan "permainan pertama di luar zona aman akademi" dari Thatgamecompany.[10] Flower pertama kali diumumkan pada Tokyo Game Show tanggal 24 September 2007[10] dan dirilis di PlayStation Network pada 12 Februari 2009.[11][12] Flower ditujukan utamanya untuk membangkitkan emosi positif dari pemain dan sebagai sebuah "naungan emosi".[13] 6 hingga 9 orang memiliki adil dalam pbeberapa tingkat dalam pengembangan.[13] Chen, yang mendirikan Thatgamecompany bersama produser permainan Kellee Santiago, adalah sutradara kreasi dalam Flower sementara Clark adalah pendesai utama.[14] Chen menyebut Flower sebgai "sebuah puisi interaktif yang menjelajahi ketegangan antara perkotaan dan alam".[11] Chen menentukan tema "alam" pada awal di proses pengembangan. Chen menyebutkan bahwa ia "memiliki konsep bahwa setiap PlayStation adalah seperti sebuah portal di rumahmu, ia membawamu ke suatu tempat lain. Kupikir akan indah jika portal tersebut adalah jendela yang dapat membawamu ke rangkulan alam".[15]

Sebelum pekerjaan pengembangan dimulai, tim pengembang mengambil 2 lagu yang mereka rasa dapat mengilhami derajat emosi yang tempat untuk permainan dalam memandu proses pengembangan.[10] Tim membuat beberapa purwarupa, termasuk untuk berfokus pada ide menumbuhkan bunga dan berdasar pada kesadaran manusia. Tim pengembang memutuskan bahwa permainan yang berinti beberapa mahkota bunga mengambang dengan angin merupakan gambaran terbaik dari emosi yang ingin mereka bangkitkan. Inti permainan tersebut dapat membuat pemain tetap pada keadaan emosi yang tenang yang menjadi tujuan desain permainan serta menghilangkan unsur-unsur yang membuat pemain frustrasi seperti jumlah mahkota bunga yang dibutuhkan untuk membuka level dan mekanika-mekanika permainan lainnya yang terlalu tradisional dan membuat pemain terlalu bergembira.[13] Tim pengembang berusaha untuk tidak membuat suatu penghalang di setiap level, memungkinkan pemain untuk bergerak ke mana saja di dunia yang terbuka namun tidak melupakan bahwa tanpa beberapa panduan, seperti arah kamera yang menunjukkan bunga-bunga baru atau pemisahan level, pemain dapat menjadi frustrasi dan tidak terarah. Chen menggambarkan proses tersebut sebagai "mirip seperti ketika kita ingin membuang desain permainan yang tradisional, namun pada akhirnya kita mengambil semua yang telah kita buang tersebut dan menaruhnya kembali karena kita tahu bahwa unsur-unsur tersebutlah yang sebetulnya dibutuhkan untuk membawa kesan pengalaman yang baik dan terarah".[16] Pengembangan seluruhnya membutuhkan waktu 2 tahun, namun tim pengembang menghabiskan tiga perempatnya untuk fase purwarupa. Setelah menutuskan unsur-unsur yang dipakai dalam permainan, Flower diproduksi hanya dalam waktu 6 bulan.[17]

Pemusatan perhatian permainan kepada emosi dibawa oleh Chen, yang merasa bahwa tujuan utama dari produk hiburan seperti permainan video merupakan perasaan yang mereka timbulkan kepada pemain dan bahwa jangkauan emosional dari kebanyakan permainan sangatlah terbatas. Chen mencoba untuk membuat permainannya berpusat terlebih kepada emosi ketimbang pada sebuah pesan. Ia secara spesifik mengubah desain Flower ketika para tim pencoba (tester) merasa bahwa terdapat pesan mengenai kampanya penggunaan energi hijau di dalam permainan.[18] Untuk membuat Flower memiliki "spektrum emosi" yang Chen inginkan, ia melihat proses pengembangannya sebagai pembuatan suatu karya seni daripada sebuah permainan yang "menyenangkan" yang tidak dapat membangkitkan emosi yang diiinginkan.[19] Ia menyimpulkan pandangan ini dengna menyebutkan bahwa satu-satunya mekanika permainan yang ada adalah menyentuh bunga-bunga untuk menampilkan keadaan baru. Tim pengembang secara rinci memotong unsur-unsur permainan yang lebih dalam karena unsur-unsur tersebut akan menambahkan sisi "tantangan" ke dalma permainan, yang mana, walaupun menyenangkan, tidak menimbulkan ketenangan.[16] Sony Santa Monica dengan kontrak bersama Bluepoint Games telah membuat port dari Flower untuk PlayStation 4 dan PlayStation Vita, yang telah diterbitkan pada November 2013 untuk menyertai dirilisnya PlayStation 4.[20][21]

Lagu[sunting | sunting sumber]

Lagu-lagu dalam Flower dikarang oleh Vincent Diamante, seorang komponis musik permainan video dan profesor dari Divisi Media Interaktif Universitas Kalifornia Selatan.[22] Ia sebelumnya telah menciptakan lagu untuk Cloud, permainan pertama Chen, dan Dyadin ketika mereka berdua menjadi mahasiswa di Universitas Kalifornia Selatan. Diamante bekerja langsung dengan tim pengembang untuk menghubungkan musik dengan permainan dengan mengatur penempatan bunga-bunga dan nada-nada yang masing-masing jenisnya dimainkan ketika didekati pemain. Diamante melakukannya dengan mengharmonisasikan permainan dan lagu serta mengatur lagu secara dinamis yang menyertai perubahan yang terjadi di dunia permainan.[9] Diamante menggunakan musik dan lagunya untuk mempengaruhi tim pengembang agar bisa menggunakan konsep yang ia miliki di dalam permainan.[23]

Lagu dan instrumen pada setiap level dipilih berdsarkan dunia permainan dan penempatan level yang ditentutkan dari kerangka emosi keseluruhan dalam permainan. Lagu-lagu tersebut disusun dari beberapa irama instrumen akustik yang naik dan turun yang berkorelasi dengan langkah yang dilakukan pemain.[9] Instrumen yang digunakan di antanya piano, alat musik petik seperti gitar, dan alat musik tiup seperti flute bass dan bassoon.[9][24] Jumlah instrumen yang dimainkan meningkat dengan meningkatnya jumlah mahkota bunga yang dikumpulkan pemain.[24] Lagu yang ada ditujukan untuk menyugestikan suara-suara alam sepeti angin. Not-not yang dibuat dimaksudkan agar bisa dimainkan secara tunggal dan dimainkan dalam grup orkestra besar seperti pada in level 3 dan 6.[9] Beberapa waktu di dalam proses pengembangan, Diamante sangat terobsesi dengan susunan lagunya yang membutuhkan perubahan sehingga ia menyusun lagu yang baru untuk menggantinya.[23] Diamante telah berdiskusi panjang dengan Sony untuk memproduksi album dari musik dalam Flower.[9][22] Pada 8 April 2010, sebuah album dirilis dengan judul Flower: Original Soundtrack from the Video Game oleh Sony dan dijual di PlayStation Network. Album tersebut memiliki 8 lagu dengan jumlah durasi 1:04:37.[25]

Penilaian dan tanggapan[sunting | sunting sumber]

 Penilaian
Skor agregat
Aggregator Score
GameRankings 87.49%[26]
Metacritic 87/100 (PS3)[27]
92/100 (PS4)[28]
Skor review
Publikasi Skor
1UP.com A[4]
Eurogamer 8/10[29]
IGN 9/10[30]
PALGN 9/10[31]


Flower menerima tanggapan baik dari penilai dan kritikus. Alice Liang dari 1UP.com memuji permainan ini, menyebutkan bahwa "kebebasan bergerak membuat permainan ini terasa tenang seperti hembusan angin yang sejuk". Ia merasa bahwa "kesenangan" tidak menggambarkan pengalaman yang didapatkan dari Flower secara utuh. Ia menyebutkan bahwa Flower memiliki "kerangka emosi yang tertata baik seperti sebuah film" dan menyebutkan juga bahwa sisi lagu, visual, dan inti permainan semuanya menarik pemain ke dalam pengalaman emosi yang menarik. Ia juga merasa bahwa Flower sangat baik dimainkan yang mengimbangi kesederhanaannya.[4] Ryan Clements dari IGN setuju dengan pendapat Liang, menyebutkan bahwa Flower menimbulkan "keasyikan, emosi, dan pencerahan yang lebih dari permainan lain" yang pernah ia mainkan selama bertahun-tahun. Walaupun ia juga menyebutkan bahwa Flower tidak menarik bagi kebanyakan orang, Clements menganggap Flower sebagai "sesuatu yang sangat khas dan sangat kuat" serta sebuah permainan "must-play" (sangat direkomendasikan untuk dimainkan).[30] Michael Kontoudis dari PALGN menyebut Flower sebagai "permainan yang sepenuhnya unik, berani, dan dinamis penuh dengan kepribadian dan kesungguhan", walaupun ia juga menyebutkan bahwa Flower lebih pantas disebut sebuah karya seni dibandingkan sebuah permainan. Banyak pemain yang tidak akan tertarik dengan permainan ini.[31] Gerard Campbell dari The Press dengan serupa menyebut Flower sebagai sesuatu yang lebih dari hanya permainan, mendeskripsikannya sebagai "pedang yang sempurna" terhadap permainan "kekerasan, tembak-menembak" serta mengaggapnya sebagai "salah satu permainan yang paling menyegarkan dan menenangkan yang pernah ada".[32]

Tom Bramwell dari Eurogamer menyebut Flower sebagai sesuatu yang "tidak merusak dan membangkitkan secara damai", walaupun ia memberi nilai yang relatif lebih rendah daripada penilai lainnya karena menganggap bahwa harga 9,99 Dolar AS tidak sebanding dengan durasi permainan.[29] Kritik terhadap harga tersebut tidak universal, misalnya seperti penilai Jason Hill dari The Age menganggap 13 Dolar Australia merupakan harga yang "layak" dan bahwa durasinya tidak "tidak melebihi keasyikannya".[33] Kritikus seperti GameTrailers dan Terry Terrones dari GamePro memuji Flower seperti penilai lainnya. GameTrailers menyebutkan bahwa Flower "kurang pantas untuk sebuah permainan dan lebih kepada sebuah pengalaman. Anda tentu tidak "bermain" Flower; Anda berinteraksi dengan Flower". Terrones menyebutkan bahwa lagu dalam permainan merupakan bagian terbaik dari perwujudan Flower.[5][6] Tom Hoggins dari The Daily Telegraph merasa bahwa Flower akan "menyalakan kembali perdebatan 'permainan video sebagai sebuah seni'" dan menganggap Flower sebagai sebuah "karya seni yang menakjubkan" sebagai tambahan dari sebuah permainan.[34] Tanggapan-tanggapan positif mengejutkan pengembang karena mereka memperkirakan adanya tanggapan yang beragam.[16]

Flower menerima anugerah "Permainan Independen yang Berasal dari Embun" pada Spike Video Game Awards 2009.[35] Flower juga menerima "Permainan Independen Terbaik" tahun 2009 dari Playboy.[36] Flower masuk nominasi dalam kategori "Inovasi Luar Biasa dalam Permainan", "Pencapaian Luar Biasa dalam Desain Audio", "Pencapaian Luar Biasa dalam Kompisisi Lagu", dan "Pencapaian Inovasi Luar Biasa dalam Penyutradaraan Permainan", dan meraih "Permainan Sederhana Tahun Ini" dari Akademi Seni dan Ilmu Pengetahuan Interaktif.[37] Flower dinominasikan dalam "Penggunaan Audio" dan meraih anugerah kategori "Pencapaian Artistik" dalam anugerah permainan video dari Akademi Seni Film dan Televisi Briania.[38] Lagunya memenangkan kategori "Original Soundtrack Terbaik" dari G4 tahun 2009.[39] Selain itu, lagu dalam Flower juga dinominasikan untuk anugerah "Musik Tahun Ini" dan memenagkan kategori "Lagu Interaktif Terbaik" dari Game Audio Network Guild.[40][41] Debutnya dalam Electronic Entertainment Expo 2008 memperoleh beberapa anugerah, seperti "Permainan E3 Unduhan Terbaik" dari 1UP.com, "Permainan Asli Terbaik" dari UGO, dan "Pencapaian Inovasi Istimewa" dari IGN.[42][43][44] Pada tahun 2011, Flower terpilih lewat pemungutan suara masyarakat dari 240 permainan untuk menjadi 80 permainan yang dipajang pada pameran tahun 2012 di Museum Kesenian Amerika Smithsonian yang berjudul "Seni Permainan Video".[45]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Flower PS Vita". Sony Computer Entertainment. Diakses November 14, 2013. 
  2. ^ "Games coming to PS4/PS Vita". Sony Computer Entertainment. Diakses November 24, 2013. 
  3. ^ "Flowery(フラアリー" (dalam bahasa Japanese). Sony. Diarsipkan dari aslinya pada tanggal 2009-06-25. Diakses 2010-01-06. 
  4. ^ a b c d Liang, Alice (2009-02-09). "Flower Review for the PS3 from 1UP.com". 1UP.com. Diarsipkan dari aslinya pada tanggal 2011-05-03. Diakses 2010-01-05. 
  5. ^ a b c d Terrones, Terry (2009-02-10). "Flower". GamePro. Diarsipkan dari aslinya pada tanggal 2009-04-15. Diakses 2010-01-06. 
  6. ^ a b c d "Flower: Review". GameTrailers. 2009-02-25. Diarsipkan dari aslinya pada tanggal 2009-03-06. Diakses 2010-01-06. 
  7. ^ a b Thompson, Clive (2009-02-23). "Flower Power Blooms in First Climate-Change Game". Wired. Diarsipkan dari aslinya pada tanggal 2009-06-16. Diakses 2010-01-26. 
  8. ^ Rose, Michael (2009-02-12). "Review: Flower (Thatgamecompany)". Indie Games. Diarsipkan dari aslinya pada tanggal 2011-05-03. Diakses 2010-01-26. 
  9. ^ a b c d e f Jeriaska; Diamante, Vincent (2009-02-27). "Interview: A Beautiful Flight – Creating The Music For Flower". Gamasutra. Diarsipkan dari aslinya pada tanggal 2010-05-10. Diakses 2010-01-06. 
  10. ^ a b c Boyer, Brandon; Nutt, Christian (2007-11-29). "MIGS: First Details On Thatgamecompany's Flower Debut". Gamasutra. Diarsipkan dari aslinya pada tanggal 2009-02-14. Diakses 2010-01-05. 
  11. ^ a b Santiago, Kellee. "Stop and smell the Flower on PSN February 12th". Sony. Diarsipkan dari aslinya pada tanggal 2009-06-18. 
  12. ^ Szadkowski, Joseph (2009-02-22). "Simanimals Too Simplistic". The Washington Times. hlm. M18. 
  13. ^ a b c Carless, Simon (2009-08-19). "GDC Europe: Thatgamecompany's Santiago On Flower's Emotional Search". Gamasutra. Diarsipkan dari aslinya pada tanggal 2010-10-20. Diakses 2010-01-05. 
  14. ^ "Thatgamecompany – About". Thatgamecompany. Diarsipkan dari aslinya pada tanggal 2010-07-11. Diakses 2010-01-05. 
  15. ^ Ostroff, Joshua (March 2009). "Petal Power – Flower Seeds the Winds of Change". Exclaim!. Diarsipkan dari aslinya pada tanggal 2009-03-17. Diakses 2010-01-06. 
  16. ^ a b c Sheffield, Brandon (2009-05-27). "Interview: Jenova Chen and Thatgamecompany's Vision of the Future". Gamasutra. Diarsipkan dari aslinya pada tanggal 2010-05-11. Diakses 2010-01-05. 
  17. ^ Dugan, Patrick (2010-01-26). "Interview: Thatgamecompany's Santiago, Hunicke, On Designing For The Love". Gamasutra. Diarsipkan dari aslinya pada tanggal 2010-10-20. Diakses 2010-01-26. 
  18. ^ "Interview: Redefining Video Games". Game Informer (GameStop) (207): 34. July 2010. ISSN 1067-6392. 
  19. ^ Kumar, Matthew (2009-07-15). "Develop 2009: Thatgamecompany's Chen On How Emotion Can Evolve Games". Gamasutra. Diarsipkan dari aslinya pada tanggal 2010-08-10. Diakses 2010-01-05. 
  20. ^ Cowan, Danny (2013-10-16). "Flower, flOw, Sound Shapes, Escape Plan coming to PlayStation 4 in November". Joystiq. Diarsipkan dari aslinya pada tanggal 2013-11-04. Diakses 2013-11-04. 
  21. ^ "Flower, flOw, Sound Shapes, Escape Plan Coming to PS4". SCE Santa Monica Studio. 2013-10-06. Diakses 2013-12-02. 
  22. ^ a b Diamante, Vincent. "Vincentdiamante.com – A One Page Website". vincentdiamante.com. Diarsipkan dari aslinya pada tanggal 2011-05-03. Diakses 2010-01-26. 
  23. ^ a b Jeriaska; Schlarb, Chris; Baiyon; Liem, Shaw-Han; Diamante, Vincent (2009-10-15). "Roundtable: The Indie Game Composer Scene, Explored". Gamasutra. Diarsipkan dari aslinya pada tanggal 2010-10-18. Diakses 2010-01-26. 
  24. ^ a b Barnholt, Ray (2010-01-08). "2009's Finest: The Suitably Breezy Music of Flower". 1UP.com. Diarsipkan dari aslinya pada tanggal 2011-05-03. Diakses 2010-01-26. 
  25. ^ Love, Randall (2010-04-05). "Coming to PSN this Week: Flower Soundtrack". Sony. Diarsipkan dari aslinya pada tanggal 2011-05-03. Diakses 2010-04-09. 
  26. ^ "Flower Reviews". GameRankings. Diakses 2009-02-15. 
  27. ^ "Flower (ps3:2009): Reviews". Metacritic. Diakses 2009-02-15. 
  28. ^ "flower for PlayStation 4 Reviews - Metacritic". Metacritic. Diakses 9 Desember 2013. 
  29. ^ a b Bramwell, Tom (2009-02-09). "Eurogamer – Flower review". Eurogamer. Diarsipkan dari aslinya pada tanggal 2009-06-18. Diakses 2010-01-05. 
  30. ^ a b Clements, Ryan (2009-02-09). "IGN.com's review for Flower on the PS3". IGN. Diarsipkan dari aslinya pada tanggal 2009-02-22. Diakses 2010-01-05. 
  31. ^ a b Kontoudis, Michael (2009-02-15). "Flower Review". PALGN. Diarsipkan dari aslinya pada tanggal 2011-05-03. Diakses 2010-01-06. 
  32. ^ Campbell, Gerard (2009-02-24). "Sit Back, Relax and Enjoy". The Times. hlm. 7. 
  33. ^ Hill, Jason (2009-03-12). "Flower". The Age. hlm. 32. 
  34. ^ Hoggins, Tom (2009-02-14). "Flower Power Will Give You Play Fever". The Daily Telegraph. 
  35. ^ "Best Independent Game Fueled by Dew | Spike Video Game Awards". Spike. 2009-12-12. Diakses 2010-01-06. 
  36. ^ "Thatgamecompany – Flower". Thatgamecompany. Diarsipkan dari aslinya pada tanggal 2010-09-19. Diakses 2010-01-06. 
  37. ^ "AIAS Annual Awards > 13th Annual Awards". Academy of Interactive Arts and Sciences. 2010-02-18. Diarsipkan dari aslinya pada tanggal 2011-05-03. Diakses 2010-02-19. 
  38. ^ "Video Games Award Nominations – Video Games – Awards – The BAFTA Site". British Academy of Film and Television Arts. 2010-02-16. Diarsipkan dari aslinya pada tanggal 2011-05-03. Diakses 2010-02-16. 
  39. ^ "Best of 2009: Best Original Soundtrack". G4. 2009-12-15. Diarsipkan dari aslinya pada tanggal 2010-02-26. Diakses 2010-01-06. 
  40. ^ Leigh, Alexander (2010-02-17). "Assassin's Creed II, Uncharted 2 Lead G.A.N.G. Award Finalists". Gamasutra. Diarsipkan dari aslinya pada tanggal 2010-05-10. Diakses 2010-02-18. 
  41. ^ Graft, Kris (2010-03-15). "Uncharted 2 Top Winner At G.A.N.G. Audio Awards". Gamasutra. Diarsipkan dari aslinya pada tanggal 2010-10-11. Diakses 2010-04-23. 
  42. ^ "1UP's Best of E3 2008". 1UP.com. 2008-07-25. Diarsipkan dari aslinya pada tanggal 2011-05-03. Diakses 2010-01-06. 
  43. ^ "Best of E3 2008". UGO. 2008-07-22. Diarsipkan dari aslinya pada tanggal 2009-02-08. Diakses 2010-01-06. 
  44. ^ "IGN's PlayStation 3 Best of E3 2008 Awards". IGN. 2008-07-25. Diarsipkan dari aslinya pada tanggal 2009-02-14. Diakses 2010-01-06. 
  45. ^ "The Art of Video Games Voting Result". The Smithsonian Institute. 2011-05-05. Diakses 2011-05-05. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]